Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba

Jumat, 18 September 2026 11:32 WIB

Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul

Jumat, 18 September 2026 11:02 WIB
gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jumat, 18 September 2026 10:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba
  • Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul
  • Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm
  • Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League
  • Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!
  • Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terbongkar! Kades di Garut Diduga Korupsi Dana Desa untuk Judi Online

By SusanaSelasa, 1 Juli 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi korupsi
Ilustrasi dugaan korupsi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut resmi menahan Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, berinisial H (55), atas dugaan korupsi dana desa.

Penahanan dilakukan pada Senin (30/6/2025), setelah penyidik mengantongi cukup bukti terkait penyalahgunaan dana desa dari tahun anggaran 2021 hingga 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Helena Octavianne, menjelaskan bahwa dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, justru dipakai oleh tersangka untuk kepentingan pribadi. Salah satu indikasi kuat yang ditemukan penyidik adalah penggunaan dana untuk judi online (judol).

“Awalnya kami menerima laporan dari masyarakat. Setelah penyelidikan mendalam, ditemukan bahwa dana tersebut digunakan H untuk kepentingan pribadi, bahkan ada indikasi dipakai untuk bermain judi online,” ujar Helena, Senin (30/6/2025).

Baca Juga:  1,4 Juta Penerima Bansos dan 1.900 Pegawai Kemensos Terlacak Main Judi Online!

Akibat penyalahgunaan ini, sejumlah program pembangunan di Desa Sukasenang tidak bisa dilaksanakan sesuai rencana. Helena menegaskan bahwa dana desa bukan hanya untuk proyek fisik, tetapi juga diperuntukkan bagi kegiatan pemberdayaan warga desa.

Baca Juga:  Ramai Akun Instagram Wapres Gibran Diduga Follow Akun Judol, Setwapres Beri Klarifikasi

Kerugian Negara Capai Ratusan Juta

Berdasarkan hasil audit sementara dari Inspektorat Kabupaten Garut, nilai kerugian negara akibat tindak pidana ini diperkirakan mencapai Rp452 juta. Namun, menurut penyidik Kejari Garut, angka tersebut berpotensi naik hingga Rp700 juta berdasarkan temuan lapangan.

“Perkiraan awal dari audit kerugian sekitar Rp452 juta, tetapi bila dihitung kasar oleh penyidik, bisa saja menyentuh angka Rp700 juta,” tambah Helena.

Kejari Garut Dorong Pencegahan Lewat Program “Jaga Desa”

Baca Juga:  Muhammadiyah Soroti Maraknya Influencer Promosi Judol, Singgung Ketegasan Pemerintah

Dalam kesempatan itu, Helena juga menyesalkan tindakan kepala desa yang tidak memanfaatkan fasilitas hukum yang disediakan. Kejari Garut memiliki program “Jaga Desa” yang dirancang untuk memberikan pendampingan hukum kepada kepala desa terkait pengelolaan dana desa agar terhindar dari kesalahan administratif maupun tindak pidana.

“Kalau tidak paham mekanisme pengelolaan dana desa, sebaiknya bertanya. Jangan sampai terjadi kasus seperti ini. Kami selalu terbuka untuk pendampingan,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

judi online
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.