Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Sabtu, 27 Juni 2026 13:09 WIB

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Sabtu, 27 Juni 2026 12:30 WIB

Pendaftaran Online SSK Jabar Dibuka 30 Juni 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 11:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja
  • Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU
  • Pendaftaran Online SSK Jabar Dibuka 30 Juni 2026
  • Ukir Sejarah Baru, Bek Persib Jadi Pemain Liga 1 Pertama yang Merumput di Piala Dunia
  • Viral Video Duel ala Gladiator Pelajar SMK di Cianjur, Polisi Buka Suara
  • Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?
  • Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa
  • Sejarah Baru di Boston! Ousmane Dembele Catat Rekor Hattrick Tercepat Piala Dunia dalam 72 Tahun Terakhir
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

By Aga GustianaSabtu, 27 Juni 2026 13:09 WIB2 Mins Read
Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan wanita di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nasib pilu menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Ia menjadi korban penyanderaan sekaligus kekerasan fisik ekstrem yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30). Akibat deretan penganiayaan sadis yang dialaminya, saat ini korban masih harus mendapatkan penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, membeberkan bahwa tindakan keji tersebut bersumber dari rasa cemburu buta pelaku. Selain itu, tersangka juga kerap menjadikan korban sebagai pelampiasan emosinya akibat tekanan dari beban kerja sehari-hari.

“Saya ingin menyampaikan modus operandinya. Tersangka memukul korban dengan tangan kosong, benda keras seperti besi, menggunakan senjata tajam, menggunakan helm, menyudut dengan rokok, menempatkan korban di kamar kos, dan tidak dibolehkan keluar, dikunci dari luar dan ini dilakukan secara berulang-ulang, dari bulan Mei 2024 hingga Juni 2026,” kata Rudi, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga:  Polda Jabar Bentuk Tim Khusus Selidiki Tindakan Represif Polisi saat Ricuh di Dago Elos

Misteri Botol Infus di Kamar Kos Persembunyian

Saat melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar kos milik pelaku, tim penyidik menemukan benda yang tidak biasa berupa botol bekas cairan infus. Fakta ini memicu kecurigaan polisi bahwa tersangka sempat mencoba merawat luka-luka korban secara sepihak agar aksinya tidak terendus oleh lingkungan sekitar selama menyekap korban.

Baca Juga:  Proyek Rp29 Miliar Bermasalah, Dua Pejabat Kuningan Resmi Ditahan

“Penyidik lakukan olah TKP, semua benda di TKP dianalisa. Betul ada infus di sana, kita dalami, pernah ada upaya menyembuhkan atau mengobati,” ujarnya.

Berdasarkan kesaksian yang dituturkan YTR di hadapan penyidik, kekasihnya yang bekerja sebagai penagih utang (debt collector) itu selalu meluapkan kekesalan padanya setiap kali mendapati masalah saat bertugas di lapangan.

“Korban berikan keterang cemburu yang besar, kemudian kekesalan terhadap pejekrejaan, pekerjaannya adalah debt collector, jika alami kesulitan (hambatan) dalam pekerjaan ya cekcok,” terang Rudi.

Baca Juga:  Ingin Polda Jabar Miliki Gedung Keren, Ridwan Kamil Beri Dana Hibah Rp100 Miliar

Di samping mendalami aspek penganiayaan fisik dan penyanderaan berbulan-bulan, aparat kepolisian juga tengah mengonfirmasi rumor mengenai keberadaan rajah atau tato pada tubuh korban demi memastikan ada tidaknya keterkaitan dengan unsur pidana yang sedang disidik.

“Tatto saya belum lihat, tapi saya dengar, semua kita dalami, tapi kalau tidak ada hubungan pidana kita abaikan, terkait persangkaan yang dituduhkan kita kejar,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kriminal bandung Penganiayaan Rancaekek penyekapan Bandung Polda Jabar Taufik Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Pendaftaran Online SSK Jabar Dibuka 30 Juni 2026

Viral Video Duel ala Gladiator Pelajar SMK di Cianjur, Polisi Buka Suara

Dedi Mulyadi Tegas! Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Kasus Penganiayaan di Bandung

Depan Umum Dihantam, Di Ruang Tertutup Disekap 3 Tahun: Ada Apa dengan Pria-pria Ini?

Tangis Penyesalan Taufik Hidayat? Tersangka Penganiayaan YTR Akhirnya Minta Maaf

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.