Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Sabtu, 26 September 2026 17:34 WIB

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Sabtu, 26 September 2026 17:27 WIB

Krisis Fasilitas hingga Jadwal Super Padat, Kapten Persib: Kata Kuncinya Bertahan

Sabtu, 26 September 2026 16:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat
  • Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025
  • Krisis Fasilitas hingga Jadwal Super Padat, Kapten Persib: Kata Kuncinya Bertahan
  • Viral Kedok Terbongkar! Ngaku Tak Makan, Ceu Epon Tasikmalaya Borong Emas Puluhan Juta Kontan?
  • Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman
  • Cucun Ahmad Syamsurijal Sambut Baik Alih Kelola Universitas Bandung, Targetkan Lulusan Siap Kerja
  • Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta
  • Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PVMBG Sebut Kubah Lava di Puncak Jadi Masalah Gunung Semeru

By Putra JuangJumat, 16 Februari 2024 17:28 WIB2 Mins Read
Gunung Semeru (Foto: Antara)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivitas fulkanik Gunung Semeru terus menunjukkan fluktuasi hingga saat ini. Berbagai kejadian seperti letusan, guguran, embusan dan aktivitas tektonik masih sering terdeteksi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan mengatakan, masalah dari Gunung Semeru adalah kubah lava yang ada di puncak.

“Berkenaan dengan aktivitas fulkanik Gunung Api Semeru ini memang kebetulan satu minggu yang lalu di Gunung Semeru terjadi awan panas dengan jarak 1500 meter,” ucap Hendra dalam konferensi pers di Ruang Informasi PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro No 57 Bandung, Jumat (16/2/2024).

“Masalah dari Gunung Semeru adalah kubah lava yang ada di puncak. Masih segar diingatan kita pada tahun 2022 dengan semburan yang cukup besar tersebut memberikan dampak bahaya tambahan, jarak awan panas melebihi 11 km,” tambahnya.

Baca Juga:  Ancam 36 Rumah, PVMBG Analisa Penyebab Pergerakan Tanah di Cigombong

Hendra mengungkapkan, Gunung Semeru ini terlihat seperti biasa saja namun justru mengandung potensi bahaya yang harus diantisipasi terutama dengan pertumbuhan lava.

“Dan juga kubahnya yang semakin lama semakin tinggi. Jadi perlu dicatat bahwa tahun 2022 itu kubah lavanya mungkin bisa mencapai tingginya 300-an meter dari dasar kawah,” ungkapnya.

Menurutnya, hal inilah yang perlu diketahui oleh masyarakat. Meski aktivitas gempanya tidak terlalu signifikan namun hal itu bisa terjadi kapan saja.

Baca Juga:  PVMBG Tetapkan Status Waspada Imbas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT

“Ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat, dengan gempa-gempanya yang tidak terlampau signifikan, tapi ini bisa kapan saja terjadi dan ini sudah terbukti tanggal 9 februari terjadi awan panas 1500 meter,” katanya.

Hendra menyebut, banyak pihak yang berpendapat jika awan panas tersebut akibat adanya curah hujan.

“Apakah ini berkat curah hujan, tingginya kubah lava, hingga mengabitkan jarak luncur awan panas jauh lebih dari 11 km,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Semeru untuk turut waspada dengan mengikuti perkembangan dari gunung api tersebut.

“Masyarakat di sekitar Gunung Semeru terutama ke arah Sungai Kobokan agar terus mewaspadai dengan mengikuti perkembangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Status Gunung Ruang Turun Jadi Siaga, PVMBG Rekam 1 Kali Gempa Hari Ini

“Selain dari historisnya yang berpotensi bahaya, dari data-data, dari hasil moderenisasi peralatan yang baru dipasang, baru sekarang tergambarkan bahwa apa yang terjadi sekarang gempa-gempa selama berapa berapa bulan, bahkan minggu belakangan ini memang ada sumber magma pada kedalaman kilometer,” sambungnya.

Hendra pun memandang, jika saat ini Gunung Semeru dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

“Sebetulnya parameter semua positif, bahwa ini gunung sedang tidak baik baik saja. Hanya yang perlu ditekankan adalah antisipasi kalau ini awan panasnya bisa mencapai sampai jarak yang jauh,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PVMBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman

Cucun Ahmad Syamsurijal Sambut Baik Alih Kelola Universitas Bandung, Targetkan Lulusan Siap Kerja

Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.