bukamata.id – Gianni Infantino memastikan dirinya tetap akan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA pada pemilihan Maret 2027. Keputusan tersebut diambil ketika posisinya tengah menghadapi tekanan besar setelah rencana kontroversial untuk membuka sebagian hak komersial kompetisi FIFA kepada investor swasta menuai penolakan dari sejumlah konfederasi.
FIFA menegaskan tidak ada perubahan terhadap rencana pencalonan Infantino. Juru bicara FIFA menyebut Infantino telah mengumumkan niat maju kembali sejak April 2026 dan tetap akan mengikuti pemilihan presiden FIFA 2027.
Jika kembali terpilih, Infantino akan menjalani periode keempat sekaligus terakhirnya sebagai orang nomor satu di organisasi sepak bola dunia tersebut.
Namun, jalan menuju pemilihan kali ini diprediksi tidak semulus dua pemilihan sebelumnya.
Rencana Investasi US$20 Miliar Picu Gejolak
Salah satu sumber utama konflik adalah rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), perusahaan yang dirancang untuk menangani sejumlah aktivitas komersial terkait kompetisi FIFA.
Dalam rancangan awal, FFE memiliki valuasi sekitar US$20 miliar dan FIFA berencana menawarkan saham minoritas kepada investor swasta. FIFA menyebut langkah tersebut dapat menghimpun dana hingga sekitar US$4,2 miliar untuk mendukung program pengembangan sepak bola.
Salah satu investor yang dikaitkan dengan rencana tersebut adalah Thrive Eternal, perusahaan yang didirikan Joshua Kushner.
Joshua Kushner merupakan adik Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Rencana tersebut kemudian mendapat kritik keras karena sejumlah konfederasi merasa tidak dilibatkan secara memadai dalam proses pengambilan keputusan.
UEFA, AFC, dan Concacaf secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap cara FIFA menangani rencana tersebut. Proposal itu akhirnya dihentikan setelah memicu perlawanan luas di lingkungan sepak bola dunia.
UEFA, AFC dan Concacaf Berbalik Menentang Infantino
Persoalan investasi tersebut kemudian berkembang menjadi konflik politik sepak bola yang lebih besar.
UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras mengkritik Infantino. Konfederasi sepak bola Eropa itu bahkan membuka ruang bagi munculnya kandidat penantang dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.
Penolakan juga datang dari AFC dan Concacaf.
Ketiga konfederasi tersebut sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama yang meminta adanya peninjauan independen terhadap proposal investasi yang telah dibatalkan. Mereka juga menilai proses pengambilan keputusan FIFA telah menimbulkan persoalan kepercayaan.
Kondisi tersebut membuat peta politik menuju Kongres FIFA 2027 berubah drastis.
Jika sebelumnya Infantino diperkirakan dapat kembali terpilih tanpa lawan, kini kemungkinan munculnya kandidat penantang menjadi salah satu cerita terbesar menjelang pemilihan.
Victor Montagliani Berpotensi Jadi Penantang
Salah satu nama yang disebut-sebut berpotensi menjadi penantang adalah Victor Montagliani, Presiden Concacaf.
Montagliani sebelumnya merupakan salah satu tokoh penting dalam jaringan kepemimpinan FIFA. Namun, hubungan politik dengan Infantino ikut berubah setelah kontroversi rencana investasi tersebut mencuat.
Meski demikian, hingga laporan terbaru, belum ada kandidat lain yang secara resmi mendaftarkan diri untuk menantang Infantino. UEFA sendiri juga telah menyatakan bahwa Presiden UEFA Aleksander Čeferin tidak akan maju sebagai kandidat.
Batas akhir pengajuan nominasi calon Presiden FIFA ditetapkan pada 18 November 2026.
Artinya, peta persaingan masih dapat berubah dalam beberapa bulan ke depan.
Infantino Masih Punya Basis Dukungan Kuat
Di tengah tekanan dari sejumlah konfederasi, Infantino belum kehilangan seluruh kekuatan politiknya.
Afrika menjadi salah satu basis dukungan terkuatnya. CAF sebelumnya telah memberikan dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.
Dukungan dari Amerika Selatan melalui Conmebol juga menjadi modal politik penting bagi Infantino.
Hal tersebut membuat pertarungan menuju pemilihan FIFA 2027 tidak semata-mata menjadi persoalan popularitas Infantino, tetapi juga pertarungan kekuatan suara dari 211 asosiasi anggota FIFA.
Untuk terpilih sebagai presiden, seorang kandidat membutuhkan mayoritas sederhana dari anggota FIFA yang memiliki hak suara.
Dengan demikian, dukungan dari blok-blok konfederasi akan sangat menentukan.
Pemilihan Presiden FIFA Digelar Maret 2027
Pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung dalam Kongres FIFA pada Maret 2027 di Rabat, Maroko.
Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016. Ia kembali terpilih pada 2019 dan 2023 tanpa menghadapi persaingan berarti.
Jika pada 2027 muncul kandidat penantang yang resmi terdaftar, pemilihan tersebut berpotensi menjadi kontestasi paling kompetitif dalam perjalanan Infantino sebagai Presiden FIFA.
Kini, perhatian sepak bola dunia tertuju pada satu pertanyaan: mampukah Infantino mempertahankan kekuasaannya setelah kehilangan dukungan dari sejumlah konfederasi besar?
Jawabannya baru akan terlihat ketika seluruh nominasi ditutup pada November 2026 dan para anggota FIFA menentukan pilihan mereka dalam Kongres FIFA pada Maret 2027.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










