Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung

Rabu, 23 September 2026 14:25 WIB

Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan

Rabu, 23 September 2026 14:03 WIB

Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia

Rabu, 23 September 2026 13:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung
  • Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan
  • Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia
  • Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali
  • Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung
  • 10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel
  • Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau
  • Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

India Digegerkan Epidemi Rambut Rontok, Ratusan Warga Botak dalam Seminggu

By Aga GustianaSelasa, 14 Januari 2025 11:35 WIB2 Mins Read
Epidemo rambut rontok gegerkan India. (Foto: HT Marathi via Hindustan Times)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – India digegerkan sebuah epidemi kerontokan rambut misterius. Fenomena ini terjadi di Desa Buldhana, Mahastra, India, hingga membuat kepanikan massal di kalangan penduduk.

Ratusan penduduk desa di sana mengalami kerontokan parah hingga botak dalam kurun waktu kurang dari seminggu, baik itu pria maupun wanita.

Para ahli medis pun kebingunan dengan fenomena aneh ini, mereka khawatir akan adanya kontaminasi atau penyakit yang belum teridentifikasi.

Seorang wanita tua mengatakan bahwa ia mengalami kerontokan rambut sejak Minggu lalu. Ia menyimpan rambutnya dengan aman di dalam tas kecil.

“Rambut saya mulai rontok beberapa hari yang lalu, dan sekarang hampir seluruhnya botak,” ujarnya dengan putus asa seperti dikutip dari Indiatoday. “Saya tidak tahu apa yang terjadi. Kami semua takut.”

Baca Juga:  Bangga! 4 Wasit Indonesia Pimpin Pertandingan India Versus Malaysia

Selain itu, seorang pria muda mengatakan rambutnya juga rontok, dan ia telah menyaksikan penipisan garis rambut dengan cepat selama 10 hari terakhir. Tak hanya rambut, jenggotnya pun ikut rontok.

Tim Departemen Kesehatan India mengidentifikasi sekitar 50 orang yang terkena kondisi tersebut, dengan kekhawatiran bahwa jumlahnya mungkin meningkat.

Penyebab dari epidemi ini diduga dari air yang terkontaminasi. Sampel air dari desa tersebut telah dikirim ke laboratorium untuk diuji, dan masih menunggu hasilnya.

Baca Juga:  Puluhan Warga Dua Desa di Cianjur Keracunan Nasi Kotak, 1 Orang Kritis

“Begitu kami mendapat informasi, kami mengirim seorang dokter spesialis kulit dan seorang ahli epidemiologi ke desa tersebut untuk melakukan investigasi awal. Sekitar 99 persen kasus menunjukkan adanya infeksi jamur pada kulit kepala, yang menyebabkan rambut rontok,” kata petugas kesehatan distrik Amol Geete.

“Kami juga akan menguji air untuk melihat apakah ada logam berat di dalamnya, karena logam berat dapat meningkatkan infeksi jamur. Kami akan mengambil sampel kulit dari 2 hingga 4 pasien dan mengirimkannya ke Akola Medical College untuk pemeriksaan mikroskopis,” lanjutnya.
Laporan uji sampel air dan biopsi akan keluar dalam dua hingga tiga hari. Belum ada yang bisa dipastikan tentang penyebab kerontokan rambut tersebut, imbuh Geete.

Baca Juga:  Viral Warga di Bogor Geruduk Hotel Diduga Jadi Tempat Prostitusi

Sementara pemerintah setempat pun bergerak cepat dengan menyediakan bantuan medis dan konseling bagi penduduk desa terdampak.

“Departemen telah memulai perawatan medis terhadap pasien sesuai gejalanya, dan saran dari spesialis perawatan kulit juga sedang dipertimbangkan,” kata Dr. Deepali Bahekar, Petugas kesehatan Shegaon.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala kerontokan rambut yang tidak biasa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

desa India warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan

Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel

Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau

Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.