Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Viral di TikTok dan X, Ternyata Ini Alasan Video Mukena Pink Bikin Penasaran Publik

Selasa, 17 Maret 2026 10:00 WIB

Link Live CCTV Tol Lebaran 2026: Cara Praktis Pantau Macet Jalur Mudik Secara Real-Time via HP

Selasa, 17 Maret 2026 09:13 WIB

Usai Cetak Gol, Adam Alis Minta Maaf, Ada Apa?

Selasa, 17 Maret 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral di TikTok dan X, Ternyata Ini Alasan Video Mukena Pink Bikin Penasaran Publik
  • Link Live CCTV Tol Lebaran 2026: Cara Praktis Pantau Macet Jalur Mudik Secara Real-Time via HP
  • Usai Cetak Gol, Adam Alis Minta Maaf, Ada Apa?
  • Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!
  • Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
  • Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Jadi Buruan di X dan TikTok, Ternyata Ini Fakta di Balik Kotak Putih yang Viral!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Pejabat Hiburan Rakyat Mirip Baim Wong

By Aga GustianaMinggu, 13 April 2025 09:21 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah menjadi sorotan tajam dari pegiat media sosial sekaligus komentator politik, Eko Kuntadhi. Ia menilai sejumlah kebijakan Dedi cenderung populis dan lebih berorientasi pada pencitraan ketimbang menyelesaikan masalah secara substansial.

Salah satu yang menjadi perhatian Eko adalah pendekatan Dedi dalam berkomunikasi dengan publik melalui kanal YouTube pribadinya. Menurut Eko, konten yang disajikan cenderung menghibur dan emosional, bahkan mirip dengan gaya konten selebritas seperti Baim Wong.

“YouTube-nya Dedi Mulyadi kan kaya mirip-mirip Baim Wong, ada nangis-nangisnya. Itu hiburan, tapi gubernur harus lebih dari sekadar menghibur. Fungsinya tak bisa disamakan dengan figur publik hiburan,” ujar Eko dikutip Minggu (13/4/2025).

Bongkar Bangunan di Puncak: Gebrakan atau Sekadar Show?

Baca Juga:  Bey Machmudin Harap BNPB Segera Bangun Hunian Tetap bagi Korban Bencana

Eko juga menyoroti langkah Dedi membongkar bangunan hiburan liar di kawasan Puncak. Meski tindakan ini diklaim sebagai upaya mengatasi banjir, Eko menilai pendekatan tersebut terlalu parsial dan berpotensi hanya menjadi aksi simbolis belaka.

“Kalau cuma bongkar satu-dua bangunan, itu bukan solusi. Penanganan kawasan Puncak harus menyeluruh, menyasar ratusan bangunan ilegal. Kalau tidak, itu hanya show untuk YouTube. Kita tepuk tangan, menangis, lalu selesai,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

Menurut Eko, penataan kawasan yang berkelanjutan dan sistematis jauh lebih penting daripada aksi tunggal yang viral.

Insentif Pajak Kendaraan Dinilai Tak Adil

Tak hanya soal kebijakan tata ruang, Eko juga mengkritisi kebijakan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor. Ia menilai kebijakan tersebut tidak adil bagi masyarakat yang selama ini taat membayar pajak.

“Bayangkan, yang taat pajak tidak dapat insentif, tapi yang melanggar justru diampuni. Ini menciptakan insentif negatif dalam tata kelola pajak,” ujarnya.

Lebih jauh, Eko memperingatkan potensi kerugian besar dari kebijakan tersebut. Ia menyebut, jika tak dikendalikan, penghapusan denda pajak bisa menyebabkan kehilangan potensi pendapatan daerah hingga Rp30 triliun.

Baca Juga:  Rekap Kecelakaan Lalu Lintas 2023: 9.014 Kasus Terjadi di Jabar

“Uang sebesar itu bisa untuk membangun sekolah, fasilitas umum, dan bantuan sosial. Kalau hilang karena kebijakan populis, masyarakat yang paling dirugikan,” tambahnya.

Tantangan Kepemimpinan di Era Digital

Kritik Eko Kuntadhi menggambarkan tantangan baru dalam kepemimpinan era digital—di mana popularitas di media sosial tak selalu sejalan dengan efektivitas kebijakan. Ia mengingatkan bahwa jabatan publik bukan sekadar soal pencitraan, tetapi juga soal dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Gubernur bukan YouTuber. Kita butuh pemimpin yang bukan hanya viral, tapi juga visioner,” pungkas Eko.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Baim Wong Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.