bukamata.id – Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (14/9/2025) pukul 07.33 WIB. Dalam sepekan terakhir, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini sudah erupsi sebanyak 40 kali.
Mengutip laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 700 meter di atas puncak (4.376 meter di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara.
Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 147 detik.
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru berada di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 14 September 2025 pukul 00.00–23.59 WIB menunjukkan 44 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13–22 milimeter dan durasi 55–151 detik.
Selain itu, tercatat empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–8 milimeter dan durasi 33–61 detik serta dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 8 milimeter dan durasi 96–170 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Sepanjang tahun 2025, MAGMA Indonesia telah merekam 6.091 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru menjadi gunung paling aktif dengan 2.442 kali letusan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











