Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Viral THM Karawang Berbuntut Panjang, TNM Disegel dan Tiga Orang Jadi Tersangka

Rabu, 10 Juni 2026 10:02 WIB

GEGER! Pedagang Buah Keliling Jatinangor Bikin Komunitas Lari Nasional Syok, dr. Tirta Sampai Angkat Topi!

Rabu, 10 Juni 2026 09:58 WIB

Ada Peluang Long Weekend! Intip Daftar Tanggal Merah dan Jadwal Libur Sekolah Juni 2026

Rabu, 10 Juni 2026 09:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Viral THM Karawang Berbuntut Panjang, TNM Disegel dan Tiga Orang Jadi Tersangka
  • GEGER! Pedagang Buah Keliling Jatinangor Bikin Komunitas Lari Nasional Syok, dr. Tirta Sampai Angkat Topi!
  • Ada Peluang Long Weekend! Intip Daftar Tanggal Merah dan Jadwal Libur Sekolah Juni 2026
  • Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Sikat Mozambik, Poin Bertambah Tapi Posisi Tertahan?
  • Robi Darwis hingga Sergio Castel Dirumorkan Pergi, Persib Belum Umumkan Rekrutan
  • Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

By Putra JuangJumat, 18 Juli 2025 21:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025). Foto: bukamata.id/ Rizal Fadillah.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan empat pilar utama yang menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa: kemampuan bahasa, kekayaan kuliner, fashion, dan seni.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025).

“Kita tahu bahwa kemajuan sebuah bangsa itu diukur oleh empat hal: pertama, kemampuan bahasanya yang diterima oleh semua orang; kedua, makanannya; ketiga, pakaian atau fashion-nya; dan keempat, seninya,” ucap Dedi dalam sambutannya.

Dedi mengatakan bahwa bangsa yang memprioritaskan keempat elemen ini diyakini akan tumbuh menjadi bangsa yang besar tanpa perlu mengeksploitasi sumber daya alamnya secara berlebihan.

Baca Juga:  Resmi Berlaku Januari 2026, UMP Jawa Barat Naik Rp2,3 Juta

Sebagai contoh, ia menyebut Amerika, Korea, dan Tiongkok yang ekonominya banyak berputar di sektor-sektor tersebut. Menurutnya, Jawa Barat pun memiliki nilai estetika yang sangat tinggi, yang perlu diintegrasikan ke dalam tradisi masyarakat.

“Estetika itu harus masuk ke dalam tradisi. Yang dimaksud tradisi adalah masyarakatnya tertradisi dengan makanan tradisi, pakaian tradisi, bahasa tradisi, dan seni tradisi,” jelasnya.

Dedi meyakini bahwa ketika keyakinan diri yang berasal dari tradisi ini dilengkapi dengan teknologi, maka bangsa tersebut akan mampu menguasai dunia. Ia berharap hal ini dapat menjadi inisiator bagi tumbuh kembangnya lingkungan di Jawa Barat.

Baca Juga:  PAN Buka Peluang Pasangkan Bima Arya dan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024

Lebih lanjut, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrabnya, menjelaskan alasannya yang begitu konsen terhadap kebersihan, penataan bangunan liar, dan arsitektur warung-warung.

“Karena saya melihat kalau Jawa Barat ingin maju, kita sudah punya industri manufaktur yang kuat. Setelah industrinya baik, tinggal menata: menata kalamnya, menata makanannya, menata pakaiannya, dan menata perilaku hidup masyarakatnya,” paparnya.

Baca Juga:  Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut 'Offside'

Dengan penataan menyeluruh ini, kata KDM, dirinya percaya Jawa Barat akan menjadi provinsi yang luar biasa, dengan siklus ekonomi yang berputar di dalam wilayahnya sendiri.

Dedi juga berharap agar ke depan, para bupati dapat turut mendesain warung-warung dan gerobak-gerobak di daerahnya masing-masing setelah wilayahnya tertata apik. Ia bahkan sedang dalam proses mendesain rumah-rumah panggung.

“Kalau semua sudah didesain, saya pikir orang Jawa Barat tidak perlu pergi jauh untuk berwisata. Tinggal di kampungnya sendiri pun sudah seperti berkeliling wisata,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi fashion tradisional Jabar Pekan Kerajinan Jawa Barat Sunda Karsa Fest 2025
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Viral THM Karawang Berbuntut Panjang, TNM Disegel dan Tiga Orang Jadi Tersangka

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.