bukamata.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung membocorkan konsep revitalisasi Taman Fitnes atau lapangan Teuku Umar di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat,yang kini mendapat penolakan dari warga sekitar.
Berdasarkan pantauan, pada Selasa (27/10/2026) siang, sekitar lapangan itu sudah dipasang seng pembatas, bahkan pekerja proyek sudah mulai melakukan beberapa pengerjaan di sekitar lokasi.
Sementara di bagian pagar terpantau sudah terpasang beberapa spanduk penolakan dari warga sekitar. Sebab, anak-anak terancam kehilangan tempat latihan sepak bola karena tempat itu dikabarkan akan jadi skatepark.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, mengatakan, sebetulnya skatepark tersebut hanya bagian dari wahana saja karena nantinya akan ada jogging track, plaza, seating area, tempat duduk, dan lapangan futsal.
“Cuma 30 persen untuk skatepark. Itu sudah mulai (pembangunan) dari hari Senin minggu kemarin kalau enggak salah, targetnya selesai Desember,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/10/2026).
Luthfi memastikan, dengan pembangunan skatepark di sebagian lahan tersebut, maka anak-anak di sana masih tetap bisa latihan bermain bola, apalagi akan dibangun fasilitas tempat futsal.
“Masih (bisa main bola) karena waktu bulan Januari kita ngobrol sama RW dan segala macam. Ada aspirasi soal revitalisasi ada yang pengen senam, tempat duduk, dan ada main bola, jadi skatepark bagian dari wahana,” kata Luthfi.
Terkait revitalisasi Taman Fitnes tersebut, pihaknya juga memastikan sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar dan aparat kewilayahan di Kecamatan Coblong terkait konsep untuk revitalisasi taman itu.
“Kita rapat juga sama kewilayahan untuk sosialisasinya, meluruskan bahwa sebutnya skatepark itu hanya wahana tapi bentuknya plaza, seating area lah,” ucapnya.
Sementara terkait adanya beberapa spanduk penolakan, kata Luthfi, sudah terpasang sejak hari Jumat. Namun, terkait kondisi ini sudah dirapatkan oleh DPKP bersama pihak RW dan Karang Taruna karena di sana ada Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Jadi di sana dipakai latihan main bola. Makanya kan Pak Wali sudah statement, nanti dikasih fasilitas di Tegalega atau Timur. Tapi intinya, aspirasinya kita tangkap, makanya salah satu desain taman itu ada venue lapang mini soccer kayak di Pasopati,” kata Luthfi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











