Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ Heboh di Media Sosial, Warganet Buru Link Telegram

Rabu, 24 Juni 2026 20:08 WIB

DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?

Rabu, 24 Juni 2026 19:30 WIB
Adam Przybek

Persib Resmi Berpisah dengan Adam Przybek Usai Super League 2025/26

Rabu, 24 Juni 2026 19:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ Heboh di Media Sosial, Warganet Buru Link Telegram
  • DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?
  • Persib Resmi Berpisah dengan Adam Przybek Usai Super League 2025/26
  • Pedagang Keluhkan Pembongkaran Lapak di Bandung, Minta Pemerintah Beri Solusi Relokasi
  • Isu Sekolah Swasta Tahan Ijazah Memanas, Dedi Mulyadi Berang dan Tantang Audit: Sebutin Sekolahnya!
  • Polisi yang Tangkap Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Khawatir Hadiah Rp250 Juta Langgar Aturan Aparat
  • Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Minta Pengawasan Lingkungan dan Keluarga Diperketat
  • Jadwal Siaran Langsung Skotlandia vs Brasil: Partai Hidup Mati Skuad Steve Clarke
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 24 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Isu Sekolah Swasta Tahan Ijazah Memanas, Dedi Mulyadi Berang dan Tantang Audit: Sebutin Sekolahnya!

By Mulki AlbarRabu, 24 Juni 2026 18:52 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi polemik mengenai program sekolah swasta gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta isu penahanan ijazah oleh sejumlah sekolah swasta di Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat diwawancarai wartawan di Garut, Rabu (24/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan solusi bagi puluhan ribu calon peserta didik yang belum tertampung di sekolah negeri melalui kerja sama dengan sekolah swasta.

Menurut Dedi, sekolah swasta yang telah berkomitmen bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat akan terintegrasi dalam sistem penerimaan siswa sehingga memperoleh akses terhadap peserta didik yang masuk dalam basis data pemerintah.

“Sekolah itu memerlukan murid. Kan dulu ribut ruang kelasnya kosong. Hari ini nggak akan kosong ruang kelasnya bagi yang mereka bekerja sama dengan Pemprov,” kata Dedi.

Ia menjelaskan bahwa sekolah yang telah menyatakan komitmen akan muncul dalam aplikasi yang digunakan pemerintah untuk menyalurkan siswa. Sebaliknya, sekolah yang tidak ikut program tersebut tidak akan masuk dalam sistem.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Buka-Bukaan RKUD, Anggaran Publik Bisa Diakses Setiap Hari

“Anak-anak yang hampir 70 sampai 80 ribu yang database itu nanti ngalirnya ke sana. Nggak bisa ngalir ke luar. Karena itu sudah terikat oleh sistem,” ujarnya.

Anggaran Diambil dari APBD Jawa Barat

Menjawab pertanyaan mengenai sumber pendanaan program sekolah swasta gratis, Dedi memastikan bahwa biaya pendidikan siswa akan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.

Ia menyebut kebutuhan anggaran dapat dipenuhi melalui mekanisme pergeseran anggaran yang tersedia di lingkungan Dinas Pendidikan.

“Kalau sudah gubernur menyatakan ada anggarannya, tersedia, dan teralokasikan, ya sudah,” tegasnya.

Menurut Dedi, sejumlah pos anggaran yang sebelumnya belum digunakan dapat dialihkan untuk mendukung program pendidikan tersebut sehingga siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah tetap dapat mengakses pendidikan.

Soroti Isu Penahanan Ijazah

Dalam wawancara tersebut, Dedi juga menanggapi isu penahanan ijazah oleh sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan. Ia menegaskan bahwa sekolah penerima bantuan pemerintah melalui program Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) memiliki kewajiban menyerahkan ijazah kepada siswa.

Baca Juga:  Gelar Rapim Perdana, Bey Machmudin dan Dedi Mulyadi Bahas Program Strategis

“Di perjanjian APBD 2025, sekolah swasta yang menerima BPMU wajib menyerahkan ijazah,” katanya.

Dedi menilai apabila terdapat sekolah yang menerima bantuan BPMU namun tetap menahan ijazah siswa, maka sekolah tersebut tidak menjalankan kewajiban sesuai ketentuan yang telah disepakati.

“Kalau yang tidak menyerahkan ijazah berarti tidak menaati. Uangnya diterima, ijazahnya tidak diberikan,” ujarnya.

Tantang Audit Sekolah yang Dituding Menahan Ijazah

Saat wartawan menyinggung adanya laporan mengenai sekolah yang masih menahan ijazah karena pembayaran bantuan belum diterima sepenuhnya, Dedi meminta agar tuduhan tersebut disertai data yang jelas.

Ia bahkan menantang agar dilakukan audit apabila memang terdapat sekolah yang diduga melakukan pelanggaran.

“Sebutin sekolahnya. Mau nggak saya audit? Ya sudah audit aja,” kata Dedi.

Baca Juga:  Guncangan di Pemprov Jabar: Wagub Kecewa, Gubernur Dukung Sekda

Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah harus didasarkan pada fakta dan data yang dapat diverifikasi, bukan sekadar opini yang berkembang di masyarakat.

“Jangan kebiasaan membuat opini tanpa fakta. Itu penggiringan,” tegasnya.

Minta Fokus pada Kepentingan Pendidikan

Di akhir pernyataannya, Dedi mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Jawa Barat.

Ia menilai perhatian publik seharusnya lebih diarahkan pada efektivitas penggunaan anggaran pendidikan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.

“Kalau mau mendukung, bikin opini yang tepat, karena pemerintah sedang bekerja keras untuk anak sekolah di Jawa Barat sekolah,” ujarnya.

Program sekolah swasta gratis yang tengah disiapkan Pemprov Jawa Barat sendiri ditujukan untuk membantu puluhan ribu siswa yang belum mendapatkan kursi di sekolah negeri. Sementara terkait isu penahanan ijazah, Dedi memastikan pemerintah siap menindaklanjuti apabila ditemukan sekolah yang melanggar ketentuan penerimaan bantuan pendidikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar BPMU Dedi Mulyadi Penahanan Ijazah Sekolah Swasta Gratis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?

Pedagang Keluhkan Pembongkaran Lapak di Bandung, Minta Pemerintah Beri Solusi Relokasi

Polisi yang Tangkap Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Khawatir Hadiah Rp250 Juta Langgar Aturan Aparat

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Minta Pengawasan Lingkungan dan Keluarga Diperketat

Ogah Ambil Uang Sayembara KDM, Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Rp250 Juta Dialihkan untuk YTR

Terbongkar! Alkohol dan Cemburu Picu Kasus Keji Taufik Hidayat di Bandung

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.