Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ujian Berat Igor Tolic: Jadwal Horor Persib Bandung Diapit Ambisi Asia dan Rivalitas Panas Super League

Jumat, 21 Agustus 2026 14:20 WIB

Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total

Jumat, 21 Agustus 2026 13:59 WIB

Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan

Jumat, 21 Agustus 2026 12:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ujian Berat Igor Tolic: Jadwal Horor Persib Bandung Diapit Ambisi Asia dan Rivalitas Panas Super League
  • Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total
  • Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan
  • Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya
  • Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
  • Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Inovasi Layanan Haji 2024 Arahan Menag Yaqut, Jemaah Indonesia Tak Lagi di Mina Jadid

By Putra JuangSenin, 24 Juni 2024 19:43 WIB4 Mins Read
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, Ajam Mustajam. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puncak ibadah haji di Arafah, Mudzdalifah, dan Mina Armuzna baru saja usai pada 13 Dzulhijjah 1445 H atau 19 Juni 2024. Secara umum, kegiatan di Armuzna berjalan lancar dan sukses.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat Ajam Mustajam mengatakan, kesuksesan ini tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Indonesia khususnya Kemenag RI yang terus melakukan terobosan dan inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Pada operasional ibadah haji Tahun 2024, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas membuat terobosan atau inovasi yang spektakuler terutama di Armuzna yaitu dengan tidak menggunakan mina jadid sebagai tenda jamaah haji Indonesia,” ucap Ajam, Senin (24/6/2024).

Ajam mengungkapkan, alasan terobosan ini menjadi kebijakan Menag Yaqut yaitu dengan mempertimbangkan 2 aspek. Pertama, aspek teknis dengan tujuan mempercepat, mempermudah, dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi jemaah haji.

“Dan aspek kedua, secara syariat, inovasi itu tidak bertentangan dengan syarat sahnya ibadah haji,” ujar Ajam yang juga Petugas Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1445 H/2024 M.

Menurutnya, penempatan jemaah haji Indonesia di Mina ada perubahan lokasi yaitu maktab 1 sampai 9 dengan jumlah jemaah kurang lebih 27.000. Selama ini maktab tersebut ditempatkan di wilayah Mina Jadid, kini direlokasi ke wilayah Muaishim.

Keuntungan dari relokasi ini, jemaah haji Indonesia tidak terlalu jauh dengan jamarat, sehingga dengan harapan bisa menambah kenyamanan jemaah haji dalam beribadah terutama lansia.

“Apabila ada orang yang mengatakan tidak menggunakan Mina Jadid membuat kepadatan jamaah dan antrian toilet yang panjang, saya sebagai Tim Monitoring dan Evalasi tidak melihat demikian,” jelasnya.

“Karena, jika tidak ada tambahan kuota 20.000 saja, tingkat kepadatan tenda dan antrean toilet tetap saja panjang, bahkan tidak kurang dari sekarang, baik yang ada di wilayah Mina Jadid maupun di Muaishim,” tambahnya.

Selain itu, inovasi lain yang menjadi Langkah jitu Gusmen dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi Jemaah haji di masa puncak haji tahun 1445 H/2024 M adalah skema murur di Muzdalifah.

Murur di Muzdalifah adalah bermalam dengan cara melintas, setelah melakukan wukuf di Arafah. Jemaah haji lansia tetap berada di dalam bus saat melewati Muzdalifah tanpa turun, kemudian bus membawa mereka langsung menuju tenda di Mina,

“Dengan skema murur dari Gusmen ini alhamdulillah berjalan sukses dan sangat membantu jamaah yang udzur. Sehingga jamaah yang udzur dapat melaksanakan prosesi haji tanpa menambah kepadatan di Muzdalifah,” katanya.

Ajam menilai, bahwa skema murur memungkinkan jemaah haji yang mampu bermalam di Muzdalifah mendapatkan ruang yang lebih luas dan mengurangi risiko kepadatan yang berlebihan.

Terlaksananya 2 terobosan yang menjadi langkah jitu Gusmen ini tidak terlepas dari kerja sama dengan pihak Mashariq Motawif Pilgrims for Southeast Asian Countries Co, sebuah perusahaan swasta yang menyediakan paket haji dan umrah.

“Mashariq merupakan pihak yang menyediakan fasilitas di Armuzna. Fasilitas-fasilitas tersebut merupakan pendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji yang dimulai dari layanan administrasi jemaah (kartu nusuk), akomodasi yang layak, transportasi yang aman, hingga layanan konsumsi,” bebernya.

Dikatakan Ajam, kesuksesan operasional ibadah haji tahun 1445 H/2024 M tidak hanya dari penyediaan fasilitas  yang memadai untuk para Jemaah haji, tetapi diperlukan juga kemudahan akses bagi jemaah dan PPIH untuk menyampaikan persoalan terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

“Komitmen ini pun dituangkan dalam inovasi teknologi yang diberi nama oleh Kementerian Agama yaitu Aplikasi Kawal Haji,” imbuhnya.

Menurutnya, bahwa dari inovasi atau terobosan yang diinisiasi oleh Gusmen, menjadi bukti Kemenag selalu mengedepankan kelengkapan fasilitas untuk kenyamanan jemaah, dan kekhusyukan ibadah Jemaah haji.

“Kenyamanan ini mencakup kondisi penginapan, makanan disesuaikan dengan kebutuhan jemaah seperti lansia, transportasi yang memadai, serta fasilitas umum yang mudah diakses sampai pengaturan jadwal dan rute perjalanan yang efisien juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan Jemaah,” katanya.

Selain itu, kekhusyukan dalam beribadah adalah tujuan utama dari setiap perjalanan haji, dimulai dari bimbingan rohani yang diberikan sebelum dan selama pelaksanaan haji, hingga penyediaan ruang-ruang ibadah yang nyaman dan kondusif.

“Pihak penyelenggara ibadah haji juga berupaya meminimalkan gangguan-gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi jemaah dalam beribadah,” ujarnya.

Ajam berharap dengan adanya perhatian yang serius oleh Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama terhadap ketiga aspek ini, seluruh jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan penuh kekhusyukan, sehingga mencapai predikat haji yang mabrur dan mabrurah.

“Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada para jemaah haji Indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ajam Mustajam ibadah haji jemaah haji Kemenag Mina Jadid Yaqut Cholil Qoumas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP

Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan

BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Cek Penerima Bansos Pakai NIK KTP, 18,25 Juta KPM Terdata

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.