Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kamis, 30 April 2026 10:59 WIB

Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?

Kamis, 30 April 2026 10:03 WIB

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Kamis, 30 April 2026 09:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?
  • Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jadwal Masak Dini Diduga Picu Keracunan Massal di Bandung Barat

By SusanaSelasa, 23 September 2025 13:56 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menduga jadwal masak yang terlalu dini oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pemicu keracunan ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Jadwal masak yang tidak sesuai standar berpotensi menurunkan kualitas makanan hingga basi.

Keracunan massal tersebut diduga disebabkan oleh makanan yang sudah tidak layak konsumsi yang dikirim dari Dapur SPPG Cipari.

Menu makanan saat itu terdiri atas nasi, ayam kecap, tahu goreng, melon, serta lalapan sayuran seperti selada, tomat, dan timun.

“Dapur yang di Cipari memang memasaknya terlalu dini. Jadi ketika didistribusikan makanan sudah tidak bagus (tidak layak konsumsi),” ujar perwakilan BGN sekaligus Koordinator SPPG Bandung Barat, Gani Djunjunan, saat ditemui di Cipongkor.

Untuk sementara waktu, operasional Dapur SPPG Cipari dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Baca Juga:  Kasus Keracunan Massal MBG di Cipongkor Tembus 1.000 Korban

“Dapur SPPG Cipari itu akan berhenti operasional dahulu sampai ada hasil laboratorium. Hasilnya keluar sekitar dua pekan ke depan, semoga bisa lebih cepat,” kata Gani.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan operasional dapur SPPG di KBB sejauh ini selalu melibatkan ahli gizi, tetapi pihaknya tetap melakukan evaluasi internal.

Baca Juga:  352 Pelajar Keracunan Massal di Cipongkor, BGN Hentikan Sementara Dapur MBG

“Dilibatkan. Tapi ini mungkin jadi evaluasi untuk kepala SPPG-nya,” jelasnya.

Setiap harinya, Dapur SPPG Cipari memproduksi dan mendistribusikan ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Cipongkor.

“Kalau produksi hari ini 3.647 paket. Untuk detail sekolahnya saya kurang tahu,” tandas Gani.

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat hingga Selasa (24/9/2025) pukul 00.00 WIB terdapat 301 korban keracunan massal. Mayoritas merupakan pelajar mulai dari PAUD hingga SMK.

Korban mendapat penanganan medis di lima titik, yaitu:

  • Puskesmas Cipongkor: 116 orang
  • Bidan Desa Sirnagalih: 13 orang
  • RSUD Cililin: 27 orang
  • Posko Kecamatan Cipongkor: 127 orang
  • RSIA Anugrah: 18 orang
Baca Juga:  Kasus Keracunan Massal MBG di Cipongkor Tembus 1.000 Korban

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah KBB.

“Saya sedang koordinasi dengan koordinatornya. Tentu evaluasi sangat penting karena ini menyangkut nyawa,” kata Asep.

Keputusan kelanjutan program MBG akan menunggu hasil laboratorium.

“Kami evaluasi bagaimana dari pihak SPPG Bandung Barat, apakah MBG-nya dilanjut atau dihentikan. Informasi sementara, arahan dari pusat diberhentikan dahulu selagi menunggu hasil lab,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN SPPG Cipari dapur SPPG Bandung Barat evaluasi program MBG keracunan makanan Bandung Barat keracunan massal Cipongkor Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.