Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Senin, 12 Oktober 2026 20:22 WIB

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Senin, 12 Oktober 2026 20:06 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Senin, 12 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
  • PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online
  • Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan
  • Persib Wajib Manfaatkan Celah Viettel FC, Performa Klub Vietnam Disorot Media Lokal
  • Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!
  • Buntut Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, PP The Jakmania Buka Suara
  • Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

ITB Dorong Netralitas dan Sikap Adil Jokowi Melalui Deklarasi Demokrasi Berintegritas

By Putri Mutia RahmanSenin, 5 Februari 2024 20:09 WIB2 Mins Read
Civitas Akademika Institut Teknologi Bandung (ITB). (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Civitas Akademika Institut Teknologi Bandung (ITB) ikut menyatakan sikap dalam petisi Deklarasi Demokrasi Berintegritas pada Senin (5/2).

Turut hadir dalam deklarasi tersebut, 200 dosen dan guru besar yang sepakat dan menyatakan kekhawatiran mengenai pemilu saat ini .

Guru Besar ITB, Prof. Yazid menyampaikan deklarasi ini merupakan bentuk kekhawatiran pada pemilu saat ini yang dinilai berjalan dengan tidak beradab.

“Makanya kita mengadakan deklarasi karena itu, karena khawatir pemilu itu berkebalikan dengan menjadi pemilu yang tidak berkeadaban, pemilu yang curang, pemilu yang tidak didasari dengan keterbukaan, pemilu yang didasari oleh akal-akalan, itu adalah kekhawatiran kita,” ujar Prof. Yazid, Senin (5/2).

Baca Juga:  Alumni ITB Titipkan Visi Indonesia Berteknologi untuk Anies Baswedan

Lanjut, Prof. Yazid menyampaikan deklarasi ini setidaknya memberikan arahan, usulan pada proses demokrasi.

“Agar menjadi proses demokrasi membawa nilai-nilai keadaban yang sudah diwariskan oleh para pewaris bangsa kita,” ujarnya.

Prof. Yazid pun menilai, adanya ketidakadilan pada pemilu bukan hanya kali ini saja, namun menurutnya pada pemilu kali ini tanda-tanda ketidakadaannya terlihat sangat parah.

“Tapi harus kita ingat juga, pilpres sebelumnya juga ada proses ketidakadilan itu tetapi tidak separah sekarang, makanya kita dorong untuk membuat deklarasi ini karena proses pemilu yang tidak beradab semakin menunjukan tanda-tanda yang lebih parah,” bebernya.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Mahasiswa ITB JAA Lakukan Hal Ini Sebelum Diduga Loncat dari Lantai 27 Apartemen

Sementara itu, Guru Besar Sekolah Farmasi, Prof. Daryono Hadi Tjahyono berharap melalui deklarasi ini bisa memberikan bekal pada pemimpin saat ini maupun yang akan terpilih nanti.

“Kami semua disini, komunitas, dan dosen peduli demokrasi berintegritas, poin-poin yang kami sampaikan harapannya nanti bisa menjadi bekal bagi semua pemimpin baik yang saat ini berkuasa ataupun calon-calon pemimpin yang nanti akan terpilih melalui pilpres dan juga pileg pada 14 Februari yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga:  Bukan Saling Sikut! FTTH dan FWA Jadi 'Duet Maut' Percepat Internet Merata di Indonesia

Terakhir, Prof. Daryono pun berharap pemerintah lebih memperhatikan masyarakat dan tidak lagi dimanfaatkan pada saat proses pemilihan berlangsung.

“Dan tentu kami sangat berharap bahwa pemimpin sekarang maupun yang akan datang itu lebih concern pada masyarakat karena selama ini masyarakat lebih banyak dimanfaatkan pada saat-saat pemilihan, harapan kami tentu ini untuk kebaikan Indonesia,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Farhan Kecam Penyerangan Persib U-18 di Batang: Kita Siapkan Perlindungan Khusus!

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.