Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC

Selasa, 27 Oktober 2026 18:05 WIB

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Selasa, 27 Oktober 2026 17:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

IKA Unpad Ungkap 7 Seruan Petisi untuk Presiden Jokowi

By SusanaSabtu, 3 Februari 2024 17:29 WIB2 Mins Read
Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Unpad (Universitas Padjadjaran). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Unpad (Universitas Padjadjaran), Visarah Novicca menyampaikan terdapat tujuh poin dalam petisi seruan yang disampaikan Civitas Akademika Unpad.

Hal ini disampaikan Visarah di Gerbang Pintu Utama Kampus Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (3/2/2024).

Visarah mengatakan, seruan pertama, yakni meminta pelaksanaan demokrasi harus menjunjung tinggi etika dan norma hukum yang bersandar pada Pancasila dan UUD 1945.

“Hukum tidak hanya teks semata, melainkan juga nilai dan prinsip yang ada di dalamnya serta dijalankan secara konsisten,” ungkapnya.

Kedua, meminta presiden dan elite politik harus menjadi contoh keteladanan kepatuhan terhadap hukum dan etika.

Baca Juga:  Ganjar Tanggapi Ketidakhadiran Jokowi di HUT PDIP: Urusan Negara Nomor Satu

Ketiga, meminta negara dan pemerintah beserta aparaturnya harus hadir sebagai pengayom, penjaga, dan fasilitator pelaksanaan demokrasi yang berintegritas dan bermartabat dengan menjaga jarak yang sama dengan para kontestan Pemilu.

Keempat, mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk turut serta berpartisipasi aktif dalam kontestasi Pemilu 2024 dengan memilih para calon berdasarkan kesadaran dan keyakinan yang sungguh, bukan atas dasar politik uang atau intimidasi.

Baca Juga:  Hari Guru Nasional, Jokowi Ingin Tingkatkan Kualitas SDM untuk Kemajuan Indonesia

Kelima, mengajak seluruh masyarakat menjaga penyelenggaraan Pemilu 2024 agar kondusif, aman, dan bermartabat serta mengawal hasil penyelenggaraan Pemilu 2024 sampai terbentuknya pemerintahan baru sebagai perwujudan kedaulatan rakyat.

Menurutnya, Pemilu 2024 sebagai institusi demokrasi tidak boleh diolok-olok atau direduksi maknanya sekadar prosedur memilih pemimpin.

“Demokrasi harus dikembalikan pada jatidirinya sebagai perwujudan kedaulatan rakyat dengan menegakan aturan main yang adil dan transparan, membuka ruang partisipasi yang substantif bagi publik untuk memperoleh informasi yang dapat diandalkan dalam memberikan suara,” bebernya.

Baca Juga:  Jokowi Minta Integrasi Moda Transportasi Publik Segera Diselesaikan

Terakhir, phaknya mendesak penegakan hukum untuk kasus-kasus pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Pemilu 2024 untuk segera ditindaklanjuti demi terciptanya pemilu yang berintegritas dan pulihnya kepercayaan publik kepada pemerintah.

Selain itu, Visarah memastikan, petisi seruan yang disampaikan Civitas Akademika Unpad terhadap Presiden Jokowi merupakan gerakan murni tanpa tendensi politik apapun.

“Ini murni karena kami melihat konstitusi di negara Indonesia itu sudah dirusak, etikanya tidak dipakai, tidak ada penghormatan pada negara dari penyelenggara negara tersebut,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jokowi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.