Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Minggu, 2 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya

Minggu, 2 Agustus 2026 01:00 WIB

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Sabtu, 1 Agustus 2026 22:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya
  • Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan
  • Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI
  • Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
  • Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap
  • Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!
  • Duka Bertubi-tubi Hantam Pas Band, Kehilangan Beruntun dari Istri Personel hingga Trisnoize
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

By Putra JuangJumat, 18 Juli 2025 21:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025). Foto: bukamata.id/ Rizal Fadillah.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan empat pilar utama yang menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa: kemampuan bahasa, kekayaan kuliner, fashion, dan seni.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025).

“Kita tahu bahwa kemajuan sebuah bangsa itu diukur oleh empat hal: pertama, kemampuan bahasanya yang diterima oleh semua orang; kedua, makanannya; ketiga, pakaian atau fashion-nya; dan keempat, seninya,” ucap Dedi dalam sambutannya.

Dedi mengatakan bahwa bangsa yang memprioritaskan keempat elemen ini diyakini akan tumbuh menjadi bangsa yang besar tanpa perlu mengeksploitasi sumber daya alamnya secara berlebihan.

Sebagai contoh, ia menyebut Amerika, Korea, dan Tiongkok yang ekonominya banyak berputar di sektor-sektor tersebut. Menurutnya, Jawa Barat pun memiliki nilai estetika yang sangat tinggi, yang perlu diintegrasikan ke dalam tradisi masyarakat.

“Estetika itu harus masuk ke dalam tradisi. Yang dimaksud tradisi adalah masyarakatnya tertradisi dengan makanan tradisi, pakaian tradisi, bahasa tradisi, dan seni tradisi,” jelasnya.

Dedi meyakini bahwa ketika keyakinan diri yang berasal dari tradisi ini dilengkapi dengan teknologi, maka bangsa tersebut akan mampu menguasai dunia. Ia berharap hal ini dapat menjadi inisiator bagi tumbuh kembangnya lingkungan di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrabnya, menjelaskan alasannya yang begitu konsen terhadap kebersihan, penataan bangunan liar, dan arsitektur warung-warung.

“Karena saya melihat kalau Jawa Barat ingin maju, kita sudah punya industri manufaktur yang kuat. Setelah industrinya baik, tinggal menata: menata kalamnya, menata makanannya, menata pakaiannya, dan menata perilaku hidup masyarakatnya,” paparnya.

Dengan penataan menyeluruh ini, kata KDM, dirinya percaya Jawa Barat akan menjadi provinsi yang luar biasa, dengan siklus ekonomi yang berputar di dalam wilayahnya sendiri.

Dedi juga berharap agar ke depan, para bupati dapat turut mendesain warung-warung dan gerobak-gerobak di daerahnya masing-masing setelah wilayahnya tertata apik. Ia bahkan sedang dalam proses mendesain rumah-rumah panggung.

“Kalau semua sudah didesain, saya pikir orang Jawa Barat tidak perlu pergi jauh untuk berwisata. Tinggal di kampungnya sendiri pun sudah seperti berkeliling wisata,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi fashion tradisional Jabar Pekan Kerajinan Jawa Barat Sunda Karsa Fest 2025
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.