Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 06:00 WIB

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Blusukan Dedi Mulyadi Efektifkah? Pengamat Soroti Kebijakan Cepat yang Berujung Kurang Optimal

By Aga GustianaSabtu, 12 April 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah). Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan merespons permasalahan di lapangan. Meski pendekatan ini kerap diapresiasi publik, beberapa kebijakan yang diambil secara cepat dinilai membawa konsekuensi yang kurang efektif.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan yang responsif memang penting, tetapi perlu dibarengi dengan pendekatan yang lebih strategis dan terstruktur.

“Beberapa kasus menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang terburu-buru bisa menimbulkan masalah baru di lapangan. Contohnya, antrian panjang di Samsat akibat kebijakan pemutihan pajak, jembatan Bailey di Karawang yang kembali amblas karena pengerjaan kilat, hingga distribusi bantuan Idulfitri untuk sopir angkot di Bogor yang tak sesuai janji awal,” jelas Kristian, Sabtu (12/4/2025).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan-tantangan ini tidak seharusnya membuat pemimpin seperti Dedi berhenti melakukan pendekatan langsung ke masyarakat. Sebaliknya, ini menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga:  Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Kristian merujuk pada sebuah artikel dari IBM Center for the Business of Government yang terbit pada 7 April lalu. Artikel tersebut menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan empat pola pikir dalam kepemimpinan sektor publik, yaitu expert thinking (pemikiran ahli), critical thinking (pemikiran kritis), strategic thinking (pemikiran strategis), dan system thinking (pemikiran sistem).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sentil Teras Cihampelas, Farhan Siap Lepas Warisan Ridwan Kamil

“Penerapan keempat pola pikir ini dapat menjadi kerangka kerja bagi kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menciptakan inovasi dalam tata kelola pemerintahan,” kata Kristian.

Ia menambahkan, integrasi pola pikir tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat koneksi antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga:  Demo Pekerja Pariwisata Jabar Ditunda, Tuntutan Revisi Larangan Study Tour Berlanjut

Dengan tantangan yang semakin kompleks di era modern, para pemimpin daerah diharapkan mampu menggabungkan interaksi langsung dengan masyarakat dan pendekatan berpikir strategis demi menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak nyata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.