bukamata.id – Ancaman paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyiagakan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Merespons potensi bahaya udara tersebut, jajaran dinas hingga tingkat desa diminta memperketat langkah antisipasi serta menjaga kondisi kesehatan warga.
Instruksi ini tertuang resmi lewat Surat Edaran Bupati Purwakarta Nomor 300.2.3/2185/UMUM/2026. Keputusan yang diterbitkan Bupati Saepul Bahri Binzein (Om Zein) ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 119/KS.01/DINKES pada 6 September 2026.
Sektor pelayanan kesehatan menjadi salah satu pilar utama yang langsung disiagakan. Seluruh unit Puskesmas, RSUD, hingga posko medis diminta menyiagakan persediaan tabung oksigen, pelindung pernapasan, serta kelengkapan obat-obatan guna memantau lonjakan penyakit saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi mata secara berakala.
Penyesuaian juga menyasar kawasan pendidikan. Dinas Pendidikan diberi wewenang memindahkan skema belajar-mengajar ke metode dalam jaringan (daring) apabila paparan abu mulai menebal dan membahayakan keselamatan para siswa di lapangan.
Selain itu, skema perlindungan khusus disiapkan bagi kelompok rentan—mulai dari balita, lansia, ibu hamil, hingga pekerja ruang terbuka. Pemantauan partikel udara (PM2,5 dan PM10) dipertajam oleh Dinas Lingkungan Hidup yang berkolaborasi rapat bersama BPBD setempat.
Meski seluruh perangkat daerah disiagakan penuh, Om Zein meminta publik Purwakarta tidak lantas panik secara berlebihan.
Melalui edaran tersebut, warga diimbau untuk membatasi aktivitas luar rumah yang kurang mendesak, mengutamakan keselamatan keluarga, serta senantiasa memantau perkembangan situasi hanya dari saluran informasi resmi pemerintah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










