Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

Senin, 21 September 2026 01:00 WIB

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

By Putra JuangJumat, 18 Juli 2025 21:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025). Foto: bukamata.id/ Rizal Fadillah.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan empat pilar utama yang menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa: kemampuan bahasa, kekayaan kuliner, fashion, dan seni.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025).

“Kita tahu bahwa kemajuan sebuah bangsa itu diukur oleh empat hal: pertama, kemampuan bahasanya yang diterima oleh semua orang; kedua, makanannya; ketiga, pakaian atau fashion-nya; dan keempat, seninya,” ucap Dedi dalam sambutannya.

Dedi mengatakan bahwa bangsa yang memprioritaskan keempat elemen ini diyakini akan tumbuh menjadi bangsa yang besar tanpa perlu mengeksploitasi sumber daya alamnya secara berlebihan.

Baca Juga:  Penerima Bansos di Jabar Terindikasi Judol, Dedi Mulyadi Salahkan Pemerintah Pusat

Sebagai contoh, ia menyebut Amerika, Korea, dan Tiongkok yang ekonominya banyak berputar di sektor-sektor tersebut. Menurutnya, Jawa Barat pun memiliki nilai estetika yang sangat tinggi, yang perlu diintegrasikan ke dalam tradisi masyarakat.

“Estetika itu harus masuk ke dalam tradisi. Yang dimaksud tradisi adalah masyarakatnya tertradisi dengan makanan tradisi, pakaian tradisi, bahasa tradisi, dan seni tradisi,” jelasnya.

Dedi meyakini bahwa ketika keyakinan diri yang berasal dari tradisi ini dilengkapi dengan teknologi, maka bangsa tersebut akan mampu menguasai dunia. Ia berharap hal ini dapat menjadi inisiator bagi tumbuh kembangnya lingkungan di Jawa Barat.

Baca Juga:  Suarakan 11 Tuntutan, Aliansi Penambang Jabar Desak Dedi Mulyadi Percepat Jalan Khusus Tambang

Lebih lanjut, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrabnya, menjelaskan alasannya yang begitu konsen terhadap kebersihan, penataan bangunan liar, dan arsitektur warung-warung.

“Karena saya melihat kalau Jawa Barat ingin maju, kita sudah punya industri manufaktur yang kuat. Setelah industrinya baik, tinggal menata: menata kalamnya, menata makanannya, menata pakaiannya, dan menata perilaku hidup masyarakatnya,” paparnya.

Baca Juga:  Kebijakan Kompensasi Sopir Angkot Tuai Sorotan: Dana Diduga Dipotong, Data Jadi Masalah Utama

Dengan penataan menyeluruh ini, kata KDM, dirinya percaya Jawa Barat akan menjadi provinsi yang luar biasa, dengan siklus ekonomi yang berputar di dalam wilayahnya sendiri.

Dedi juga berharap agar ke depan, para bupati dapat turut mendesain warung-warung dan gerobak-gerobak di daerahnya masing-masing setelah wilayahnya tertata apik. Ia bahkan sedang dalam proses mendesain rumah-rumah panggung.

“Kalau semua sudah didesain, saya pikir orang Jawa Barat tidak perlu pergi jauh untuk berwisata. Tinggal di kampungnya sendiri pun sudah seperti berkeliling wisata,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • gempa
    Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.