Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa

Minggu, 25 Oktober 2026 18:32 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

Minggu, 25 Oktober 2026 17:30 WIB

Lawan Main Seperti Perang! Dedi Kusnandar Ungkap Beratnya Jadi Persib

Minggu, 25 Oktober 2026 16:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa
  • 7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP
  • Lawan Main Seperti Perang! Dedi Kusnandar Ungkap Beratnya Jadi Persib
  • Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang
  • Bukan Cuma Modal Tampan! Alasan Gede Ais Bikin Geger Mister International 2026 Hingga Tembus 3 Besar
  • Senjata Persib Kembali! Beckham dan Ragnar Siap Gempur Garudayaksa
  • Bukan Cuma Nostalgia, 5 Tempat Makan Jadul Bandung Ini Rasanya Tak Pernah Berubah
  • Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Harga N95 Meroket: Pakai Masker Berlapis Ampuh Tangkal Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru

By Aga GustianaSenin, 7 September 2026 13:18 WIB2 Mins Read
Masker N95. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan harga masker jenis respirator seperti N95 dan KN95 melanda sejumlah daerah imbas sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. Situasi ini memicu masyarakat beralih ke masker bedah dan mengandalkan teknik double masking (penggunaan dua masker sekaligus) untuk memperketat benteng perlindungan pernapasan.

Namun, timbul pertanyaan di tengah publik: seberapa ampuh penggabungan dua masker dalam memblokir partikel halus abu vulkanik?

Spesialis paru RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), memaparkan bahwa pemakaian dua masker berlapis memang diperbolehkan untuk mendongkrak daya saring. Kendati demikian, tingkat lonjakan efektivitasnya secara pasti belum teruji melalui penelitian ilmiah khusus.

“Di-double boleh. Tapi memang di dalam literatur-literatur itu belum ada studi menunjukkan kalau di-double bisa memfiltrasi berapa persen,” ujar Prof Agus.

Baca Juga:  Misteri Hilangnya Kapal Angkut 5 Jurnalis: Kapolda Banten Ungkap Kronologi hingga Identifikasi ABK

Ia menjabarkan bahwa secara teknis, masker bedah standar mengantongi daya filtrasi di rentang 50 hingga 60 persen. Sementara itu, respirator kelas N95 sanggup menyaring hingga 95 persen partikel berbahaya. Menggunakan dua masker diyakini mampu memberi proteksi lebih, meski persentase peningkatannya masih memerlukan pembuktian laboratorium.

Baca Juga:  Warga Kabupaten Bandung Dimbau Pakai Masker, Kualitas Udara Tembus Kategori Tidak Sehat

Di samping ketebalan proteksi, Prof Agus menekankan krusialnya penggantian masker secara rutin. Paparan uap napas dapat memicu kelembapan yang menurunkan kinerja penyaringan.

“Harus secara berkala diganti. Termasuk N95, kalaupun Anda pakai pada pekerja di luar misalnya kerjanya sudah 6 jam, 8 jam harus diganti,” jelasnya.

Terkait skenario penggunaan masker kain yang dilapisi masker medis, Prof Agus mengingatkan bahwa material kain memiliki performa yang sangat minim dalam menahan debu halus abu vulkanik.

“Masker kain saja, itu filtrasinya hanya 10 persen. Kecil sekali, bahkan dikatakan hampir sama seperti orang nggak pakai masker karena masker kain tidak disetting untuk memfiltrasi terhadap partikulat halus,” katanya.

Baca Juga:  Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau: Kelompok Rentan Diimbau Waspada Kerusakan Paru

Oleh karena itu, jika masyarakat ingin menerapkan metode double masking tanpa masker N95, Prof Agus lebih merekomendasikan penggunaan dua masker bedah sekaligus ketimbang mencampurnya dengan masker kain.

“Anda lebih baik masker bedah di-double dua saja itu lebih bagus, karena sudah jelas satu masker 50 persen. Kalau dua masker mungkin naik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau masker N95
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Modal Tampan! Alasan Gede Ais Bikin Geger Mister International 2026 Hingga Tembus 3 Besar

Bukan Cuma Nostalgia, 5 Tempat Makan Jadul Bandung Ini Rasanya Tak Pernah Berubah

Playing Victim?! Disuruh Empati Malah Bawa-bawa Politik, Warganet Kasih Faham Irenna Kristyn!

Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini Rp2.579.000, Buyback Turun

Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun, Ini Daftar 6 Bansos dan Diskon yang Cair Hingga Akhir 2026

Jelajah Rasa di Kota Militer: 10 Wisata Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.