Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur

Rabu, 12 Agustus 2026 15:04 WIB

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Rabu, 12 Agustus 2026 15:02 WIB

Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!

Rabu, 12 Agustus 2026 14:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur
  • Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!
  • Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!
  • Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih
  • MUI Ikut Campur Mulu? Aturan Baru 17 Agustusan Bikin Kreativitas Karnaval Bentrok dengan Batasan Syariat?
  • Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!
  • Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PVMBG Sebut Kubah Lava di Puncak Jadi Masalah Gunung Semeru

By Putra JuangJumat, 16 Februari 2024 17:28 WIB2 Mins Read
Gunung Semeru (Foto: Antara)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivitas fulkanik Gunung Semeru terus menunjukkan fluktuasi hingga saat ini. Berbagai kejadian seperti letusan, guguran, embusan dan aktivitas tektonik masih sering terdeteksi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan mengatakan, masalah dari Gunung Semeru adalah kubah lava yang ada di puncak.

“Berkenaan dengan aktivitas fulkanik Gunung Api Semeru ini memang kebetulan satu minggu yang lalu di Gunung Semeru terjadi awan panas dengan jarak 1500 meter,” ucap Hendra dalam konferensi pers di Ruang Informasi PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro No 57 Bandung, Jumat (16/2/2024).

“Masalah dari Gunung Semeru adalah kubah lava yang ada di puncak. Masih segar diingatan kita pada tahun 2022 dengan semburan yang cukup besar tersebut memberikan dampak bahaya tambahan, jarak awan panas melebihi 11 km,” tambahnya.

Hendra mengungkapkan, Gunung Semeru ini terlihat seperti biasa saja namun justru mengandung potensi bahaya yang harus diantisipasi terutama dengan pertumbuhan lava.

“Dan juga kubahnya yang semakin lama semakin tinggi. Jadi perlu dicatat bahwa tahun 2022 itu kubah lavanya mungkin bisa mencapai tingginya 300-an meter dari dasar kawah,” ungkapnya.

Menurutnya, hal inilah yang perlu diketahui oleh masyarakat. Meski aktivitas gempanya tidak terlalu signifikan namun hal itu bisa terjadi kapan saja.

“Ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat, dengan gempa-gempanya yang tidak terlampau signifikan, tapi ini bisa kapan saja terjadi dan ini sudah terbukti tanggal 9 februari terjadi awan panas 1500 meter,” katanya.

Hendra menyebut, banyak pihak yang berpendapat jika awan panas tersebut akibat adanya curah hujan.

“Apakah ini berkat curah hujan, tingginya kubah lava, hingga mengabitkan jarak luncur awan panas jauh lebih dari 11 km,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Semeru untuk turut waspada dengan mengikuti perkembangan dari gunung api tersebut.

“Masyarakat di sekitar Gunung Semeru terutama ke arah Sungai Kobokan agar terus mewaspadai dengan mengikuti perkembangan,” ujarnya.

“Selain dari historisnya yang berpotensi bahaya, dari data-data, dari hasil moderenisasi peralatan yang baru dipasang, baru sekarang tergambarkan bahwa apa yang terjadi sekarang gempa-gempa selama berapa berapa bulan, bahkan minggu belakangan ini memang ada sumber magma pada kedalaman kilometer,” sambungnya.

Hendra pun memandang, jika saat ini Gunung Semeru dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

“Sebetulnya parameter semua positif, bahwa ini gunung sedang tidak baik baik saja. Hanya yang perlu ditekankan adalah antisipasi kalau ini awan panasnya bisa mencapai sampai jarak yang jauh,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gunung Semeru PVMBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur

Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih

MUI Ikut Campur Mulu? Aturan Baru 17 Agustusan Bikin Kreativitas Karnaval Bentrok dengan Batasan Syariat?

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.