Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib

Kecewa Berat, Bojan Hodak Teriak Soal Pitch Invader di GBLA

Kamis, 19 Februari 2026 18:00 WIB

Jadwal Adzan Maghrib Kota Bandung Hari Ini, Siapkan Buka Puasa Tepat Waktu!

Kamis, 19 Februari 2026 17:00 WIB

THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya

Kamis, 19 Februari 2026 16:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kecewa Berat, Bojan Hodak Teriak Soal Pitch Invader di GBLA
  • Jadwal Adzan Maghrib Kota Bandung Hari Ini, Siapkan Buka Puasa Tepat Waktu!
  • THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya
  • Persib Seret Wasit Majed Alshamrani ke AFC Usai Disingkirkan Ratchaburi FC
  • Sore Syahdu di Kota Kembang: 10 Rekomendasi Spot Ngabuburit Hits Bandung 2026
  • Adzan Magrib Jam Berapa? Cek Jadwal Buka Puasa Hari Pertama 1 Ramadhan 1447 H
  • 5 Menu Buka Puasa Sehat yang Bikin Tubuh Tetap Bertenaga Sepanjang Ramadhan
  • Persib Tersingkir di ACL 2 2025/26, Invasi Suporter Picu Potensi Sanksi AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok, Bupati Bandung Resmikan Ki Pinter Bedas

By Putra JuangJumat, 5 Juli 2024 08:25 WIB4 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna Resmikan Ki Pinter Bedas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus melakukan berbagai langkah dan ikhtiar sebagai bentuk terobosan dan inovasi dalam pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Bandung.

Salah satu inovasi yang dilakukan Pemkab Bandung melaksanakan peresmian program Ki Pinter Bedas atau Kios Pengendalian Inflasi Terintegrasi di Kabupaten Bandung Bedas yang dilaksanakan di Pasar Sehat Soreang, Kecamatan Soreang, Kamis (4/7/2024).

Peresmian Ki Pinter Bedas ini merupakan program inovasi pengendalian inflasi Kabupaten Bandung yang dilaksanakan Disperdagin Kabupaten Bandung, kolaborasi dengan PT Bangunbina Persada, Bulog, Bank Indonesia, bank bjb, Indag Jabar.

Ki Pinter Bedas ini diresmikan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah dan sejumlah pihak lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bandung juga turut menyerahkan sertifikat halal kepada para pihak penerima manfaat sertifikat halal yang diberikan secara gratis.

Di sela-sela peresmian Ki Pinter Bedas, Dadang Supriatna mengungkapkan saat ini terjadi penurunan inflasi Kabupaten Bandung pada angka 2,24 persen.

“Pasca Pemilu 2024 lalu, inflasi Kabupaten Bandung berada pada angka 4,5 persen. Pada bulan Juni 2024 di angka 3,04 persen. Hasil pemantauan bulan Juli 2024, alhamdulilah turun menjadi diangka 2,24 persen,” ucap Dadang.

Baca Juga:  Kunjungan Wisatawan Melonjak, Pemkab Bandung Beri Pelatihan Tour Guide untuk Generasi Muda

Dadang turut memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para pedagang Pasar Sehat Soreang yang sudah membantu pemerintah menyediakan barang-barang kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, sehingga dapat menurunkan angka inflasi di Kabupaten Bandung.

Dia menyebut, ada 10 indikator yang mempengaruhi kenaikan dan penurunan inflasi di Kabupaten Bandung.

“Kemarin pasca Pemilu, kita memang salah satu sektor perindustrian masih lambat, dan juga bulan Mei dan Juni 2024 lalu ada tiga komoditas yang kurang, yaitu bawang merah, bawang putih dan minyak goreng atau minyak curah,” sebutnya.

Sehingga, Pemkab Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan OPD lainnya menggerakkan semua potensi dan kekuatannya.

“Alhamdulillah pada hari ini, inflasi Kabupaten Bandung stabil lagi 2,24 persen,” ujarnya.

Dikatakan Dadang, tentu penurunan inflasi ini bukan hasil kerja sendiri. Tetapi hasil kerja dan kolaborasi semua pihak.

“Mudah-mudahan kita selalu bisa menjaga dan kita menghaturkan terima kasih kepada para pedagang Pasar Sehat Soreang dan sekitarnya yang sudah bisa bekerjasama dengan kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Sehingga HET (harga eceran tertinggi) bisa terkendali,” tuturnya.

Baca Juga:  Bulan Bakti Karang Taruna, Kang DS Tekankan Peran Sosial dan Ekonomi Kreatif

“Alhamdulillah, saya mendapatkan kabar dari Menteri Pertanian pun bahwa harga gabah ada peningkatan, sehingga pasar sudah mulai stabil. Dan termasuk sudah ada harga HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” tambahnya.

Dadang mengatakan, ada beberapa komoditi yang masih fluktuatif. Meski begitu, dirinya bersyukur karena Kabupaten Bandung mempunyai para petani yang andal, dan juga memiliki lahan pertanian yang cukup luas.

“Maka hal ini salah satu motivasi bagi para petani untuk terus bisa melakukan pertaniannya. Ada intervensi anggaran dari pemerintah setiap tahunnya, yaitu memberikan subsidi atau hibah. Ini salah satu kolaborasi yang sangat luar biasa dan mudah-mudahan dengan adanya program Ki Pinter Bedas sebagai salah satu program inovasi daerah Kabupaten Bandung,” bebernya.

“Di mana program Ki Pinter Bedas ini merupakan bagian dari langkah-langkah ikhtiar kita untuk terus melakukan inovasi-inovasi, sehingga kondisi harga HET di Kabupaten Bandung ini benar-benar bisa terkendali,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah mengatakan, bahwa keberadaan Ki Pinter Bedas yang baru diresmikan Bupati Bandung bukan pesaing bagi para pedagang pasar di Kabupaten Bandung, khususnya di Pasar Sehat Soreang.

Baca Juga:  Libur Lebaran 2024, Ini Rekomendasi 3 Tempat Wisata di Kabupaten Bandung

“Sebab, keberadaannya adalah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Pasar Sehat Soreang ini, sekaligus menjadi rujukan banderol kebutuhan pokok di pasar,” ucap Dicky.

Menurutnya, keberadaan Ki Pinter Bedas juga menjadi titik pantau, baik itu dalam hal referensi harga, maupun titik pelaksanaan operasi pasar.

“Di tengah situasi dan dinamika perekonomian, khususnya dalam hal pengendalian inflasi, keberadaan Ki Pinter Bedas ini memegang peran sangat penting untuk melihat tinggi rendahnya penjualan di kios pengendalian ini,” katanya.

Ia menyebutkan, Ki Pinter Bedas ini juga praktis menjadi barometer untuk melihat kondisi pasar terkait ketersediaan, maupun harga bahan pokok.

Karena menjadi rujukan harga, Dicky pun turut mengungkapkan kalau kondisi kios ramai, banyak konsumen yang datang untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

“Hal itu menjadi kecurigaan apakah di pasar terjadi kelangkaan yang mengakibatkan ketersediaan sedikit atau ada permainan dari distributor sehingga membuat harga naik,” terangnya.

“Ketika kios sepi pun menjadi atensi kami, untuk melihat apakah kondisi pasar sedang stabil atau justru perekonomian sedang lesu. Jadi keberadaan kios ini sangat vital untuk pemantauan dan pengawasan di pasar,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dadang Supriatna Inflasi Kabupaten Bandung Ki Pinter Bedas Pemkab Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Adzan Maghrib Kota Bandung Hari Ini, Siapkan Buka Puasa Tepat Waktu!

THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya

Istana Diguncang ‘Anak Paket C’, Tiyo Ardianto dan Kritik Soal MBG!

Dugaan Korupsi Rumdin DPRD Indramayu Naik ke Penyidikan, Kerugian Negara Rp16,8 Miliar

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni Is Back! Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Siap-Siap Pulang Kampung! Daftar Lengkap Mudik Gratis 2026 Beserta Jadwal dan Kuota

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.