bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung tetap menjamin kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Menurutnya, aksi demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati selama dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Farhan mengatakan, pelaksanaan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Kota Bandung pada Senin (15/6/2026) berjalan relatif aman dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Bagaimanapun juga, kami menjamin kebebasan masyarakat untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat. Sepanjang aksi dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerugian fisik bagi siapa pun, tentu kami menghormatinya,” kata Farhan, Selasa (16/6/2026).
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan aksi sehingga kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung tanpa gangguan berarti.
“Alhamdulillah, pelaksanaan aksi kemarin berjalan lancar, tidak hanya di Kota Bandung tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Koordinasi kami dengan Forkopimda berlangsung sangat baik sehingga seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan aman,” ujarnya.
Meski sempat terjadi insiden kecil di lapangan, Farhan menegaskan kondisi secara umum tetap terkendali dan tidak mengganggu jalannya aksi maupun aktivitas masyarakat.
“Memang ada sedikit insiden kecil, tetapi sifatnya sangat minor, hanya pembatas jalan yang sempat terbakar sebagian. Secara umum situasi tetap aman dan terkendali,” katanya.
Farhan menilai aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Ia meyakini suara mahasiswa akan mendapat perhatian dari para pemangku kebijakan.
“Kota Bandung adalah kota terbuka. Siapapun boleh menyampaikan pendapat. Secara kebebasan berekspresi, berpendapat, dan berserikat itu dijamin,” ujarnya.
Menurut Farhan, berbagai kritik dan masukan yang muncul dari kalangan mahasiswa harus dipandang sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Saya yakin apa yang disuarakan oleh mahasiswa ini akan didengar. Saya lihat sekarang mulai terjadi perubahan-perubahan. Biasalah dalam demokrasi, ada perdebatan dan penyampaian aspirasi,” katanya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










