bukamata.id – Sahabat dekat Lula Lahfah, Risya Brabo, membagikan potongan isi buku harian Lula yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan. Unggahan tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @risyabrabo, pada Kamis (5/4/2026).
Dalam postingannya, Risya menyampaikan rasa syukur karena akhirnya bisa membaca tulisan-tulisan pribadi Lula. Ia menyebut, dalam diary itu, Lula kerap mencatat hal-hal tentang dirinya sendiri serta kebaikan-kebaikan yang ia terima dari orang-orang di sekitarnya.
Risya juga mengungkap penyesalannya karena merasa masih ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama sahabatnya. Ia mengaku rindu mendengar suara Lula atau sekadar menerima notifikasi darinya.
“Senang akhirnya bisa membaca kata-katamu, Lula. Rasanya seperti kembali mendengar suaramu,” tulis Risya dalam caption unggahannya.
Catatan Harian Lula
Isi buku harian itu menunjukkan bagaimana Lula mengekspresikan rasa syukur setiap harinya. Pada 23 Desember 2025, ia menulis kebahagiaannya bisa melakukan video call dengan Risya dan saling berbagi cerita yang menenangkan. Lula juga bersyukur karena pacarnya masih mau berbicara dengannya.
Keesokan harinya, 24 Desember 2025, Lula menuliskan pengalaman hang out di rumah Risya, keberaniannya untuk keluar malam bersama Sarah, Keanu, dan Risya, serta perasaan tenang yang ia rasakan saat berada di dekat sahabatnya.
Tak lupa, Lula mencatat rasa terima kasih kepada Mba Asah yang mengingatkannya untuk makan. Hal-hal sederhana ini menjadi catatan harian yang penuh makna bagi Lula.
Reaksi Sahabat dan Netizen
Terungkapnya diary Lula turut memicu reaksi dari sahabatnya, termasuk Awkarin. Namun, Awkarin justru salah fokus dengan salah satu curhatan Lula yang menyinggung pacarnya, Reza Arap.
“Still wants to talk to me????????” komentar Awkarin, menanggapi kalimat tersebut. Ia menambahkan, “Pasti sedih banget ya hari-hari terakhir Lula boyfriend-nya malah nggak mau ngobrol sama Lula.”
Reaksi serupa muncul dari netizen yang ramai menduga adanya perselisihan antara Reza Arap dan Lula pada hari-hari terakhirnya, padahal diary itu ditulis pada Desember 2025.
Kisah ini pun memicu perdebatan hangat di media sosial, dengan netizen menyoroti isi curhatan pribadi Lula yang kini menjadi perhatian publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











