Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Kamis, 30 Juli 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!

Kamis, 30 Juli 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jadwal Masak Dini Diduga Picu Keracunan Massal di Bandung Barat

By SusanaSelasa, 23 September 2025 13:56 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menduga jadwal masak yang terlalu dini oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pemicu keracunan ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Jadwal masak yang tidak sesuai standar berpotensi menurunkan kualitas makanan hingga basi.

Keracunan massal tersebut diduga disebabkan oleh makanan yang sudah tidak layak konsumsi yang dikirim dari Dapur SPPG Cipari.

Menu makanan saat itu terdiri atas nasi, ayam kecap, tahu goreng, melon, serta lalapan sayuran seperti selada, tomat, dan timun.

“Dapur yang di Cipari memang memasaknya terlalu dini. Jadi ketika didistribusikan makanan sudah tidak bagus (tidak layak konsumsi),” ujar perwakilan BGN sekaligus Koordinator SPPG Bandung Barat, Gani Djunjunan, saat ditemui di Cipongkor.

Untuk sementara waktu, operasional Dapur SPPG Cipari dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

“Dapur SPPG Cipari itu akan berhenti operasional dahulu sampai ada hasil laboratorium. Hasilnya keluar sekitar dua pekan ke depan, semoga bisa lebih cepat,” kata Gani.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan operasional dapur SPPG di KBB sejauh ini selalu melibatkan ahli gizi, tetapi pihaknya tetap melakukan evaluasi internal.

“Dilibatkan. Tapi ini mungkin jadi evaluasi untuk kepala SPPG-nya,” jelasnya.

Setiap harinya, Dapur SPPG Cipari memproduksi dan mendistribusikan ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Cipongkor.

“Kalau produksi hari ini 3.647 paket. Untuk detail sekolahnya saya kurang tahu,” tandas Gani.

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat hingga Selasa (24/9/2025) pukul 00.00 WIB terdapat 301 korban keracunan massal. Mayoritas merupakan pelajar mulai dari PAUD hingga SMK.

Korban mendapat penanganan medis di lima titik, yaitu:

  • Puskesmas Cipongkor: 116 orang
  • Bidan Desa Sirnagalih: 13 orang
  • RSUD Cililin: 27 orang
  • Posko Kecamatan Cipongkor: 127 orang
  • RSIA Anugrah: 18 orang

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah KBB.

“Saya sedang koordinasi dengan koordinatornya. Tentu evaluasi sangat penting karena ini menyangkut nyawa,” kata Asep.

Keputusan kelanjutan program MBG akan menunggu hasil laboratorium.

“Kami evaluasi bagaimana dari pihak SPPG Bandung Barat, apakah MBG-nya dilanjut atau dihentikan. Informasi sementara, arahan dari pusat diberhentikan dahulu selagi menunggu hasil lab,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN SPPG Cipari dapur SPPG Bandung Barat evaluasi program MBG keracunan makanan Bandung Barat keracunan massal Cipongkor Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.