Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga N95 Meroket: Pakai Masker Berlapis Ampuh Tangkal Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru

Senin, 7 September 2026 13:18 WIB

Di Mana Istri Om Maxim? Kini Tri Rama Dandi Justru Umrah Bersama Faiz

Senin, 7 September 2026 13:04 WIB

Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta: 624 Penerbangan Batal Terbang, 75 Ribu Penumpang Terjebak

Senin, 7 September 2026 12:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga N95 Meroket: Pakai Masker Berlapis Ampuh Tangkal Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru
  • Di Mana Istri Om Maxim? Kini Tri Rama Dandi Justru Umrah Bersama Faiz
  • Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta: 624 Penerbangan Batal Terbang, 75 Ribu Penumpang Terjebak
  • Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Letusan Panjang Reda, Potensi Bahaya Masih Tinggi
  • Buruan Coba! Kode Redeem FF Hari Ini 7 September 2026, Jangan Sampai Kehabisan
  • Bansos September 2026 Cair Lagi? Cek Jenis Bantuan dan Status Penerima dengan NIK
  • Igor Tolic Terharu! Koreografi Bobotoh dan Comeback Dramatis Persib Bikin Merinding
  • Disdik Bandung Wajibkan Siswa dan Guru Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik Krakatau
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 7 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Harga N95 Meroket: Pakai Masker Berlapis Ampuh Tangkal Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru

By Aga GustianaSenin, 7 September 2026 13:18 WIB2 Mins Read
Masker N95. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan harga masker jenis respirator seperti N95 dan KN95 melanda sejumlah daerah imbas sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. Situasi ini memicu masyarakat beralih ke masker bedah dan mengandalkan teknik double masking (penggunaan dua masker sekaligus) untuk memperketat benteng perlindungan pernapasan.

Namun, timbul pertanyaan di tengah publik: seberapa ampuh penggabungan dua masker dalam memblokir partikel halus abu vulkanik?

Spesialis paru RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), memaparkan bahwa pemakaian dua masker berlapis memang diperbolehkan untuk mendongkrak daya saring. Kendati demikian, tingkat lonjakan efektivitasnya secara pasti belum teruji melalui penelitian ilmiah khusus.

“Di-double boleh. Tapi memang di dalam literatur-literatur itu belum ada studi menunjukkan kalau di-double bisa memfiltrasi berapa persen,” ujar Prof Agus.

Baca Juga:  Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta: 624 Penerbangan Batal Terbang, 75 Ribu Penumpang Terjebak

Ia menjabarkan bahwa secara teknis, masker bedah standar mengantongi daya filtrasi di rentang 50 hingga 60 persen. Sementara itu, respirator kelas N95 sanggup menyaring hingga 95 persen partikel berbahaya. Menggunakan dua masker diyakini mampu memberi proteksi lebih, meski persentase peningkatannya masih memerlukan pembuktian laboratorium.

Baca Juga:  Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Letusan Panjang Reda, Potensi Bahaya Masih Tinggi

Di samping ketebalan proteksi, Prof Agus menekankan krusialnya penggantian masker secara rutin. Paparan uap napas dapat memicu kelembapan yang menurunkan kinerja penyaringan.

“Harus secara berkala diganti. Termasuk N95, kalaupun Anda pakai pada pekerja di luar misalnya kerjanya sudah 6 jam, 8 jam harus diganti,” jelasnya.

Terkait skenario penggunaan masker kain yang dilapisi masker medis, Prof Agus mengingatkan bahwa material kain memiliki performa yang sangat minim dalam menahan debu halus abu vulkanik.

“Masker kain saja, itu filtrasinya hanya 10 persen. Kecil sekali, bahkan dikatakan hampir sama seperti orang nggak pakai masker karena masker kain tidak disetting untuk memfiltrasi terhadap partikulat halus,” katanya.

Baca Juga:  Ancaman Abu Vulkanik Anak Krakatau Bayangi Purwakarta, Ini 5 Poin Penting Edaran Bupati

Oleh karena itu, jika masyarakat ingin menerapkan metode double masking tanpa masker N95, Prof Agus lebih merekomendasikan penggunaan dua masker bedah sekaligus ketimbang mencampurnya dengan masker kain.

“Anda lebih baik masker bedah di-double dua saja itu lebih bagus, karena sudah jelas satu masker 50 persen. Kalau dua masker mungkin naik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau masker N95
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Buruan Coba! Kode Redeem FF Hari Ini 7 September 2026, Jangan Sampai Kehabisan

Harga Emas Antam Hari Ini 7 September 2026: 1 Gram Rp2,64 Juta, Ini Rincian Semua Ukuran

5 Masjid 24 Jam di Bandung, Bisa Salat Tengah Malam hingga Dini Hari

Harga Emas Antam Hari Ini 6 September 2026 Stabil, Segini Harga 1 Gram dan Buyback

Mojang Bandung Salza Nabila Nurpratiwi: Menapaki Fase Transisi dan Mengabdi Lewat Dunia Kebidanan

Nama Lylia Terseret Video Coolmax 7 Menit, Benarkah Link yang Beredar Asli? Ini Faktanya

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Dijual Aja Liganya! Deretan Blunder Bos I.League Ferry Paulus Yang Bikin Netizen Puncak Emosi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.