bukamata.id – Beberapa hari terakhir, pencarian terkait video Teh Pucuk 17 menit viral kembali ramai di media sosial. Kata kunci ini melonjak di TikTok, X, Telegram, hingga grup chat, meski kebenaran video tersebut masih simpang siur.
Banyak warganet penasaran apakah versi panjang video yang disebut “no sensor” benar-benar ada.
Kronologi Viral Video Teh Pucuk 17 Menit
Awal mula fenomena ini berasal dari potongan video pendek yang beredar dan berkembang menjadi klaim adanya versi lengkap berdurasi sekitar 17 menit.
Video ini sering disertai judul provokatif, misal “video Teh Pucuk 17 menit no sensor”, sehingga mendorong banyak pengguna mencari link secara daring maupun offline.
Namun, hingga kini, konten asli belum terverifikasi secara independen. Mayoritas tautan yang beredar justru mengarah ke situs pihak ketiga yang mencurigakan, bukan platform resmi seperti YouTube atau media sosial mainstream.
Penyebaran dan Taktik Clickbait
Isu ini tersebar luas karena dinamika media sosial. Pengguna TikTok, X, dan Telegram membagikan potongan video atau cuplikan terkait produk minuman, meski kontennya tidak jelas.
Pakar digital menyebut penggunaan durasi spesifik seperti “17 menit” merupakan strategi clickbait klasik yang memancing rasa penasaran lebih cepat dibanding judul umum.
Selain itu, akun anonim dan saluran tidak terverifikasi memperparah penyebaran, sehingga kata kunci terkait video ini terus trending.
Link Asli Masih Misteri
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi atau bukti otentik mengenai link asli video 17 menit tersebut. Sebagian besar tautan mengarahkan ke situs yang memuat pop-up iklan, login ulang, atau pengalihan tidak jelas.
Beberapa klaim versi singkat telah ditonton ribuan kali, namun isi video disebut biasa saja dan tidak sesuai narasi “tanpa sensor”.
Klarifikasi dan Imbauan Pakar
Berbagai pihak, termasuk kampus dan pakar digital, menegaskan bahwa video ini tidak terkait dengan mahasiswa atau institusi manapun. Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa tautan palsu bisa digunakan untuk phishing atau menyebarkan malware.
Tips aman bagi netizen:
- Selalu verifikasi sumber sebelum mengklik tautan.
- Hindari memasukkan data pribadi pada situs tidak dikenal.
- Aktifkan autentikasi dua faktor pada akun penting.
- Laporkan tautan mencurigakan melalui kanal resmi platform atau otoritas siber.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana konten sederhana bisa menjadi viral hanya karena judul atau narasi yang memancing emosi dan rasa penasaran, tanpa perlu ada konten faktual di baliknya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











