Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pidato Paling Monohok! Aksi Athar Suarakan Napas Bumi di Beijing Bikin Netizen Merinding

Jumat, 28 Agustus 2026 13:47 WIB

Mariano Peralta Wanti-wanti Persib, Wakil Filipina Ini Bisa Gagalkan Misi Maung Bandung

Jumat, 28 Agustus 2026 13:37 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Masih Terdaftar? Begini Cara Cek Bansos Tahap 3 2026 dengan NIK KTP

Jumat, 28 Agustus 2026 13:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pidato Paling Monohok! Aksi Athar Suarakan Napas Bumi di Beijing Bikin Netizen Merinding
  • Mariano Peralta Wanti-wanti Persib, Wakil Filipina Ini Bisa Gagalkan Misi Maung Bandung
  • Nama Masih Terdaftar? Begini Cara Cek Bansos Tahap 3 2026 dengan NIK KTP
  • Mesin Pengolah Sampah Hibah Jabar Belum Konsisten, Efektivitasnya Diuji hingga Oktober
  • Mengenal Oarfish yang Dijuluki ‘Ikan Kiamat’: Fakta Terdampar di Lombok dan Pandangan Al-Qur’an
  • Ini 5 Masalah Kesehatan Terbanyak yang Mengintai Anak Sekolah di Indonesia
  • Segarkan Barisan Penjaga Gawang, Chelsea Sukses Gaet Emiliano Martinez dari Aston Villa
  • Calvin Verdonk Dapat Ujian Gila di Liga Champions, Lille Jumpa Arsenal, Bayern dan Roma
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenal Oarfish yang Dijuluki ‘Ikan Kiamat’: Fakta Terdampar di Lombok dan Pandangan Al-Qur’an

By Aga GustianaJumat, 28 Agustus 2026 13:09 WIB3 Mins Read
Oarfish terdampar di Lombok. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penampakan biota laut dalam selalu berhasil menyita perhatian publik sekaligus melahirkan beraneka ragam asumsi. Salah satu yang paling fenomenal adalah oarfish, spesies penghuni samudra dalam yang bertubuh memanjang bak naga atau ular raksasa. Keberadaannya yang amat langka di kawasan permukaan kerap kali memicu aura misteri dan perdebatan.

Peristiwa ini kembali mencuat setelah bangkai seekor oarfish sepanjang empat meter ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pink, Kabupaten Lombok Timur. Kejadian ini terbilang istimewa mengingat hewan perairan dalam tersebut sangat jarang terlihat oleh manusia, terlebih dalam keadaan bernyawa di area dangkal.

Dalam sudut pandang umat Muslim, setiap kejadian alam maupun kemunculan satwa unik pada dasarnya merupakan wadah untuk melakukan perenungan (tadabur) atas kemahakuasaan Allah SWT. Lantas, bagaimana Al-Qur’an memandang keberadaan makhluk perairan ini?

Perspektif Al-Qur’an Mengenai Keanekaragaman Hewan Laut

Kehadiran oarfish ke zona permukaan menjadi cermin betapa kaya dan beragamnya makhluk hidup ciptaan Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan bahwa tiap-tiap organisme dirancang dengan karakteristik fisik serta cara bergerak yang beraneka ragam.

Prinsip ini tercantum dengan jelas dalam Surah An-Nur ayat 45:

وَاللّٰهُ خَلَقَ كُلَّ دَاۤبَّةٍ مِّنْ مَّاۤءٍۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّمْشِيْ عَلٰى بَطْنِهٖۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّمْشِيْ عَلٰى رِجْلَيْنِۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّمْشِيْ عَلٰٓى اَرْبَعٍۗ يَخْلُقُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Allah menciptakan semua jenis hewan dari air. Sebagian berjalan dengan perutnya, sebagian berjalan dengan dua kaki, dan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Selain itu, keberadaan beraneka ragam satwa di alam liar merupakan salah satu bukti nyata dari kebesaran Sang Pencipta. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 164 turut menjelaskan:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍ ۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.”

Rangkaian ayat tersebut mengajak umat manusia untuk mengamati keajaiban ekosistem. Munculnya oarfish pun hendaknya dipandang sebagai sinyal agar manusia semakin mensyukuri serta mengagumi keagungan Pencipta alam semesta.

Mitos “Ikan Kiamat” Penanda Bencana vs Ajaran Islam

Di kalangan masyarakat luas, kemunculan oarfish kerap dijuluki sebagai “ikan kiamat” dan dikait-kaitkan dengan potensi bencana gempa bumi maupun tsunami. Walau demikian, dari sudut pandang sains modern, belum ada landasan ilmiah empiris yang membuktikan bahwa respons oarfish merupakan indikator pasti akan terjadinya guncangan tektonik.

Islam sendiri mengajarkan agar setiap bencana alam dijadikan sarana untuk mengingat kekuasaan Allah SWT atas bumi. Hal ini berlandaskan Surah Al-Mulk ayat 16:

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

“Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?”

Di sisi lain, jika terdamparnya makhluk laut dalam ini dipicu oleh pergeseran ekosistem, perubahan iklim, atau pencemaran habitat oleh ulah manusia, maka peristiwa ini patut dijadikan momen introspeksi diri (muhasabah). Hal ini sejalan dengan peringatan Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alquran lombok oarfish
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pidato Paling Monohok! Aksi Athar Suarakan Napas Bumi di Beijing Bikin Netizen Merinding

Ini 5 Masalah Kesehatan Terbanyak yang Mengintai Anak Sekolah di Indonesia

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi, Cek Daftar Lengkap 0,5 Gram hingga 1 Kg

Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!

Game Free Fire

Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.