bukamata.id – Peta persaingan merebut tampuk kepemimpinan sepak bola dunia mendadak bergolak. Sosok yang selama ini identik dengan eksekusi tendangan bebas mematikan, David Beckham, mendadak masuk dalam bursa pencalonan Presiden FIFA berikutnya.
Laporan eksklusif beIN Sports mengungkapkan bahwa gerak-gerik dukungan mulai bermunculan dari sejumlah federasi di bawah naungan UEFA. Mereka dikabarkan sedang menggalang kekuatan untuk mengusung eks kapten Timnas Inggris tersebut sebagai penantang utama Gianni Infantino.
Hingga mendekati pengujung Oktober, Infantino sebenarnya melagang melenggang tanpa oposisi untuk mengamankan periode keempatnya. Namun, wacana kehadiran Beckham berpotensi mengubah peta politik olahraga paling populer di bumi ini secara drastis.
Mengapa Federasi Eropa Mendorong Figur Baru?
Gagasan menyorongkan nama Beckham tidak lahir tanpa alasan. Sejumlah asosiasi sepak bola di Benua Biru dilaporkan mulai gerah dengan arah kepemimpinan Infantino. Sang incumbent dinilai terlalu gencar menjadikan sepak bola sebagai komoditas komersial semata.
Ketidakpuasan tersebut makin mencuat seiring polemik rencana komersialisasi hak pengelolaan Piala Dunia yang dinilai mencederai marwah kompetisi. Situasi ini memicu keinginan kuat dari para anggota federasi untuk menghadirkan calon tandingan ketimbang membiarkan Infantino melaju tanpa perlawanan pada kongres pemilihan Maret 2027 mendatang.
Kendati demikian, waktu terus berjalan. Batas akhir pendaftaran nama calon resmi akan ditutup pada 18 November. Pihak Beckham sendiri sampai saat ini masih memilih bungkam dan belum memberikan konfirmasi resmi terkait rumor panas ini.
Deretan Modal Kuat Seorang ‘Becks’
Jika benar-benar bersedia turun ke gelanggang, pria berusia 51 tahun itu dinilai memiliki paket komplit yang jarang dimiliki figur birokrat murni:
- Silsilah Lapangan Hijau: Sebagai mantan bintang Manchester United, Real Madrid, AC Milan, hingga PSG, Beckham paham betul seluk-beluk dinamika pemain dan kebutuhan teknis sepak bola.
- Jejak Manajerial & Diplomasi: Keberhasilannya membangun klub Inter Miami di Amerika Serikat—termasuk manuver fenomenalnya memboyong Lionel Messi—membuktikan kapasitasnya sebagai eksekutif ulung.
- Jembatan Antar-Kawasan: Pengalamannya di Eropa dan Amerika membuat figur bergelar Sir ini dinilai mampu menyatukan kepentingan federasi Eropa (UEFA), Amerika Utara (CONCACAF), hingga Amerika Selatan (CONMEBOL).
- Reputasi dan Kerja Sama Global: Beckham merupakan duta kemanusiaan aktif dan kerap terlibat dalam berbagai kampanye resmi FIFA, membuatnya memiliki hubungan yang cukup hangat dengan jajaran pengurus pusat.
Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan Beckham. Apakah ia bakal mengambil risiko melangkah ke panggung politik tertinggi olahraga, atau memilih tetap berada di balik layar sebagai pemilik klub? Jawabannya akan terkuak sebelum tenggat pertengahan November mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









