Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 05:00 WIB

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Kamis, 19 Februari 2026 04:00 WIB

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa
  • THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS
  • Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa
  • Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit
  • Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian
  • Persib Menang Tapi Merana: 7 Keputusan ‘Aneh’ Wasit Majed Al-Shamrani yang Bikin Bobotoh Berang di GBLA!
  • Link Video Viral Chindo Adidas Ada yang Durasi Panjang, Apa Isinya?
  • Sudah Bebas Penjara, Anak Nia Daniaty Masih Terjerat Kewajiban Ganti Rugi Rp8,1 Miliar, Ini Alasannya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Inspektur Daerah Jawa Barat Kaget dengan Tingginya Anak di Jabar Akses Judol

By SusanaSenin, 29 Juli 2024 22:10 WIB2 Mins Read
Rakor Forum Inspektur Daerah Seluruh Indonesia (FIDSI) bertema "Penerapan Manajemen Risiko dalam Pencapaian Indikator Makro Pembangunan Daerah", di Gedung Sate, Senin (29/7/2024). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat, Eni Rohyani mengomentari terkait tingginya anak di Jabar yang mengakses judi online.

Hal itu disampaikan Eni saat rapat koordinasi Forum Inspektur Daerah Seluruh Indonesia (FIDSI) bertema “Penerapan Manajemen Risiko dalam Pencapaian Indikator Makro Pembangunan Daerah”, di Gedung Sate, Senin (29/7/2024).

“Kita juga meminta kepada PPATK untuk membuka data lainnya, karena saya juga kaget tadi pagi ada yang bertanya tentang “judi online yang dilakukan oleh anak” Ini kan kita juga kaget, kalau anak emang bikin akun rekeningnya seperti apa,” beber Eni, Senin (29/7/2024).

Adapun terkait data pengguna judi online yang termasuk anak-anak tersebut, PPATK tengah melakukan pemetaan data.

Baca Juga:  Kian Merajalela, Jabar Deklarasikan Gerakan Tolak Judol dan Pinjol Ilegal

“Ini karena mereka meminta ada data-data baru, seperti mereka tidak tahu bahwa SMA, SMK, SLB itu masuk ke pemprov. Ini juga kita lebih baik tunggu seperti apa, agar pemetaan nya lengkap dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, kedepannya Eni menyampaikan pihaknya akan memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat terkait judi online yang sangat merugikan ini.

“Kalau masyarakat itu, kalau kami paling juga nanti sifatnya himbauan. Karena kalau kami mengeluarkan kebijakan, kami tidak bisa mengatur masyarakat kalau inspektorat,” tandasnya.

Baca Juga:  Terbongkar! Kades di Garut Diduga Korupsi Dana Desa untuk Judi Online

Sementara itu, Inspektur Jendral Kemendagri, Komjen Pol. Tomsi Tohir melihat fenomena banyaknya anak menjadi pengguna judi online didasarkan atas rasa ingin tahu.

“Yang nama nya pelanggaran seperti itu, karena mungkin coba-coba, ada yang iseng-iseng sehingga didalam usia yang muda itu ingin tau. Kasus seperti ini kita ingat-ingatkan sebaik-baiknya supaya tidak mengulangi lagi,” paparnya.

Maka, Tomsi mengatakan untuk pengawasan terhadap judi online yaitu melakukan pencegahan dan himbauan yang dilakukan bersama-sama.

“Kita selalu melakukan pencegahan dan mengingatkan, kemudian bekerjasama dengan teman-teman sehingga setiap ada temuan-temuan itu keliatan nama-nama nya siapa yang main, itu kelihatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Minta Masyarakat Jangan Berjudi, Jokowi: Rezeki Ditabung atau Jadikan Modal Usaha

Pengawasan tersebut, menurutnya bisa terlihat dari rekening yang digunakan, dan itu juga bisa membuat para Aparatur Sipil Negara (ASN) terawasi.

“Kenapa? karena itukan berkaitan dengan pembayaran melalui rekening, itu termasuk daripada bagian koordinasi kita untuk mengawasi teman-teman ASN. Ada tetapi tidak banyak, itu mungkin teman-teman yang masih muda yang coba-coba lakukan itu,” pungkasnya.

Diketahui, rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh inspektur Daerah/Provinsi dan Kota/Kabupaten seluruh Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak di Jabar Eni Rohyani FIDSI Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat judi online
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Perang Sarung

Ramadhan Aman, Polisi Tegaskan Perang Sarung dan Balap Liar di Jabar

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

Tangis Pecah Usai 43 Tahun! Pertemuan Dua Sahabat SD Ini Bikin Netizen Ikut Mewek

Anggaran Pendidikan Jabar Dinilai Cukup, Rafael Situmorang Soroti Daya Tampung dan Beasiswa

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.