Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?

Jumat, 30 Oktober 2026 18:02 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Jumat, 30 Oktober 2026 17:24 WIB

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Jumat, 30 Oktober 2026 17:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?
  • Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?
  • Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat
  • Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib
  • Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg
  • November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh Guru se-Bali Diminta Donasi Banjir, Gubernur Koster: Wajar Dong

By Aga GustianaKamis, 18 September 2025 17:49 WIB2 Mins Read
Heboh intruksi guru se-Bali diminta donasi untuk korban banjir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasca bencana banjir bandang di Bali yang menimbulkan korban jiwa serta merusak infrastruktur dan harta benda, muncul polemik terkait penggalangan dana bantuan. Di media sosial beredar surat edaran yang berisi kewajiban donasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Dalam informasi tersebut disebutkan, nominal donasi ditetapkan berjenjang. Misalnya, kepala sekolah diminta menyumbang sebesar Rp 1,25 juta, sementara PPPK di lingkungan sekolah menyetor Rp 150 ribu. Hal serupa juga terjadi di RS Bali Mandara (RSBM), di mana direktur menyumbang Rp 2 juta, sedangkan PPPK Rp 150 ribu.

Unggahan surat edaran ini kemudian memicu perdebatan publik. Bahkan sejumlah warganet menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk “pemalakan” dengan dalih donasi bencana. Beberapa guru pun ikut mengekspresikan keresahannya melalui media sosial.

Baca Juga:  Jejak Ramalan Hard Gumay di Balik Tragedi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Respons Gubernur Bali

Menanggapi isu tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa bantuan kepada korban banjir merupakan bentuk gotong royong sukarela. Menurutnya, wajar jika ada nominal patokan sebagai acuan karena sifatnya untuk kepentingan kemanusiaan.

“Wajar dong. Ada hasilnya banyak. Saya sendiri menyumbang Rp 50 juta dan tidak ada masalah,” kata Koster.

Ia juga menyebut berbagai lembaga telah ikut menyalurkan bantuan. Misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan Rp 700 juta, Direksi Bank BPD Bali Rp 200 juta, serta pegawai BPD Rp 400 juta.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Tata Ruang Jabar Selaras dengan Alam untuk Cegah Bencana

Menurut Koster, pola penggalangan dana semacam ini juga pernah dilakukan saat pandemi Covid-19. Ia menilai tidak perlu adanya surat keputusan (SK) resmi untuk mengatur donasi.

“Ngapain pakai SK, ribet. OJK dan BPD saja bantu tanpa SK. Semua ini murni gotong royong,” jelas mantan Anggota Komisi X DPR RI itu.

Dukungan dari RS Bali Mandara

Sementara itu, Direktur RS Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, menyatakan dukungannya terhadap arahan gubernur. Menurutnya, pengumpulan donasi ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga:  Raffi Ahmad-Nagita Slavina Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Longsor Cisarua

“Kami di RSBM sangat mendukung penuh gagasan Bapak Gubernur. ASN di lingkungan kami juga tidak merasa terbebani, justru bahu membahu membantu korban banjir,” ujarnya.

Gotong Royong Jadi Kunci

Meski sempat menimbulkan kegaduhan, pemerintah menegaskan bahwa donasi bukanlah paksaan, melainkan inisiatif bersama. Prinsip gotong royong diyakini menjadi kunci solidaritas masyarakat Bali dalam menghadapi bencana, baik di masa pandemi maupun saat musibah banjir bandang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.