Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Jumat, 30 Oktober 2026 11:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Geger Protes Menu MBG di Cianjur Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Enggan Damai!

By Aga GustianaRabu, 15 April 2026 18:19 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Penganiayaan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur memanas hingga masuk ke ranah hukum. Seorang warga Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, bernama M. Ridwan, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat melayangkan protes terkait kualitas dan harga menu MBG di sebuah SPPG lokal.

Insiden ini mendadak viral setelah Ridwan mengunggah video pengakuan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia terlihat berada di depan Mapolsek Tanggeung untuk mencari keadilan atas kekerasan fisik yang diduga diterimanya.

Kronologi Protes yang Berakhir Kericuhan

Peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/2026) siang, saat Ridwan mendatangi lokasi SPPG di Kecamatan Pasirkuda. Kedatangannya bertujuan untuk mengkritisi transparansi anggaran menu MBG yang dibagikan hari itu, yang menurutnya tidak sebanding dengan harga yang dipatok.

“Saya datang untuk menanyakan soal MBG, yang dinilai tidak sesuai harga. Yang dibagikan itu nominalnya kemahalan,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cianjur Usai Berangkatkan Siswa Study Tour

Alih-alih mendapatkan penjelasan yang memadai, Ridwan mengaku justru mendapatkan perlakuan kasar dari sejumlah oknum di lokasi tersebut. Ia menyebut dirinya diusir secara paksa hingga terjadi kontak fisik.

“Sambil diusir itu leher saya dicekik, kemudian kepala bagian kiri saya seperti ada yang memukul sebanyak dua kali,” jelas Ridwan merinci dugaan kekerasan yang ia alami.

Baca Juga:  Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Sikap Tegas Korban: Hukum Harus Tetap Berjalan

Meski pihak terkait mungkin berniat melakukan mediasi, Ridwan secara lantang menyatakan bahwa dirinya tidak akan mencabut laporan. Ia ingin kasus ini menjadi pelajaran agar transparansi program pemerintah tetap terjaga tanpa adanya intimidasi.

“Sudah saya laporkan. Kalau ada dari pihak SPPG datang untuk minta maaf silakan, tapi proses hukum berlanjut,” tegasnya.

Penjelasan Pihak Kepolisian

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Tanggeung, Iptu Budi Setia Yuda, membenarkan adanya aduan dari warga terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman informasi.

Baca Juga:  Warga Cianjur Digegerkan Penemuan Mayat Bayi Mengambang di Sungai Cijurang

“Kalau laporan polisi (LP) belum, baru sebatas dumas (aduan masyarakat), tapi tetap kami tindaklanjuti,” ucap Iptu Budi.

Pihak Polsek sebenarnya sudah berupaya mempertemukan pihak-pihak terkait untuk melakukan klarifikasi awal. Namun, agenda tersebut belum membuahkan hasil karena ketidakhadiran pelapor dalam jadwal yang ditentukan sebelumnya.

“Kami sudah berusaha kumpulkan semuanya agar perkara ini jelas. Tapi pelapor (Ridwan) tidak datang. Kami agendakan pertemuan ulang semua pihaknya,” pungkas Kapolsek.

Kini, publik menanti kelanjutan kasus ini, mengingat isu Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang menjadi perhatian nasional dan sensitif di mata masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Makan Bergizi Gratis penganiayaan viral media sosial
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.