bukamata.id – Nama dr. Putri Mulia Bela Grania Hasibuan, Sp.DVE mendadak menjadi perhatian publik setelah sebuah aksi yang tak biasa dilakukan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Pada Jumat (4/9/2026), sebuah karangan bunga dipasang di depan kantor Bank Sulteng, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Palu. Karangan bunga tersebut mencantumkan nama Priscilla Putri Agan, sosok yang dalam isu yang beredar di media sosial disebut berkaitan dengan dugaan persoalan rumah tangga dr. Putri.
Aksi tersebut sontak memicu perhatian warganet. Bukan hanya karena karangan bunga itu dipasang di ruang publik, tetapi juga karena sosok pengirimnya, yakni seorang dokter spesialis yang selama ini dikenal berkecimpung di dunia medis dan kecantikan.
Di tengah ramainya pemberitaan mengenai dugaan perselingkuhan tersebut, publik kemudian mulai mencari tahu siapa sebenarnya dr. Putri Mulia Bela Grania Hasibuan.
Istri Sah yang Memilih Bersikap Terbuka
Isu yang menyeret nama dr. Putri bermula dari dugaan persoalan rumah tangga yang dikaitkan dengan suaminya, seorang anggota Polri aktif yang diketahui berdinas di lingkungan Polda Sulawesi Tengah.
Dalam isu yang beredar, seorang perempuan yang disebut bekerja di Bank Sulteng diduga memiliki hubungan dengan suami dr. Putri.
Belum ada dasar yang dapat digunakan untuk menyatakan tudingan tersebut sebagai fakta yang telah terbukti. Namun, aksi karangan bunga yang dikirim dr. Putri kemudian membuat isu tersebut semakin menjadi perhatian publik.
Alih-alih menyampaikan persoalan tersebut hanya melalui media sosial, karangan bunga itu justru ditempatkan di depan kantor tempat perempuan yang namanya tercantum pada karangan tersebut diduga bekerja.
Langkah itu kemudian memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.
Sebagian warganet menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk keberanian seorang istri dalam menghadapi persoalan rumah tangga. Sebagian lainnya menilai persoalan pribadi sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang tepat.
Karena itu, istilah “pelakor” yang ramai digunakan warganet dalam membicarakan kasus ini sebaiknya dipahami sebagai label dalam percakapan media sosial, bukan sebagai kesimpulan hukum mengenai seseorang.
Polda Sulawesi Tengah Turun Tangan
Persoalan ini tidak berhenti sebagai perbincangan di media sosial.
Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah disebut telah melakukan pemeriksaan terkait dugaan persoalan yang melibatkan anggota Polri.
Pemeriksaan internal tersebut menjadi penting karena persoalan yang mencuat tidak hanya menyangkut hubungan rumah tangga, tetapi juga dikaitkan dengan anggota kepolisian yang masih aktif berdinas.
Meski demikian, proses pemeriksaan Propam tidak serta-merta berarti tuduhan yang beredar telah terbukti. Hasil pemeriksaan dan mekanisme internal kepolisian tetap menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran etik.
Dengan demikian, perkembangan kasus ini masih perlu dilihat berdasarkan keterangan resmi dari pihak-pihak yang berwenang.
Bukan Sekadar Sosok yang Viral karena Karangan Bunga
Sebelum namanya ramai diperbincangkan di media sosial, dr. Putri dikenal sebagai dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE).
Ia menempuh pendidikan dokter spesialis di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang dan menyelesaikan pendidikannya pada 2025.
Latar belakang tersebut membuat dr. Putri memiliki keahlian di bidang kesehatan kulit, penyakit terkait dermatologi dan venereologi, serta layanan estetika medis.
Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, dr. Putri menjalani aktivitas profesionalnya di Surabaya, Jawa Timur.
Tak hanya berpraktik sebagai dokter, ia juga terjun ke dunia bisnis dengan mendirikan Klinik Epiderm, sebuah klinik kecantikan yang berada di kawasan Citraland, Surabaya.
Dengan latar belakang pendidikan dan profesinya tersebut, kehidupan dr. Putri sebelumnya relatif jauh dari sorotan pemberitaan mengenai persoalan rumah tangga.
Namun, situasi berubah setelah aksinya mengirimkan karangan bunga ke Palu menjadi perhatian publik.
Putri dari Purnawirawan Perwira Tinggi Polri
Perhatian publik terhadap sosok dr. Putri juga tidak lepas dari latar belakang keluarganya.
Dr. Putri diketahui merupakan putri semata wayang Brigjen Pol (Purn) Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, SH, M.Hum.
Hoiruddin merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri. Saat ini, ia diketahui menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan.
Selain memiliki pengalaman di institusi kepolisian, Hoiruddin juga berkecimpung di dunia akademik. Ia memperoleh gelar guru besar di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) pada 2024.
Latar belakang keluarga tersebut turut menjadi bagian dari profil dr. Putri yang kini ramai dicari publik.
Dari Dunia Kedokteran hingga Sorotan Media Sosial
Jika sebelumnya nama dr. Putri lebih dikenal dalam lingkup profesi kedokteran dan bisnis kecantikan, kini namanya muncul dalam pemberitaan karena persoalan rumah tangga.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah tindakan yang dilakukan di ruang publik dapat dengan cepat menjadi perhatian luas setelah dibagikan melalui media sosial.
Komentar warganet pun bermunculan. Sejumlah akun Instagram memberikan dukungan kepada dr. Putri dan menyebutnya sebagai “istri sah”.
Salah satu komentar yang dikutip dari kolom komentar Instagram @infolokerpalu berbunyi, “Menyala istri sah.”
Komentar lain menyebut, “kalah jauh sayang, menyala istri sah,” sementara pengguna lainnya menuliskan dukungan kepada dr. Putri untuk menempuh berbagai upaya dalam menghadapi persoalan yang sedang dihadapinya.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa sebagian warganet melihat aksi dr. Putri sebagai keberanian seorang istri untuk menghadapi persoalan rumah tangga secara terbuka.
Namun, dukungan publik di media sosial tetap tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan siapa yang benar atau salah dalam persoalan tersebut.
Profil dr. Putri Mulia Bela Grania Hasibuan
Di balik viralnya karangan bunga di depan Bank Sulteng, dr. Putri memiliki rekam jejak profesional yang cukup panjang.
Ia merupakan:
- Dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE).
- Lulusan PPDS Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.
- Menyelesaikan pendidikan spesialis pada 2025.
- Beraktivitas profesional di Surabaya, Jawa Timur.
- Pendiri Klinik Epiderm di Surabaya.
- Ibu dari dua anak.
- Putri semata wayang Brigjen Pol (Purn) Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan.
Kini, sosoknya berada di persimpangan dua dunia yang berbeda: dunia profesional sebagai dokter spesialis dan kehidupan pribadi yang tengah menjadi perhatian publik.
Aksi mengirim karangan bunga ke depan Bank Sulteng membuat nama dr. Putri menjadi viral. Namun, di balik kontroversi tersebut, ia tetap memiliki identitas dan perjalanan profesional sebagai dokter spesialis yang telah dibangun jauh sebelum persoalan rumah tangganya menjadi sorotan.
Sementara itu, dugaan perselingkuhan yang menjadi latar belakang isu tersebut masih membutuhkan penjelasan dan pembuktian dari pihak-pihak terkait. Pemeriksaan internal oleh Propam Polda Sulawesi Tengah menjadi salah satu proses yang patut ditunggu untuk mengetahui perkembangan persoalan tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










