bukamata.id – Cuaca ekstrem disertai tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Bencana ini berdampak pada 517 kepala keluarga (KK) dan membuat ratusan rumah warga rusak.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat per Selasa (27/10/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 522 rumah terdampak bencana. Kerusakan tersebar di empat desa, yakni:
- Desa Jayamekar
- Desa Padalarang
- Desa Kertajaya
- Desa Campakamakmur
Dipicu Hujan Deras dan Angin Kencang
Kepala BPBD Bandung Barat, Rega Wiguna, mengatakan bencana tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang. Kondisi itu merusak permukiman warga hingga sejumlah fasilitas umum.
Rincian kerusakan rumah warga sebagai berikut:
- Rusak ringan: 219 rumah
- Rusak sedang: 165 rumah
- Rusak berat: 136 rumah
Selain rumah warga, sembilan fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Empat di antaranya rusak ringan, sementara lima lainnya rusak berat.
“Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka, tidak terdapat korban jiwa,” kata Rega dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Penanganan Darurat dan Bantuan Logistik
BPBD Bandung Barat bersama unsur TNI, Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dan aparat desa telah melakukan kaji cepat serta asesmen di lokasi terdampak.
“Upaya penanganan darurat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Korban yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan kesehatan, sedangkan gangguan jaringan listrik ditangani oleh pihak PT PLN,” ujar Rega.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan untuk mendukung penanganan darurat. Adapun perbaikan rumah warga yang rusak akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan dinas teknis terkait.
“Koordinasi lintas instansi terus kita lakukan untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan optimal dan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi,” ucapnya.
Warga Diimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi
Rega mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, khususnya di wilayah rawan pergerakan tanah.
“Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas apabila kondisi di lingkungan tempat tinggal menunjukkan tanda-tanda bahaya,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









