Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967

Sabtu, 4 Juli 2026 03:00 WIB
Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan

Sabtu, 4 Juli 2026 02:00 WIB

Bagan Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Cek Jadwal Duel Raksasa Mulai Minggu Ini

Sabtu, 4 Juli 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967
  • Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan
  • Bagan Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Cek Jadwal Duel Raksasa Mulai Minggu Ini
  • Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih
  • Jelang Argentina vs Tanjung Verde, Scaloni Minta Messi Cs Tetap Waspada
  • Ragnar Oratmangoen Gabung Persib? Maung Bandung Bisa Kirim Lima Pemain ke Timnas
  • Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat
  • Sapi Matilda Jadi Inspirasi Bisnis, Hartono Soekwanto Siapkan Brand Es Krim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

ITB Dorong Netralitas dan Sikap Adil Jokowi Melalui Deklarasi Demokrasi Berintegritas

By Putri Mutia RahmanSenin, 5 Februari 2024 20:09 WIB2 Mins Read
Civitas Akademika Institut Teknologi Bandung (ITB). (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Civitas Akademika Institut Teknologi Bandung (ITB) ikut menyatakan sikap dalam petisi Deklarasi Demokrasi Berintegritas pada Senin (5/2).

Turut hadir dalam deklarasi tersebut, 200 dosen dan guru besar yang sepakat dan menyatakan kekhawatiran mengenai pemilu saat ini .

Guru Besar ITB, Prof. Yazid menyampaikan deklarasi ini merupakan bentuk kekhawatiran pada pemilu saat ini yang dinilai berjalan dengan tidak beradab.

“Makanya kita mengadakan deklarasi karena itu, karena khawatir pemilu itu berkebalikan dengan menjadi pemilu yang tidak berkeadaban, pemilu yang curang, pemilu yang tidak didasari dengan keterbukaan, pemilu yang didasari oleh akal-akalan, itu adalah kekhawatiran kita,” ujar Prof. Yazid, Senin (5/2).

Baca Juga:  Pemanfaatan Kapal Roro Jadi Solusi Tekan Biaya Logistik Nasional

Lanjut, Prof. Yazid menyampaikan deklarasi ini setidaknya memberikan arahan, usulan pada proses demokrasi.

“Agar menjadi proses demokrasi membawa nilai-nilai keadaban yang sudah diwariskan oleh para pewaris bangsa kita,” ujarnya.

Prof. Yazid pun menilai, adanya ketidakadilan pada pemilu bukan hanya kali ini saja, namun menurutnya pada pemilu kali ini tanda-tanda ketidakadaannya terlihat sangat parah.

“Tapi harus kita ingat juga, pilpres sebelumnya juga ada proses ketidakadilan itu tetapi tidak separah sekarang, makanya kita dorong untuk membuat deklarasi ini karena proses pemilu yang tidak beradab semakin menunjukan tanda-tanda yang lebih parah,” bebernya.

Baca Juga:  Tiga Perguruan Tinggi di Bandung Deklarasikan Sikap Atas Kondisi Demokrasi Indonesia

Sementara itu, Guru Besar Sekolah Farmasi, Prof. Daryono Hadi Tjahyono berharap melalui deklarasi ini bisa memberikan bekal pada pemimpin saat ini maupun yang akan terpilih nanti.

“Kami semua disini, komunitas, dan dosen peduli demokrasi berintegritas, poin-poin yang kami sampaikan harapannya nanti bisa menjadi bekal bagi semua pemimpin baik yang saat ini berkuasa ataupun calon-calon pemimpin yang nanti akan terpilih melalui pilpres dan juga pileg pada 14 Februari yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga:  Duh, Deklarasi Akademik Guru Besar dan Dosen ITB Disabotase

Terakhir, Prof. Daryono pun berharap pemerintah lebih memperhatikan masyarakat dan tidak lagi dimanfaatkan pada saat proses pemilihan berlangsung.

“Dan tentu kami sangat berharap bahwa pemimpin sekarang maupun yang akan datang itu lebih concern pada masyarakat karena selama ini masyarakat lebih banyak dimanfaatkan pada saat-saat pemilihan, harapan kami tentu ini untuk kebaikan Indonesia,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Deklarasi Demokrasi Berintegritas ITB Kritik Jokowi Petisi Sivitas Akademika
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam

Buronan Negara! Tampang Songong Pria Berbaju Hijau di Balik Tragedi Sembelih Tapir Mesuji!

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.