bukamata.id – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung bakal melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol, menyusul paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Bandung Raya.
Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, mengatakan penyemprotan akan dilakukan pada tujuh ruas jalan yang masuk kawasan beautifikasi. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
“Kita akan melakukan siang ini mulai pukul 12 siang, di tujuh ruas jalan. Di antaranya Jalan Dago (Ir. H. Djuanda) dan Jalan Asia-Afrika,” ujar Soni saat dihubungi, Senin (7/9/2026).
Menurut Soni, ruas-ruas tersebut dipilih karena menjadi jalur yang banyak dilalui masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung.
Ia menyebut penyemprotan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar paparan abu vulkanik tidak mengganggu aktivitas warga.
“Ruas Jalan Asia-Afrika dan Dago seperti kita tahu, banyak dilewati warga dan juga wisatawan. Tentunya ini juga sebagai upaya kami untuk mengantisipasi dampak debu Gunung Anak Krakatau tidak mengganggu aktivitas warga,” jelasnya.
Inisiatif Diskarmatan
Soni mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan khusus dari masyarakat terkait permintaan pembersihan abu vulkanik.
Penyemprotan tersebut, kata dia, merupakan inisiatif Diskarmatan untuk menjaga kenyamanan aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan.
“Belum (ada laporan warga), ini inisiatif kita saja supaya aktivitas warga tidak terganggu dan tetap nyaman,” pungkas Soni.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Paparan abu vulkanik kemudian dilaporkan mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat.
Di Kota Bandung, abu vulkanik mulai terpantau pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










