Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 6 Bansos yang Cair Oktober 2026, Ada Bantuan hingga Rp2,7 Juta

Senin, 5 Oktober 2026 01:00 WIB

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Minggu, 4 Oktober 2026 21:47 WIB

Cuma Punya Waktu 2 Hari! Thom Haye dan Ragnar Riskan Main saat Persib Lawan Port FC

Minggu, 4 Oktober 2026 19:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cek Sekarang! 6 Bansos yang Cair Oktober 2026, Ada Bantuan hingga Rp2,7 Juta
  • Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan
  • Cuma Punya Waktu 2 Hari! Thom Haye dan Ragnar Riskan Main saat Persib Lawan Port FC
  • Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!
  • Bansos Oktober 2026 Cair! Ini 4 Bantuan Pemerintah dan Nominal yang Diterima
  • Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar
  • Budak Bandung Lolos ke Barcelona, Bakal Seangkatan Anak Messi? Ini Faktanya
  • Tarif Parkir Bandung Kembali Disorot, Parkir Dekat Masjid Raya Capai Rp15 Ribu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bukan Manusia! Sosok Penjaga Zebra Cross Ini Ternyata Seekor Anjing Liar, Aksinya Bikin Dunia Menangis

By SusanaSenin, 6 April 2026 18:59 WIB3 Mins Read
Kisah Kupata, anjing di Batumi Georgia yang membantu anak-anak menyeberang jalan, viral dan menginspirasi dunia. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sebuah kota kecil bernama Batumi, dunia pernah dibuat kagum oleh sosok tak biasa. Bukan polisi, bukan petugas lalu lintas, melainkan seekor anjing bernama Kupata yang dikenal sebagai “penjaga zebra cross”.

Kupata bukan anjing peliharaan terlatih. Ia dikenal sebagai anjing liar yang hidup di sekitar lingkungan sekolah. Namun, perilakunya jauh dari kata biasa. Setiap hari, Kupata berdiri di pinggir jalan, mengawasi lalu lintas, dan ikut membantu anak-anak serta pejalan kaki menyeberang dengan aman.

Aksi Heroik Tanpa Latihan Sejak 2019

Sejak sekitar tahun 2019, Kupata rutin melakukan aksi yang membuat warga sekitar terharu. Ia akan menunggu di dekat zebra cross, lalu turun ke jalan bersama anak-anak saat waktu menyeberang tiba.

Menariknya, Kupata tidak hanya sekadar ikut berjalan. Ia benar-benar “mengatur” lalu lintas dengan caranya sendiri. Saat ada kendaraan yang melaju terlalu cepat atau tidak memberi jalan, Kupata akan menggonggong bahkan mengejar mobil tersebut sejenak.

Aksi spontan ini membuat banyak pengendara akhirnya melambat dan lebih waspada saat melintas di area tersebut.

Tak ada yang tahu pasti mengapa Kupata melakukan hal ini. Namun yang jelas, kehadirannya telah memberikan rasa aman bagi banyak anak sekolah dan warga sekitar.

Dapat Penghargaan dan Rumah dari Pemerintah

Kebaikan Kupata tidak luput dari perhatian. Warga setempat mencintainya, bahkan menganggapnya sebagai bagian dari komunitas.

Sebagai bentuk apresiasi, Departemen Pariwisata Adjara memberikan sebuah rumah khusus untuk Kupata. Di dalamnya, terdapat penghargaan bertuliskan “People’s Choice” sebagai simbol cinta dari masyarakat.

Kupata pun dikenal luas hingga ke mancanegara setelah kisahnya viral di media sosial.

Warganet Tersentuh: “Kebaikan Hewan Lebih Tulus”

Kisah Kupata kembali ramai diperbincangkan setelah diunggah ulang di media sosial, termasuk melalui akun Instagram @partofus_id pada Senin (6/4/2026).

Di kolom komentar, warganet membanjiri unggahan tersebut dengan rasa haru dan kekaguman.

“Itu bukan anjing liar. Namanya @lovelykupata dan sudah mati beberapa tahun lalu. Rest in love Kupata,” tulis akun @and***

Komentar lain menyoroti ketulusan yang ditunjukkan Kupata:

“Ternyata kebaikan hewan lebih tulus,” tulis akun @fla***

Bahkan, ada yang membandingkan dengan perilaku manusia:

“Bahkan seekor anjing punya rasa kemanusiaan yang tinggi daripada manusia sendiri,” tulis akun @d.d***

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan bagaimana kisah Kupata tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menjadi bahan refleksi bagi banyak orang.

Kupata Kini Tiada, Tapi Kisahnya Abadi

Kabar duka datang ketika Kupata diketahui telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Meski begitu, jejak kebaikan yang ia tinggalkan tidak pernah hilang dari ingatan warga maupun publik dunia.

Kupata bukan sekadar anjing jalanan. Ia adalah simbol empati, keberanian, dan ketulusan yang jarang ditemukan, bahkan di antara manusia.

Refleksi: Pelajaran Kemanusiaan dari Seekor Anjing

Kisah Kupata menjadi pengingat kuat bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja, bahkan dari makhluk yang sering dianggap biasa.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, aksi sederhana seperti membantu orang lain menyeberang jalan bisa memiliki makna yang luar biasa.

Kupata mungkin telah tiada, namun semangatnya tetap hidup mengajarkan bahwa kepedulian tidak membutuhkan status, jabatan, atau bahkan kata-kata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.