bukamata.id – Kehadiran Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, dalam kegiatan edukasi politik di SMKN 9 Bandung disambut antusias oleh ratusan siswa dan tenaga pengajar. Suasana dialog berlangsung sangat interaktif dengan tingginya rasa ingin tahu para pelajar.
Sebagai generasi muda yang akan menjadi pemilih pemula, para siswa SMKN 9 Bandung memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk membedah secara kritis fungsi dan tugas utama lembaga legislatif dalam sistem demokrasi di Indonesia.
Dalam sesi tanya jawab, para siswa tidak hanya melontarkan pertanyaan teoretis, melainkan mempertanyakan mekanisme praktis bagaimana suara dan keluhan masyarakat kecil diserap oleh para wakil rakyat di parlemen.
Salah seorang siswi kelas X, Alena, tampil menjadi penanya pertama yang menanyakan pintu-pintu masuk aspirasi publik agar bisa ditangkap oleh anggota DPRD di daerah pemilihan.
“Perkenalkan nama saya Alena dari sepuluh 1. Ingin bertanya bagaimana cara DPRD bisa menerima aspirasi dari masyarakat di daerah?” tanya Alena lugas di hadapan narasumber.
Pertanyaan Alena tersebut kemudian memicu diskusi lebih dalam. Siswa lainnya, Rizky Masawasi dari kelas XI, memberikan pertanyaan lanjutan mengenai kepastian eksekusi dari aspirasi yang sudah ditampung.
Rizky menyoroti kekhawatiran masyarakat bahwa aspirasi warga seringkali hanya sebatas ditampung dalam catatan rapat tanpa pernah direalisasikan menjadi program nyata atau regulasi.
“Sebetulnya itu pertanyaan kelanjutan dari teman saya tadi, bagaimana aspirasi bisa diterima oleh DPRD,” kata Rizky mengawali pertanyaannya.
Ia menekankan pentingnya komitmen wakil rakyat untuk mengawal aspirasi tersebut hingga mewujud dalam bentuk pembangunan yang riil di lapangan.
“Tetapi lanjutnya saya menanyakan, bagaimana jika suatu aspirasi itu diterima, tetapi direalisasikan juga, bukan hanya diterima sedikit, tapi direalisasikan. Terima kasih,” ujar Rizky memperjelas rasa penasaran rekan-rekannya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










