Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia

Kamis, 29 Oktober 2026 11:02 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin

Kamis, 29 Oktober 2026 10:39 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Kamis, 29 Oktober 2026 10:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia
  • Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin
  • Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli
  • Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala
  • Sekulic Menggila, Persib Tekuk Melbourne Victory! Tolic Beri Pujian Setinggi Langit
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jadi Inspirasi Pemerintah, Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir Apresiasi Saung Edukasi 3R

By Putra JuangKamis, 18 Juli 2024 22:28 WIB3 Mins Read
(tengah) Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengapresiasi tempat pengolahan sampah di Saung Edukasi 3R (Recycle, Reduce, Reuse), Puri Cipageran Indah, RW 22 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah.

Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, pengolahan sampah yang dilakukan Saung Edukasi 3R telah menginspirasi pemerintah daerah untuk bisa mengurangi volume buang sampah.

Mengingat, Pemkab Bandung Barat selama ini hanya mengandalkan TPA Sarimukti sebagai satu-satunya haluan untuk membuang sampah yang ada di wilayah ini.

“Saya belajar cara mengolah sampah ke sini. Ternyata setelah melihat sendiri dan mendengar penjelasan dari pak Satori, bahwa mengolah sampah tidak butuh teknologi luar biasa. Ini bisa diaplikasikan di lingkungan perkantoran,” ucap Ade, Selasa (16/7/2024).

Ade mengatakan, dirinya menjadi kepala daerah pertama di Bandung Barat yang mengunjungi tempat pengolahan sampah yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tersebut.

Padahal, lokasi Saung Edukasi 3R tak jauh dari pusat pemerintahan. Terlebih sudah banyak Pemda dari luar Jawa Barat yang sengaja datang untuk berguru di tempat tersebut.

Baca Juga:  Gagal Kelola Sampah di Hulu, Kang Erwin Soroti Paradigma Masyarakat Jadi Penghambat Utama

“Saya merasa malu, masa Bangka Belitung jauh-jauh datang ke sini. Saya dibilang pak Satori bupati pertama Bandung Barat yang datang ke sini,” ungkapnya.

Teknik pengolahan sampah di Saung Edukasi 3R, bisa diterapkan di kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat. Pada pelaksanaannya nanti akan minta pendampingan dan bimbingan Satori yang merupakan yang merupakan pembina di Saung Edukasi 3 R.

“Berdasarkan laporan pak Kadis LH, bahwa rata-rata 500 kilogram per hari sampah yang dihasilkan di komplek perkantoran. Nanti akan diolah, mana sampah organik, anorganik, dan sampah residu,” katanya.

Kendati demikian, teknologi pengolahan sampah ini tidak akan dulu diterapkan di masyarakat. Untuk awalnya akan dilakukan uji coba di lingkungan komplek perkantoran. Jika kenyataannya berjalan sesuai harapan bisa diterapkan di masyarakat.

Baca Juga:  Gelombang Kedua Keracunan MBG di Bandung Barat, Puluhan Siswa Dirawat

Lebih lanjut, Ade berharap aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bandung Barat bisa ikut mengedukasi masyarakat di tempat tinggalnya. Pengaplikasian pengolahan sampah di Saung Edukasi 3 R dibawah tanggung jawab DLH KBB.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Ibrahim Adjie mengakui belum ada tempat pengolahan sampah yang dikelola oleh pihaknya. Diakuinya TPA Sarimukti masih sangat diandalkan untuk menampung semua sampah yang ada di Bandung Barat.

Ibrahim memastikan, DLH KBB akan segera memberikan fasilitas penunjang sampah. Baik tong sampah di tempat publik maupun teknologi untuk tempat pengolahan sampah. Ini sebagai jawaban dari persoalan sampah yang sulit diselesaikan.

“Memang kami akui selain sosialisasi kepada masyarakat untuk sadar mengelola sampah juga harus ditunjang dengan sarpras (sarana prasarana). Di kami belum ada, tapi ini akan segera dilengkapi sarpras penunjang sampah baik tong sampah di tempat-tempat masyarakat biasa berkumpul maupun tempat pengolahan sampah,” tuturnya.

Baca Juga:  Zona 5 TPA Sarimukti Dibuka, Pemkot Bandung Pilih Fokus Pengolahan Mandiri

Sementara itu, Mochamad Satori mengatakan, pengolahan sampah di Saung Edukasi 3 R ini, memiliki 3 metode pengolahan sampah organik, yakni dengan metode Kompos Bata Terawang, Kompos Takakura dan Kompos Biofori dan anorganik dikumpulkan melalui bank sampah.

“Sampah organik dijadikan kompos. Sedangkan, untuk sampah anorganik diolah melalui metode pengumpulan sampah anorganik yang dipilah dan di storkan ke bank sampah Sahdu (BSS),” kata Satori.

Satori mengatakan, cara kerja Kompos Bata Terawang itu dengan memasukan semua jenis sampah organik ke dalam sebuah bak sampah yang terbuat dari bata yang diberi celah lubang terawang di setiap dindingnya.

“Setiap satu minggu sekali disiram dengan cairan bakteri hingga satu bulan pupuk kompos bisa dipanen. Kalau Kompos Takakura hanya sampah organik sisa makan saja. Nah kalau lubang biofori itu semua jenis sampah organik,” tandasnya. (Adv)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ade Zakir Bandung Barat KBB Pemkab Bandung Barat sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.