bukamata.id – Wilayah Jawa Timur kembali diguncang aktivitas tektonik pada Selasa sore (26/5/2026). Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengejutkan warga di pesisir Tenggara Jember tepat pada pukul 15.39 WIB.
Berdasarkan analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut pada koordinat 9,07° LS dan 113,82° BT, atau sekitar 99 kilometer arah Tenggara Kota Jember. Dengan kedalaman hanya 14 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh deformasi batuan di dalam lempeng bumi.
Pola Pergerakan Strike-Slip
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa mekanisme sumber gempa ini menunjukkan pola pergerakan geser horizontal atau strike-slip. Meski kekuatannya menengah, guncangan merambat cukup luas hingga dirasakan di berbagai daerah dengan intensitas yang bervariasi.
Guncangan paling kuat tercatat di Kabupaten Jember dengan skala IV MMI. Pada skala ini, warga yang berada di dalam ruangan akan merasakan getaran yang cukup nyata. Sementara itu, di Banyuwangi, getaran tercatat pada skala III hingga IV MMI.
Suasana serupa dialami warga di Bondowoso, Kuta Selatan, hingga Kota Malang, di mana skala intensitas III MMI membuat warga merasakan getaran seolah ada truk besar yang melintas di depan rumah. Guncangan yang lebih lembut (skala II-III MMI) juga dilaporkan sempat menyapa warga Denpasar, Blitar, dan Trenggalek.
Warga Berbagi Cerita
Meskipun BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, dampaknya cukup membuat warga waspada. Widi (53), seorang warga di kawasan Dalung Permai, Kabupaten Badung, menuturkan pengalamannya saat gempa terjadi.
Saat sedang bersantai di ruang tamu, ia mendadak merasakan ayunan halus. “Ya, tadi saya merasakan ada sedikit getaran halus,” ujarnya singkat.
Hingga laporan ini diturunkan pada pukul 15.55 WIB, pihak BMKG menyatakan belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu memantau informasi resmi dari kanal-kanal komunikasi BMKG serta tidak terpengaruh oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










