Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga N95 Meroket: Pakai Masker Berlapis Ampuh Tangkal Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru

Senin, 7 September 2026 13:18 WIB

Di Mana Istri Om Maxim? Kini Tri Rama Dandi Justru Umrah Bersama Faiz

Senin, 7 September 2026 13:04 WIB

Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta: 624 Penerbangan Batal Terbang, 75 Ribu Penumpang Terjebak

Senin, 7 September 2026 12:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga N95 Meroket: Pakai Masker Berlapis Ampuh Tangkal Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru
  • Di Mana Istri Om Maxim? Kini Tri Rama Dandi Justru Umrah Bersama Faiz
  • Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta: 624 Penerbangan Batal Terbang, 75 Ribu Penumpang Terjebak
  • Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Letusan Panjang Reda, Potensi Bahaya Masih Tinggi
  • Buruan Coba! Kode Redeem FF Hari Ini 7 September 2026, Jangan Sampai Kehabisan
  • Bansos September 2026 Cair Lagi? Cek Jenis Bantuan dan Status Penerima dengan NIK
  • Igor Tolic Terharu! Koreografi Bobotoh dan Comeback Dramatis Persib Bikin Merinding
  • Disdik Bandung Wajibkan Siswa dan Guru Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik Krakatau
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 7 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Letusan Panjang Reda, Potensi Bahaya Masih Tinggi

By Aga GustianaSenin, 7 September 2026 12:42 WIB3 Mins Read
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda menunjukkan dinamika anyar. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyimpulkan bahwa rentetan erupsi beruntun yang berlangsung selama 25 jam resmi terhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Kendati fase letusan panjang tersebut telah reda, tingkat kedaruratan gunung api ini tetap dipatok pada Level III (Siaga).

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan gambaran pengamatan visual serta kondisi atmosfer di sekitar kawasan gunung dalam dua hari terakhir.

“Selama periode 6-7 September 2026, gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca cerah hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut, dengan suhu udara sekitar 26°C-31°C,” kata Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).

Pemantauan visual dan kamera pengawas (CCTV) merekam bahwa Gunung Anak Krakatau kini memperlihatkan letusan tipe strombolian. Asap abu pekat berwarna hitam tampak membubung, walau elevasi pastinya belum bisa dipastikan akibat kendala pengamatan visual.

Baca Juga:  Ancam 36 Rumah, PVMBG Analisa Penyebab Pergerakan Tanah di Cigombong

Sementara itu, catatan seismik menunjukkan getaran vulkanik yang masih cukup tinggi dan bergerak dinamis.

“Aktivitas kegempaan yang terekam selama periode 6-7 September 2026 meliputi, 3 kali gempa Erupsi, 9 kali gempa Hembusan, 93 kali gempa Low Frequency, 98 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 4 kali gempa Tremor Menerus dan 1 kali gempa Vulkanik Dangkal,” ungkapnya.

Secara teknis, pengukuran Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) sempat mencatatkan lonjakan energi yang tajam pada 5 September 2026 sebelum akhirnya melandai pada hari berikutnya. Di sisi lain, alat ukur deformasi tiltmeter di Stasiun Tanjung sempat mencatat tren kenaikan pada awal Agustus 2026, namun data terkini dari Stasiun Lava93 memperlihatkan pola mendatar yang menandai tekanan magma berada dalam kondisi konstan.

Lana mengimbau agar masyarakat tidak lengah, sebab berhentinya fase erupsi panjang bukan menjadi jaminan kondisi lapangan telah sepenuhnya aman.

Baca Juga:  Gunung Semeru Masih Level Siaga, Masyarakat Diminta Patuhi Imbauan PVMBG

“Satu episode erupsi menerus yang terjadi sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsung selama 25 jam. Sebanyak 3 kali erupsi Strombolian terjadi setelah episode erupsi menerus tersebut berakhir,” jelasnya.

Kembalinya tipe erupsi strombolian dipandang sebagai fase transisi dari siklus vulkanis Gunung Anak Krakatau saat ini.

“Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunungapi Anak Krakatau saat ini untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang. Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanismenya masih terus dipantau dan dengan dievaluasi,” tambahnya.

Pihak PVMBG mengingatkan ancaman erupsi susulan masih cukup tinggi dalam waktu dekat. Risiko utama berupa lontaran batu pijar, hujan abu pekat, hingga potensi luncuran lava jika eruspi menerus kembali terpicu.

“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status Level III atau Siaga ini tetap berlaku selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan,” pungkasnya.

Baca Juga:  PVMBG Sebut Penyebab Longsor Subang Bukan Aktivitas Perusahaan

Panduan Keselamatan Bagi Warga dan Wisatawan

Guna mengantisipasi risiko keselamatan hingga pengamatan 7 September 2026, PVMBG mengeluarkan sederet imbauan penting:

  • Steril Radius Danger Zone: Dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah aktif guna menghindari ancaman lontaran batu pijar, awan panas, serta aliran lava.
  • Perlindungan Pernapasan: Warga yang berada di kawasan terdampak paparan abu disarankan mengurangi kegiatan di luar gedung serta wajib mengenakan masker penutup hidung dan mulut.
  • Warga Pesisir Tetap Tenang: Masyarakat di wilayah pesisir Lampung dan Banten diimbau tidak panik terhadap isu gelombang tsunami imbas erupsi. Aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa sembari menyimak informasi resmi dari BPBD setempat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau PVMBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Di Mana Istri Om Maxim? Kini Tri Rama Dandi Justru Umrah Bersama Faiz

Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta: 624 Penerbangan Batal Terbang, 75 Ribu Penumpang Terjebak

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos September 2026 Cair Lagi? Cek Jenis Bantuan dan Status Penerima dengan NIK

Disdik Bandung Wajibkan Siswa dan Guru Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik Krakatau

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Diskarmatan Bandung Semprot Jalan Protokol

Pelakor Salah Lawan?! Sosok dr. Putri Mulia Ternyata Punya Profil yang Tak Main-main

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Dijual Aja Liganya! Deretan Blunder Bos I.League Ferry Paulus Yang Bikin Netizen Puncak Emosi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.