Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Kamis, 29 Oktober 2026 21:11 WIB

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Kamis, 29 Oktober 2026 21:06 WIB

Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory

Kamis, 29 Oktober 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ini 5 Masalah Kesehatan Terbanyak yang Mengintai Anak Sekolah di Indonesia

By Aga GustianaJumat, 28 Agustus 2026 13:01 WIB3 Mins Read
Anak bermain. (Foto: Oleksandr Pidvalnyi dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hasil evaluasi pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun kedua menunjukkan pola masalah kesehatan anak usia sekolah yang relatif mirip dengan periode 2025. Dari total kisaran 11 juta pelajar yang telah melewati skrining medis di tingkat nasional, karies gigi atau kondisi gigi berlubang menduduki peringkat pertama keluhan yang paling dominan dengan persentase mencapai empat puluh persen.

“Yang paling besar adalah karies gigi. Gigi berlubang paling banyak ditemukan di anak sekolah, usia 7-17 tahun,” kata Dante, Jumat (28/8/2026).

Kondisi di tingkat daerah bahkan mencatatkan angka yang lebih mengkhawatirkan, seperti yang terpotret di Kota Bogor. Merujuk pada pemutakhiran data hingga pertengahan Agustus 2026, proporsi anak sekolah di kawasan tersebut yang mengidap gangguan karies gigi menembus angka sekitar 60 persen.

Situasi ini mendesak penanganan segera agar tidak memicu masalah kesehatan yang lebih berat. Karies yang dibiarkan tanpa perawatan memadai berpotensi menimbulkan komplikasi serius, mulai dari infeksi jaringan gusi, pembentukan abses, hingga risiko fatal pembawaan kuman melalui pembuluh darah menuju organ vital seperti jantung.

Baca Juga:  Simak Tips bagi Orang Tua Isi Waktu Liburan Anak Secara Edukatif

“Ini harus dalam perhatian khusus, kenapa anak sekolah jadi banyak gigi berlubang,” kata Dante.

Di samping persoalan kesehatan mulut, temuan lain yang tak kalah krusial adalah kecenderungan naiknya tekanan darah di kalangan pelajar. Fenomena ini menjadi sinyal awal munculnya paparan penyakit tidak menular (PTM) yang mulai mengintai sejak kelompok usia dini.

Baca Juga:  Asah Motorik Anak dengan Bermain Sambil Belajar di Hooray PVJ Bandung!

“Selain kita mengalami gizi kurang saat balita, anak-anak kita yang sekolah itu justru gizi lebih. Obesitas justru menjadi masalah bagi anak sekolah,” katanya.

Data CKG mencatat populasi anak yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas telah melampaui angka satu juta jiwa, dengan tingkat prevalensi nasional berada pada kisaran 7 persen.

Kondisi tersebut mempertegas maraknya fenomena beban gizi ganda (double burden) di tanah air. Di satu sisi angka kekerdilan atau gizi buruk masih dijumpai pada fase balita, namun di sisi lain tren kelebihan nutrisi justru membayangi ketika anak memasuki bangku sekolah.

Rincian proporsi temuan kesehatan anak sekolah dalam program CKG:

  • Gigi Berlubang (Karies): 40,9%
  • Anemia: 27,5%
  • Tekanan Darah Tinggi: 21%
  • Kelebihan Berat Badan / Obesitas: 7,2%
  • Gangguan Telinga / Penumpukan Serumen: 7,2%
Baca Juga:  Ini Manfaat Konsumsi Air Kelapa saat Sahur dan Berbuka Puasa

Data ini merupakan potret sementara dan belum mewakili kondisi nasional secara menyeluruh, mengingat partisipasi CKG untuk kelompok anak sekolah baru menjangkau sebagian kecil dari total target sasaran yang dirancang mencapai 50 juta anak.

Adapun jenjang Sekolah Dasar (SD) mencatatkan angka kepersertaan tertinggi dalam program ini, dengan jumlah siswa yang telah diperiksa mencapai 9.453.038 anak.

“Selain kita mengalami gizi kurang saat balita, anak-anak kita yang sekolah itu justru gizi lebih. Obesitas justru menjadi masalah bagi anak sekolah,” pungkas Dante.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak ckg kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.