Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:41 WIB

Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:00 WIB

Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah

Jumat, 23 Oktober 2026 18:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?
  • Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?
  • Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah
  • Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup
  • Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
  • Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem
  • Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jadwal Masak Dini Diduga Picu Keracunan Massal di Bandung Barat

By SusanaSelasa, 23 September 2025 13:56 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menduga jadwal masak yang terlalu dini oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pemicu keracunan ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Jadwal masak yang tidak sesuai standar berpotensi menurunkan kualitas makanan hingga basi.

Keracunan massal tersebut diduga disebabkan oleh makanan yang sudah tidak layak konsumsi yang dikirim dari Dapur SPPG Cipari.

Menu makanan saat itu terdiri atas nasi, ayam kecap, tahu goreng, melon, serta lalapan sayuran seperti selada, tomat, dan timun.

“Dapur yang di Cipari memang memasaknya terlalu dini. Jadi ketika didistribusikan makanan sudah tidak bagus (tidak layak konsumsi),” ujar perwakilan BGN sekaligus Koordinator SPPG Bandung Barat, Gani Djunjunan, saat ditemui di Cipongkor.

Untuk sementara waktu, operasional Dapur SPPG Cipari dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

“Dapur SPPG Cipari itu akan berhenti operasional dahulu sampai ada hasil laboratorium. Hasilnya keluar sekitar dua pekan ke depan, semoga bisa lebih cepat,” kata Gani.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan operasional dapur SPPG di KBB sejauh ini selalu melibatkan ahli gizi, tetapi pihaknya tetap melakukan evaluasi internal.

“Dilibatkan. Tapi ini mungkin jadi evaluasi untuk kepala SPPG-nya,” jelasnya.

Setiap harinya, Dapur SPPG Cipari memproduksi dan mendistribusikan ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Cipongkor.

“Kalau produksi hari ini 3.647 paket. Untuk detail sekolahnya saya kurang tahu,” tandas Gani.

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat hingga Selasa (24/9/2025) pukul 00.00 WIB terdapat 301 korban keracunan massal. Mayoritas merupakan pelajar mulai dari PAUD hingga SMK.

Korban mendapat penanganan medis di lima titik, yaitu:

  • Puskesmas Cipongkor: 116 orang
  • Bidan Desa Sirnagalih: 13 orang
  • RSUD Cililin: 27 orang
  • Posko Kecamatan Cipongkor: 127 orang
  • RSIA Anugrah: 18 orang

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah KBB.

“Saya sedang koordinasi dengan koordinatornya. Tentu evaluasi sangat penting karena ini menyangkut nyawa,” kata Asep.

Keputusan kelanjutan program MBG akan menunggu hasil laboratorium.

“Kami evaluasi bagaimana dari pihak SPPG Bandung Barat, apakah MBG-nya dilanjut atau dihentikan. Informasi sementara, arahan dari pusat diberhentikan dahulu selagi menunggu hasil lab,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Purwakarta Krisis Air Bersih, Lebih dari 219 Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Panjang

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.