Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo

Minggu, 14 Juni 2026 14:07 WIB
Persib

Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24

Minggu, 14 Juni 2026 13:54 WIB

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Minggu, 14 Juni 2026 13:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
  • Persib Gagal Dekati Tommaso Cassandro? Jurnalis Italia Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram
  • Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jadwal Masak Dini Diduga Picu Keracunan Massal di Bandung Barat

By SusanaSelasa, 23 September 2025 13:56 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menduga jadwal masak yang terlalu dini oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pemicu keracunan ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Jadwal masak yang tidak sesuai standar berpotensi menurunkan kualitas makanan hingga basi.

Keracunan massal tersebut diduga disebabkan oleh makanan yang sudah tidak layak konsumsi yang dikirim dari Dapur SPPG Cipari.

Menu makanan saat itu terdiri atas nasi, ayam kecap, tahu goreng, melon, serta lalapan sayuran seperti selada, tomat, dan timun.

“Dapur yang di Cipari memang memasaknya terlalu dini. Jadi ketika didistribusikan makanan sudah tidak bagus (tidak layak konsumsi),” ujar perwakilan BGN sekaligus Koordinator SPPG Bandung Barat, Gani Djunjunan, saat ditemui di Cipongkor.

Baca Juga:  352 Pelajar Keracunan Massal di Cipongkor, BGN Hentikan Sementara Dapur MBG

Untuk sementara waktu, operasional Dapur SPPG Cipari dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

“Dapur SPPG Cipari itu akan berhenti operasional dahulu sampai ada hasil laboratorium. Hasilnya keluar sekitar dua pekan ke depan, semoga bisa lebih cepat,” kata Gani.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan operasional dapur SPPG di KBB sejauh ini selalu melibatkan ahli gizi, tetapi pihaknya tetap melakukan evaluasi internal.

Baca Juga:  352 Pelajar Keracunan Massal di Cipongkor, BGN Hentikan Sementara Dapur MBG

“Dilibatkan. Tapi ini mungkin jadi evaluasi untuk kepala SPPG-nya,” jelasnya.

Setiap harinya, Dapur SPPG Cipari memproduksi dan mendistribusikan ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Cipongkor.

“Kalau produksi hari ini 3.647 paket. Untuk detail sekolahnya saya kurang tahu,” tandas Gani.

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat hingga Selasa (24/9/2025) pukul 00.00 WIB terdapat 301 korban keracunan massal. Mayoritas merupakan pelajar mulai dari PAUD hingga SMK.

Korban mendapat penanganan medis di lima titik, yaitu:

  • Puskesmas Cipongkor: 116 orang
  • Bidan Desa Sirnagalih: 13 orang
  • RSUD Cililin: 27 orang
  • Posko Kecamatan Cipongkor: 127 orang
  • RSIA Anugrah: 18 orang
Baca Juga:  352 Pelajar Keracunan Massal di Cipongkor, BGN Hentikan Sementara Dapur MBG

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah KBB.

“Saya sedang koordinasi dengan koordinatornya. Tentu evaluasi sangat penting karena ini menyangkut nyawa,” kata Asep.

Keputusan kelanjutan program MBG akan menunggu hasil laboratorium.

“Kami evaluasi bagaimana dari pihak SPPG Bandung Barat, apakah MBG-nya dilanjut atau dihentikan. Informasi sementara, arahan dari pusat diberhentikan dahulu selagi menunggu hasil lab,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN SPPG Cipari dapur SPPG Bandung Barat evaluasi program MBG keracunan makanan Bandung Barat keracunan massal Cipongkor Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.