Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Geger Protes Menu MBG di Cianjur Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Enggan Damai!

By Aga GustianaRabu, 15 April 2026 18:19 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Penganiayaan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur memanas hingga masuk ke ranah hukum. Seorang warga Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, bernama M. Ridwan, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat melayangkan protes terkait kualitas dan harga menu MBG di sebuah SPPG lokal.

Insiden ini mendadak viral setelah Ridwan mengunggah video pengakuan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia terlihat berada di depan Mapolsek Tanggeung untuk mencari keadilan atas kekerasan fisik yang diduga diterimanya.

Kronologi Protes yang Berakhir Kericuhan

Peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/2026) siang, saat Ridwan mendatangi lokasi SPPG di Kecamatan Pasirkuda. Kedatangannya bertujuan untuk mengkritisi transparansi anggaran menu MBG yang dibagikan hari itu, yang menurutnya tidak sebanding dengan harga yang dipatok.

“Saya datang untuk menanyakan soal MBG, yang dinilai tidak sesuai harga. Yang dibagikan itu nominalnya kemahalan,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:  Habib Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan

Alih-alih mendapatkan penjelasan yang memadai, Ridwan mengaku justru mendapatkan perlakuan kasar dari sejumlah oknum di lokasi tersebut. Ia menyebut dirinya diusir secara paksa hingga terjadi kontak fisik.

“Sambil diusir itu leher saya dicekik, kemudian kepala bagian kiri saya seperti ada yang memukul sebanyak dua kali,” jelas Ridwan merinci dugaan kekerasan yang ia alami.

Baca Juga:  Gunung Padang Siap Dipugar, Misteri Peradaban Tua di Indonesia Segera Terungkap

Sikap Tegas Korban: Hukum Harus Tetap Berjalan

Meski pihak terkait mungkin berniat melakukan mediasi, Ridwan secara lantang menyatakan bahwa dirinya tidak akan mencabut laporan. Ia ingin kasus ini menjadi pelajaran agar transparansi program pemerintah tetap terjaga tanpa adanya intimidasi.

“Sudah saya laporkan. Kalau ada dari pihak SPPG datang untuk minta maaf silakan, tapi proses hukum berlanjut,” tegasnya.

Penjelasan Pihak Kepolisian

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Tanggeung, Iptu Budi Setia Yuda, membenarkan adanya aduan dari warga terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman informasi.

Baca Juga:  Ironi Program MBG: Saat Piring Siswa Disorot, SPPG Justru Gelar Bukber di Hotel Mewah

“Kalau laporan polisi (LP) belum, baru sebatas dumas (aduan masyarakat), tapi tetap kami tindaklanjuti,” ucap Iptu Budi.

Pihak Polsek sebenarnya sudah berupaya mempertemukan pihak-pihak terkait untuk melakukan klarifikasi awal. Namun, agenda tersebut belum membuahkan hasil karena ketidakhadiran pelapor dalam jadwal yang ditentukan sebelumnya.

“Kami sudah berusaha kumpulkan semuanya agar perkara ini jelas. Tapi pelapor (Ridwan) tidak datang. Kami agendakan pertemuan ulang semua pihaknya,” pungkas Kapolsek.

Kini, publik menanti kelanjutan kasus ini, mengingat isu Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang menjadi perhatian nasional dan sensitif di mata masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Makan Bergizi Gratis penganiayaan viral media sosial
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.