bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya mulai beroperasi pada akhir 2027. Kehadiran transportasi massal tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan menjadi solusi mobilitas masyarakat di kawasan Cekungan Bandung.
Hal itu disampaikan Dedi usai menghadiri groundbreaking proyek pembangunan BRT Bandung Raya di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Menurut Dedi, pembangunan BRT menjadi kabar baik bagi masyarakat Bandung Raya karena akan melayani seluruh wilayah aglomerasi, termasuk Kabupaten Sumedang yang terhubung melalui kawasan Jatinangor.
“Ini adalah kegembiraan bagi masyarakat Bandung Raya, termasuk di dalamnya ada Sumedang. Jatinangor yang sangat dekat dengan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung merupakan bagian dari wilayah kerja BRT,” ujar Dedi.
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan sehingga proyek tersebut dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik.
“Kita berharap penyelenggaraan kegiatan pembangunannya berjalan aman, lancar, tidak ada gangguan, dan bisa melahirkan kualitas pembangunan yang bermutu tinggi serta cepat digunakan bagi warga masyarakat di sekitar Bandung Raya,” katanya.
Dedi menegaskan, layanan BRT nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Bandung, tetapi juga seluruh masyarakat yang tinggal, bekerja, maupun berkunjung ke wilayah Bandung Raya.
“Layanannya bukan hanya masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya, tetapi ini layanan untuk semua warga yang berada di wilayah Bandung Raya. Artinya, transportasi itu terbuka untuk semua kalangan,” ucapnya.
Terkait target operasional, Dedi optimistis BRT dapat mulai melayani masyarakat pada akhir 2027, bahkan tidak menutup kemungkinan selesai lebih cepat.
“2027 di akhir. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Ya karena kan Jawa Barat punya Sangkuriang, jadi bisa cepat,” ujarnya berseloroh.
Menanggapi pertanyaan mengenai keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai investor utama proyek BRT, Dedi menjelaskan bahwa saat ini anggaran provinsi harus dibagi secara merata untuk pembangunan di seluruh daerah.
“Anggaran Jawa Barat bukan hanya untuk Kota Bandung, tetapi untuk wilayah se-Provinsi Jawa Barat. Nanti kalau terfokus semuanya di Kota Bandung, orang Garut enggak kebagian jalan. Sekarang kita fokus membangun infrastruktur yang merata dan berkeadilan,” jelasnya.
Meski demikian, Dedi membuka peluang Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi investor tunggal untuk proyek serupa di masa mendatang setelah pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah telah tercapai.
“Ke depan, setelah itu terbangun semuanya, bisa jadi nanti Provinsi Jawa Barat menjadi investor tunggal,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









