Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Banjir Item Gratis! Buruan Buru Kode Redeem FF Hari Ini 9 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire 9 Agustus 2026 Hari Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 01:00 WIB

FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 21:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Item Gratis! Buruan Buru Kode Redeem FF Hari Ini 9 Agustus 2026
  • Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire 9 Agustus 2026 Hari Ini
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
  • Kedatangan Danijel Loncar Bikin Skuad Asing Persib Over kapasitas, Siapa Bakal Terdepak?
  • Ternyata Cuma Hakim Garis? Terbongkar Siapa Wasit Oman yang ‘Rampok’ Tiket Semifinal Garuda!
  • Geger Kasus Anak ODGJ Bunuh Ibu Kandung di Kuningan, Jasad Korban Dievakuasi dari Sumur
  • Perkuat Sektor Pertahanan, Persib Bandung Resmi Datangkan Danijel Loncar
  • Imbas Kebakaran di Alun-alun Surya Kencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 9 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pelija Desak Pemprov Jabar Hentikan Pemberian Izin KBU

By Putra JuangRabu, 5 Juni 2024 14:45 WIB2 Mins Read
Direktur Eksekutif Pelija Foundation, MQ Iswara. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peduli Lingkungan Jawa Barat (Pelija) Foundation melakukan penanaman 200 pohon di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/6/2024). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni.

Direktur Eksekutif Pelija Foundation, MQ Iswara menyoroti berbagai persoalan lingkungan, salah satunya mengenai Kawasan Bandung Utara (KBU).

Iswara mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan KBU belom dikelola dengan baik. Sehingga ketika hujan terjadi, Kota Bandung selalu merasakan dampak dengan adanya banjir.

“Untuk yang kesekian kalinya meminta kepada pemerintah provinsi untuk melakukan moratorium dulu. Moratorium pemberian izin pembangunan di wilayah KBU,” ucap Iswara bersama jajaran pengurus Pelija Foundation.

Menurutnya, dampak lingkungan dari carut marutnya pengelolaan KBU begitu luar biasa. Ditambah cuaca yang tak menentu membuat banjir bandang bisa saja terjadi kapan pun.

“Selama itu masih terjadi, kami dari Pelija meminta pemerintah provinsi untuk melakukan moratorium. Jadi pemberhentian pemberian izin sementara kepada semua izin pembangunan di wilayah KBU,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar itu.

Keprihatinan lingkungan lain yang diutarakan Pelija adalah terkait penambangan pasir ilegal Galian C di wilayah Jabar selatan. Dari sekitar 620 perusahan, 400 di antaranya ternyata belum mengantongi izin.

Imbasnya, kurang lebih sekitar 14-16 kilometer pesisir pantai Jabar selatan rusak. Ditambah kerusakan jalan akibat muatan dump truck yang berlebihan.

“Penambangan tambang, kami mohon pemerintah provinsi betul-betul menyikapi masalah tersebut. Karena kerusakan lingkungan pada pesisir itu sangat luar biasa,” ungkapnya.

Bergeser ke Jabar tengah, Iswara menyayangkan lahan hutan semakin kritis. Setidaknya sekitar 400 hektare kondisi hutan di Jabar masuk dalam kategori sangat kritis.

“Mohon ada tindak lanjut yang real dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat, kami menyampaikan pada kesempatan hari lingkungan sedunia ini,” ujarnya.

Iswara mengatakan, regulasi terkait lingkungan hidup dirasa sudah cukup. Tinggal ke depan yang harus ditekankan adalah mengenai penegakan hukum yang tegas dari pemerintah provinsi.

“Kami akan terus mengawal program yang sudah di program oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi kabupaten/kota agar terjadi kesesuaian antara pembangunan dan lingkungan hidup,” tuturnya.

Disinggung soal progran Citarum Harum, Iswara menilai, sejauh ini faktanya belum sesuai harapan. Oleh karenanya, program tersebut diharapkan dapat dilanjutkan oleh gubernur Jabar terpilih nantinya.

“Nampaknya program yang baik ini harus dilanjutkan, dulu bahkan ada target pada tahun berapa air itu bisa langsung diminum tapi sekarang kualitas airnya masih belum memenuhi syarat untuk itu,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kabupaten Bandung Kawasan Bandung Utara KBU MQ Iswara Pelija Foundation Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Kasus Anak ODGJ Bunuh Ibu Kandung di Kuningan, Jasad Korban Dievakuasi dari Sumur

Imbas Kebakaran di Alun-alun Surya Kencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total!

Izin Praktik Dicabut Total, Dokter Bedah Ini Lakukan ‘Kesalahan Terburuk dalam Sejarah Kedokteran’

Buka Semarak Budaya di Bandung, Ledia Hanifa Dorong Angklung Lebih Inovatif dan Mendunia

Indonesia dan Malaysia Bersatu Desak Dunia Hentikan Tindakan Israel di Al-Aqsa

Dendam Dipendam Berhari-hari, Fajar Nekat Bantai Tetangga di Depan Gerbang Masjid

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.