Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Minggu, 28 Juni 2026 10:39 WIB

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Minggu, 28 Juni 2026 09:44 WIB

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Minggu, 28 Juni 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
  • Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory
  • Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gelar Rembug Bedas, Bupati Bandung Turun Langsung Serap Aspirasi Masyarakat

By SusanaKamis, 14 Maret 2024 14:00 WIB4 Mins Read
Bupati Bandung Dadang Supriatna. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sambil ngabuburit, Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan kegiatan Rembug Bedas ke-90 dan ke-91 di Aula Desa Ciluncat Kecamatan Cangkuang dan Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (13/3/2024).

Pelaksanaan Rembug Bedas kali ini merupakan kegiatan Rembug Bedas pertama di bulan Ramadhan 1445 H.

Diketahui, Rembug Bedas merupakan ajang silaturahmi antara Bupati Bandung dengan masyarakat untuk berdialog tentang kebijakan, program, permasalahan, sekaligus dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.

Masyarakat tampak antusias menyambut kehadiran Bupati Dadang Supriatna yang didampingi Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna dan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bandung.

Saking antusiasnya warga yang ingin bertemu dengan Bupati Dadang Supriatna, arus lalu lintas Jalan Ciluncat sempat mengalami macet total akibat kerumunan warga yang ingin menyambut bupati.

Berbagai lapisan masyarakat mulai dari Ketua RT, Ketua RW, PKK, Posyandu, LPMD, Perangkat Desa, BPD, tokoh masyarakat, guru ngaji, tokoh pemuda, ormas maupun organisasi kepemudaan turut menyambut kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu.

Kepala Desa Ciluncat, H Dadan Dahyana mengatakan ia dan warga Desa Ciluncat sangat gembira dengan kehadiran Bupati Dadang Supriatna di desa mereka.

Dadan mengungkapkan sudah sejak lama warga menantikan kehadiran Bupati Bandung di Desa Ciluncat untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung.

Baca Juga:  Dukungan untuk Dadang Supriatna Agar Kembali Jadi Bupati Bandung Periode Kedua

“Terima kasih Pak Bupati sudah hadir di Desa Ciluncat. Kami sangat berterima kasih atas berbagai programnya yang luar biasa dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami,” ujar Dadan seraya disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir.

Dadan menyebut berbagai program seperti program pemberian insentif guru ngaji, RT/RW, linmas, kartu tani, hingga program pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan, betul-betul sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya membandingkan dari Bupati ke Bupati, baru Pak Dadang Supriatna yang perhatiannya sangat terasa oleh masyarakat. Kami mendoakan Pak Bupati agar kembali mendapat amanah masyarakat di 2024,” ujar Dadan yang juga mantan birokrat ini.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah warga pun menyampaikan ungkapan terima kasih dan harapan-harapannya kepada Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna.

Selain itu, ada pula yang mengeluhkan soal minimnya fasilitas sekolah, yang langsung direspon bupati dengan memberikan bantuan CSR.

“Program-program Pak Bupati sangat terasa manfaatnya oleh kami. Karaos pisan. Kami berharap program-program yang berpihak kepada masyarakat ini dilanjutkan. Semoga Pak Bupati terpilih kembali di Pilkada 2024,” ujar tokoh masyarakat Ciluncat, Ustadz Aye.

Sementara itu, Kepala Desa Jatisari H. Dayat Hidayat mengucapkan selamat datang kepada Bupati Bandung dan rombongan. Ia pun mengapresiasi Desa Jatisari mendapatkan kesempatan melaksanakan Rembug Bedas.

Pada kesempatan tersebut, seorang warga bernama Hamdan di Desa Jatisari Kutawaringin, juga turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Rembug Bedas tersebut.

Baca Juga:  PD Persis Kabupaten Bandung Resmi Dukung Pasangan Bedas di Pilkada 2024

“Pelaksanaan Rembug Bedas ini sangat luar biasa, karena para pejabat turun langsung ke lapangan untuk mensosialisasikan program-program Pak Bupati Bandung. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum,” katanya.

Hamdan juga turut mempertanyakan regulasi dan persyaratan yang mendapatkan program insentif guru ngaji. Karena, masih ada guru ngaji di Desa Jatisari yang belum mendapatkan program tersebut.

Selain itu, warga Desa Jatisari lainnya, Rudi mempertanyakan terkait program unggulan atau program prioritas Bupati Bandung, khususnya program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan, karena masih ada warga yang belum tahu.

Disisi lain, Ketua RW di Desa Jatisari, Agus Hendrayana menginformasikan kondisi jalan rusak di Desa Jatisari.

“Saya minta kepada pemerintah untuk mendahulukan perbaikan jalan desa di Desa Jatisari,” katanya.

Atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, Kang DS langsung merespon diantaranya berkaitan dengan harapan masyarakat untuk perbaikan jalan di Desa Jatisari.

Di Desa Jatisari sepanjang 4 km masih rusak, dan diharapkan bisa diperbaiki secara bertahap.

“Kumaha caranya, jalan harus diperbaiki. Minimal bisa diperbaiki secara bertahap sepanjang 1 sampai 2,5 km dulu,” katanya.

Terkait dengan pertanyaan warga tentang insentif guru ngaji, Kang DS mengatakan bahwa Pemkab Bandung sudah menyiapkan kuota untuk 17.000 guru ngaji dengan anggaran Rp 109 miliar.

Baca Juga:  Harlah MUI ke-49, Dadang Sebut Ulama Garda Terdepan Jaga Keutuhan Bangsa dan Kemaslahatan Umat

“Kriteria guru ngaji ini, yaitu memiliki kemampuan dan tidak terikat pendidikan formal. Mendapatkan insentif Rp 350.000/bulan, dan kartu BPJS Kesehatan untuk empat orang anggota keluarga. Disaat guru ngaji meninggal dunia, keluarganya mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta. Itu manfaatnya BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Kemudian, Kang DS mengungkapkan Pemkab Bandung sudah menerima 305 penghargaan selama 2 tahun 10 bulan dirinya menjadi Bupati Bandung.

Kang DS pun turut menjelaskan tentang pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagaimana yang diungkapkan warga. Tujuannya, untuk memberantas bank emok.

“Bank emok ini merusak karakter masyarakat karena bunganya 28 persen per bulan. Kalau ini dibiarkan bahaya bagi masyarakat,” katanya.

Kang DS mengatakan, program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan itu, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Kang DS memaparkan terkait Pemkab Bandung memprogramkan 88.000 petani di Kabupaten Bandung untuk mendapatkan hibah. Sebelumnya, Pemkab Bandung sudah menggelontorkan anggaran hibah Rp 25 miliar untuk 50.000 petani, dan sisanya 33.000 petani lagi akan mendapatkan program hibah secara bertahap.

“Diharapkan kedepannya bisa dianggarkan lagi sebesar Rp 40 miliar untuk pemberian hibah kepada 88.000 petani di Kabupaten Bandung,” katanya.

“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Bandung mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bandung,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aspirasi Bupati Bandung Dadang Supriatna Rembug Bedas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.