Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Blusukan Dedi Mulyadi Efektifkah? Pengamat Soroti Kebijakan Cepat yang Berujung Kurang Optimal

By Aga GustianaSabtu, 12 April 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah). Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan merespons permasalahan di lapangan. Meski pendekatan ini kerap diapresiasi publik, beberapa kebijakan yang diambil secara cepat dinilai membawa konsekuensi yang kurang efektif.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan yang responsif memang penting, tetapi perlu dibarengi dengan pendekatan yang lebih strategis dan terstruktur.

“Beberapa kasus menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang terburu-buru bisa menimbulkan masalah baru di lapangan. Contohnya, antrian panjang di Samsat akibat kebijakan pemutihan pajak, jembatan Bailey di Karawang yang kembali amblas karena pengerjaan kilat, hingga distribusi bantuan Idulfitri untuk sopir angkot di Bogor yang tak sesuai janji awal,” jelas Kristian, Sabtu (12/4/2025).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan-tantangan ini tidak seharusnya membuat pemimpin seperti Dedi berhenti melakukan pendekatan langsung ke masyarakat. Sebaliknya, ini menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga:  Inovasi Jawa Barat Mendunia, Raih Penghargaan di Kunming China

Kristian merujuk pada sebuah artikel dari IBM Center for the Business of Government yang terbit pada 7 April lalu. Artikel tersebut menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan empat pola pikir dalam kepemimpinan sektor publik, yaitu expert thinking (pemikiran ahli), critical thinking (pemikiran kritis), strategic thinking (pemikiran strategis), dan system thinking (pemikiran sistem).

Baca Juga:  Resmi Beroperasi Penuh, Pemrov Jabar Maksimalkan Penerbangan dan Fasilitas Haji di BIJB Kertajati

“Penerapan keempat pola pikir ini dapat menjadi kerangka kerja bagi kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menciptakan inovasi dalam tata kelola pemerintahan,” kata Kristian.

Ia menambahkan, integrasi pola pikir tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat koneksi antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Resmikan Fasilitas Pengolahan Limbah Plastik Jadi Pusat Edukasi

Dengan tantangan yang semakin kompleks di era modern, para pemimpin daerah diharapkan mampu menggabungkan interaksi langsung dengan masyarakat dan pendekatan berpikir strategis demi menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak nyata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.