Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 18:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
  • Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Geger Protes Menu MBG di Cianjur Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Enggan Damai!

By Aga GustianaRabu, 15 April 2026 18:19 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Penganiayaan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur memanas hingga masuk ke ranah hukum. Seorang warga Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, bernama M. Ridwan, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat melayangkan protes terkait kualitas dan harga menu MBG di sebuah SPPG lokal.

Insiden ini mendadak viral setelah Ridwan mengunggah video pengakuan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia terlihat berada di depan Mapolsek Tanggeung untuk mencari keadilan atas kekerasan fisik yang diduga diterimanya.

Kronologi Protes yang Berakhir Kericuhan

Peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/2026) siang, saat Ridwan mendatangi lokasi SPPG di Kecamatan Pasirkuda. Kedatangannya bertujuan untuk mengkritisi transparansi anggaran menu MBG yang dibagikan hari itu, yang menurutnya tidak sebanding dengan harga yang dipatok.

“Saya datang untuk menanyakan soal MBG, yang dinilai tidak sesuai harga. Yang dibagikan itu nominalnya kemahalan,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Alih-alih mendapatkan penjelasan yang memadai, Ridwan mengaku justru mendapatkan perlakuan kasar dari sejumlah oknum di lokasi tersebut. Ia menyebut dirinya diusir secara paksa hingga terjadi kontak fisik.

“Sambil diusir itu leher saya dicekik, kemudian kepala bagian kiri saya seperti ada yang memukul sebanyak dua kali,” jelas Ridwan merinci dugaan kekerasan yang ia alami.

Sikap Tegas Korban: Hukum Harus Tetap Berjalan

Meski pihak terkait mungkin berniat melakukan mediasi, Ridwan secara lantang menyatakan bahwa dirinya tidak akan mencabut laporan. Ia ingin kasus ini menjadi pelajaran agar transparansi program pemerintah tetap terjaga tanpa adanya intimidasi.

“Sudah saya laporkan. Kalau ada dari pihak SPPG datang untuk minta maaf silakan, tapi proses hukum berlanjut,” tegasnya.

Penjelasan Pihak Kepolisian

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Tanggeung, Iptu Budi Setia Yuda, membenarkan adanya aduan dari warga terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman informasi.

“Kalau laporan polisi (LP) belum, baru sebatas dumas (aduan masyarakat), tapi tetap kami tindaklanjuti,” ucap Iptu Budi.

Pihak Polsek sebenarnya sudah berupaya mempertemukan pihak-pihak terkait untuk melakukan klarifikasi awal. Namun, agenda tersebut belum membuahkan hasil karena ketidakhadiran pelapor dalam jadwal yang ditentukan sebelumnya.

“Kami sudah berusaha kumpulkan semuanya agar perkara ini jelas. Tapi pelapor (Ridwan) tidak datang. Kami agendakan pertemuan ulang semua pihaknya,” pungkas Kapolsek.

Kini, publik menanti kelanjutan kasus ini, mengingat isu Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang menjadi perhatian nasional dan sensitif di mata masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Makan Bergizi Gratis Pasirkuda penganiayaan Polsek Tanggeung viral media sosial
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.