Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Kamis, 29 Oktober 2026 21:11 WIB

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Kamis, 29 Oktober 2026 21:06 WIB

Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory

Kamis, 29 Oktober 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Istri Ono Surono Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek

By SusanaSelasa, 7 April 2026 13:39 WIB2 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono. (Foto: Humas DPRD Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Setyowati Anggraini Saputro, istri Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono (ONS), pada Selasa, 7 April 2026.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap ijon proyek dan gratifikasi yang menjerat Bupati Bekasi periode 2025–2030, Ade Kuswara, sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan akan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih. Namun, pihaknya belum merinci materi yang akan didalami dalam pemeriksaan tersebut.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih,” ujar Budi Prasetyo, Selasa (7/4/2026).

KPK Dalami Barang Bukti dari Penggeledahan

Sebelumnya, tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi, yakni rumah Ono Surono di Kota Bandung dan Indramayu. Dari kegiatan tersebut, penyidik menyita sejumlah uang tunai, dokumen, serta barang bukti elektronik (BBE) yang diduga berkaitan dengan perkara.

Baca Juga:  Setya Novanto Bebas Bersyarat, Begini Perjalanan Kasus Korupsi e-KTP

Seluruh barang bukti kini tengah dianalisis dan akan dikonfirmasi kepada para saksi untuk memperjelas keterkaitannya dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi tersebut.

KPK juga membuka peluang untuk memeriksa langsung Ono Surono guna mengonfirmasi temuan penyidik di lapangan.

“Terbuka kemungkinan nanti untuk dilakukan penjadwalan pemeriksaan kepada saudara ONS untuk menerangkan temuan-temuan penyidik,” jelas Budi.

Dokumen dan Bukti Akan Dikonfirmasi ke Saksi

Baca Juga:  Godaan yang Salah Waktu: Perilaku Bupati Lampung Tengah di Hadapan Jurnalis Perempuan

Menurut KPK, seluruh dokumen dan catatan hasil penggeledahan dibutuhkan untuk pendalaman perkara. Pemeriksaan terhadap saksi menjadi bagian penting dalam proses pembuktian kasus.

“Tentu dokumen-dokumen catatan itu dibutuhkan oleh penyidik untuk nanti didalami dan dikonfirmasi dalam pemeriksaan kepada para pihak,” tambahnya.

KPK Bantah Isu Terkait CCTV di Rumah Tersangka

Sementara itu, KPK juga memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai kamera pengawas (CCTV) saat penggeledahan berlangsung di rumah Ono Surono.

Juru bicara KPK menegaskan bahwa penyidik tidak pernah mematikan atau mencabut CCTV sebagaimana dituduhkan pihak tertentu. Justru, menurutnya, CCTV dimatikan oleh pihak keluarga saat proses penggeledahan berlangsung.

Baca Juga:  Sekolah Maung Dedi Mulyadi: DPRD Jabar Masih Bingung, Minta Penjelasan Lengkap

“Penyidik tidak mencabut atau mematikan CCTV. Itu dilakukan oleh pihak keluarga, dan penyidik hanya melakukan pengecekan,” kata Budi.

Ia juga memastikan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik tidak menyita perangkat CCTV tersebut karena tidak ditemukan alasan hukum untuk penyitaan.

Penggeledahan Sesuai Prosedur Hukum

KPK menegaskan seluruh proses penggeledahan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Penyidik disebut telah menunjukkan dokumen resmi sebelum melakukan tindakan di lokasi.

Penggeledahan tersebut juga disaksikan oleh istri Ono Surono, anggota keluarga, serta perwakilan lingkungan setempat.

“Penggeledahan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan disaksikan pihak terkait,” tutup Budi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Hukum DPRD Jawa Barat gratifikasi KPK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.