Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian

Jumat, 17 April 2026 21:00 WIB
Persib

Bukan Soal Kontrak, Bojan Hodak Justru Soroti Masalah Ini di Persib

Jumat, 17 April 2026 20:14 WIB
Garena Free Fire (FF)

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire April 2026 Masih Tersedia

Jumat, 17 April 2026 19:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian
  • Bukan Soal Kontrak, Bojan Hodak Justru Soroti Masalah Ini di Persib
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire April 2026 Masih Tersedia
  • Bapak Berkumis Temani Anak Gadisnya Nonton Konser, Alasannya Bikin Iri!
  • Nisa Saleha Resmi Laporkan Oknum Perawat RSHS ke Polda Jabar
  • Duel Panas Dewa United vs Persib Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasan Polda Banten
  • Tinjau Banjir Rancaekek dan Tanggul Jebol di Solokanjeruk, Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Kolaborasi Penanganan Bencana
  • Persib On Fire, Bojan Hodak Waspadai Laga Krusial
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 17 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Geger Protes Menu MBG di Cianjur Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Enggan Damai!

By Aga GustianaRabu, 15 April 2026 18:19 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Penganiayaan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur memanas hingga masuk ke ranah hukum. Seorang warga Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, bernama M. Ridwan, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat melayangkan protes terkait kualitas dan harga menu MBG di sebuah SPPG lokal.

Insiden ini mendadak viral setelah Ridwan mengunggah video pengakuan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia terlihat berada di depan Mapolsek Tanggeung untuk mencari keadilan atas kekerasan fisik yang diduga diterimanya.

Kronologi Protes yang Berakhir Kericuhan

Peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/2026) siang, saat Ridwan mendatangi lokasi SPPG di Kecamatan Pasirkuda. Kedatangannya bertujuan untuk mengkritisi transparansi anggaran menu MBG yang dibagikan hari itu, yang menurutnya tidak sebanding dengan harga yang dipatok.

“Saya datang untuk menanyakan soal MBG, yang dinilai tidak sesuai harga. Yang dibagikan itu nominalnya kemahalan,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:  Sorak Sorai Siswa Sambut Prabowo saat Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Alih-alih mendapatkan penjelasan yang memadai, Ridwan mengaku justru mendapatkan perlakuan kasar dari sejumlah oknum di lokasi tersebut. Ia menyebut dirinya diusir secara paksa hingga terjadi kontak fisik.

“Sambil diusir itu leher saya dicekik, kemudian kepala bagian kiri saya seperti ada yang memukul sebanyak dua kali,” jelas Ridwan merinci dugaan kekerasan yang ia alami.

Baca Juga:  Jaringan Judi Online Kamboja Dibongkar, Polres Cianjur Buru Mahasiswi Asal Banten

Sikap Tegas Korban: Hukum Harus Tetap Berjalan

Meski pihak terkait mungkin berniat melakukan mediasi, Ridwan secara lantang menyatakan bahwa dirinya tidak akan mencabut laporan. Ia ingin kasus ini menjadi pelajaran agar transparansi program pemerintah tetap terjaga tanpa adanya intimidasi.

“Sudah saya laporkan. Kalau ada dari pihak SPPG datang untuk minta maaf silakan, tapi proses hukum berlanjut,” tegasnya.

Penjelasan Pihak Kepolisian

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Tanggeung, Iptu Budi Setia Yuda, membenarkan adanya aduan dari warga terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman informasi.

Baca Juga:  Gita KDI Gerebek Pasar Cianjur, Serap Keluhan Pedagang dan Pelaku UMKM

“Kalau laporan polisi (LP) belum, baru sebatas dumas (aduan masyarakat), tapi tetap kami tindaklanjuti,” ucap Iptu Budi.

Pihak Polsek sebenarnya sudah berupaya mempertemukan pihak-pihak terkait untuk melakukan klarifikasi awal. Namun, agenda tersebut belum membuahkan hasil karena ketidakhadiran pelapor dalam jadwal yang ditentukan sebelumnya.

“Kami sudah berusaha kumpulkan semuanya agar perkara ini jelas. Tapi pelapor (Ridwan) tidak datang. Kami agendakan pertemuan ulang semua pihaknya,” pungkas Kapolsek.

Kini, publik menanti kelanjutan kasus ini, mengingat isu Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang menjadi perhatian nasional dan sensitif di mata masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Makan Bergizi Gratis Pasirkuda penganiayaan Polsek Tanggeung viral media sosial
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian

Nisa Saleha Resmi Laporkan Oknum Perawat RSHS ke Polda Jabar

Tinjau Banjir Rancaekek dan Tanggul Jebol di Solokanjeruk, Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Kolaborasi Penanganan Bencana

Ilustrasi PNS.

3 ASN Bandung Ketahuan Langgar WFH, Sanksi Berat Menunggu?

Kirim Uang Cepat dan Murah, bank bjb Tawarkan Bonus Menarik

Emas Antam Melemah, Ini Rincian Harga Lengkap Terbaru

Terpopuler
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.