Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Minggu, 1 November 2026 19:41 WIB

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Minggu, 1 November 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Heboh Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

By Aga GustianaJumat, 2 Januari 2026 10:52 WIB4 Mins Read
Ilustrasi Virus. (Foto: Tumisu dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan laporan flu berat di Amerika Serikat kembali memicu perhatian publik global. Kondisi ini kerap disebut masyarakat sebagai “super flu”, sebuah istilah populer untuk menggambarkan flu dengan gejala lebih intens, berlangsung lebih lama, dan disertai rasa lelah yang tidak biasa. Meski istilah tersebut terdengar mengkhawatirkan, kalangan medis menegaskan bahwa “super flu” bukan nama penyakit resmi. Namun demikian, peningkatan kasus influenza dengan gejala berat tetap menjadi isu serius, terutama di tengah tingginya aktivitas perjalanan dan masih rendahnya tingkat vaksinasi di sejumlah wilayah.

Apa yang Dimaksud Super Flu?

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa istilah super flu sejatinya hanya sebutan awam. “Super flu bukan merupakan terminologi medis. Istilah ini kerap dipakai oleh orang awam untuk menggambarkan infeksi influenza A H3N2 subclade K,” ujar Piprim.

Varian influenza A H3N2 yang mengalami perubahan genetik ini dilaporkan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh. Bahkan, individu yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi flu atau menerima vaksin tetap bisa merasakan gejala yang lebih berat.

Hal senada disampaikan Andrew Pekosz, Ph.D., ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. “Virus flu bermutasi dengan cepat, dan mutasi ini bisa memberikan keuntungan bagi virus tersebut,” kata Pekosz, disadur dari Today. Ia menjelaskan bahwa salah satu varian H3N2 mengalami mutasi yang membuat perlindungan dari vaksin menjadi kurang optimal. Situasi inilah yang menyebabkan banyak orang merasa flu kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan flu musiman biasanya.

Baca Juga:  Program Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Sasar 23 Juta Peserta, Dimulai Kapan?

Gejala yang Sering Dirasakan

Secara umum, tanda-tanda super flu tidak jauh berbeda dari influenza A pada umumnya. Namun, tingkat keparahan keluhan sering kali lebih tinggi dan muncul secara tiba-tiba. Beberapa gejala yang banyak dilaporkan antara lain:

  • Demam tinggi yang berlangsung beberapa hari
  • Rasa menggigil dan panas dingin
  • Nyeri otot hebat dan tubuh terasa sangat pegal
  • Sakit kepala intens
  • Kelelahan ekstrem hingga mengganggu aktivitas
  • Pilek berat atau hidung tersumbat
  • Batuk disertai nyeri tenggorokan

Dr. Piprim menambahkan bahwa pada anak-anak, flu berat dapat menyebabkan kelelahan yang luar biasa serta meningkatkan risiko komplikasi jika tidak ditangani secara tepat. Ia juga mengingatkan bahwa gejala influenza bisa menyerupai COVID-19 atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Oleh karena itu, tes menjadi langkah penting. Saat ini sudah tersedia tes cepat rumahan yang mampu mendeteksi influenza A, influenza B, dan COVID-19 secara bersamaan.

Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Gejala Muncul

Jika mengalami flu dengan gejala berat, para ahli menegaskan agar kondisi tersebut tidak dianggap sebagai penyakit ringan. Pekosz mengingatkan bahwa influenza dapat berkembang menjadi masalah serius, khususnya pada kelompok rentan. “Flu bukan sekadar pilek. Flu bisa sangat parah,” tegasnya.

Baca Juga:  Sekda Herman Arahkan 59 RSUD di Jabar untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Berikut beberapa langkah yang dianjurkan oleh para pakar kesehatan:

1. Istirahat dan terapkan PHBS
Dr. Piprim menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti beristirahat cukup, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengurangi interaksi dengan orang lain selama sakit.

2. Konsumsi obat pereda gejala secara bijak
Berdasarkan laporan BBC, paracetamol atau ibuprofen dapat membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri. Namun, masyarakat diingatkan untuk berhati-hati agar tidak mengonsumsi paracetamol berlebihan, mengingat banyak obat flu sudah mengandung zat tersebut.

3. Pertimbangkan penggunaan antivirus
Dokter di Amerika Serikat mengakui peran penting obat antivirus untuk kasus flu berat. CDC merekomendasikan empat jenis antivirus, yaitu Tamiflu, Xofluza, Relenza, dan Rapivab. Efektivitas obat ini paling optimal jika diberikan sejak awal gejala, namun tetap perlu konsultasi dengan dokter sebelum digunakan.

4. Waspadai tanda bahaya
Segera cari bantuan medis apabila muncul demam tinggi yang tidak kunjung turun, tanda dehidrasi, nyeri dada, atau kesulitan bernapas. Meski flu umumnya membaik dalam 5–7 hari, risiko komplikasi tetap ada.

Baca Juga:  Bukan Gelombang Panas Biasa! Inilah Alasan Mengapa Suhu Udara Indonesia Tembus 37 Derajat Celcius

5. Tetap di rumah saat sakit
Para ahli menyarankan penderita flu untuk tetap berada di rumah hingga demam hilang setidaknya 24 jam tanpa bantuan obat dan kondisi tubuh membaik, guna mencegah penularan ke orang lain.

Efektivitas Vaksin Flu

Kekhawatiran masyarakat meningkat setelah muncul laporan bahwa vaksin flu tahun ini tidak sepenuhnya cocok dengan subclade K. Meski begitu, Pekosz menegaskan bahwa vaksin tetap memberikan manfaat perlindungan. “Vaksin mencakup tiga jenis influenza. Dengan dua di antaranya, kecocokannya cukup baik, dan kami percaya vaksin tetap memberi perlindungan parsial terhadap clade ini,” jelasnya.

CDC sendiri tetap merekomendasikan vaksin influenza bagi semua orang berusia enam bulan ke atas. Para ahli sepakat bahwa meskipun tidak memberikan perlindungan sempurna, vaksinasi mampu menurunkan tingkat keparahan penyakit serta risiko rawat inap.

Meningkatnya kasus yang disebut super flu menjadi pengingat bahwa influenza bukan penyakit sepele. Mengenali gejala sejak awal, menjaga kebersihan, dan mengikuti anjuran medis dapat membantu menekan risiko komplikasi. Di tengah musim liburan dan tingginya mobilitas masyarakat, kewaspadaan menjadi kunci untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?

Bansos

Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK

Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.