Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

Minggu, 18 Oktober 2026 14:09 WIB
ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Minggu, 18 Oktober 2026 13:35 WIB

Balas Dendam Tuntas! Fajar/Fikri Melaju ke Final Denmark Open 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 13:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada
  • Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang
  • Balas Dendam Tuntas! Fajar/Fikri Melaju ke Final Denmark Open 2026
  • Saling Puji Jelang Duel Panas, Siapa Menang di Laga Persib vs Persik Kediri?
  • Detik-detik Gas Kaleng Meledak di Gerobak Bakso, Pedagang Alami Luka Bakar
  • Demo Biaya Hidup di Perancis Rusuh! Balai Kota Dibakar hingga Butik Mewah Dijarah
  • Greg Bongkar Dugaan Staf Persib Tak Digaji 3–4 Bulan, Eks Staf: 10 Tahun Tak Pernah Telat Gajian!
  • Pangling! Sara Wijayanto Makin Memesona Usai Cerai, Demian Masih Rajin Godain di Live TikTok
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jangan Pakai Baju Hijau di Tempat Umum! Fenomena Mistis atau Kebetulan yang Menakutkan?

By SusanaSenin, 6 Juli 2026 20:44 WIB7 Mins Read
Fenomena viral “wanita baju hijau” kembali menghebohkan media sosial. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia maya kembali dipenuhi fenomena unik yang menyedot perhatian publik. Kali ini, istilah “wanita baju hijau” mendadak viral dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Fenomena ini bukan merujuk pada satu individu saja, melainkan rangkaian kejadian berbeda yang kebetulan melibatkan sosok perempuan dengan pakaian berwarna hijau dan kemudian viral karena aksi mereka di ruang publik.

Meski awalnya hanya dianggap kebetulan, fenomena ini berkembang menjadi tren meme dan bahan candaan warganet yang menyebutnya sebagai “anomali wanita baju hijau”.

Berawal dari “Cocoklogi” Netizen di Media Sosial

Istilah “wanita baju hijau” mulai ramai setelah beberapa video viral yang menampilkan perempuan dengan pakaian hijau melakukan aksi yang memicu perhatian publik. Mulai dari emosi yang meledak di tempat umum, konflik di transportasi publik, hingga insiden di pusat kebugaran (gym), semuanya kemudian dikaitkan oleh warganet hanya karena satu kesamaan: warna pakaian.

Dari situ, muncul berbagai unggahan kolase, meme, hingga narasi humor bahwa siapa pun yang mengenakan baju hijau seakan “ditandai” oleh netizen untuk menjadi viral.

Namun, tren ini lebih banyak dianggap sebagai cocoklogi hiburan media sosial, bukan sebuah fenomena ilmiah atau pola kejadian nyata.

Cekcok di TransJakarta: Kursi Non-Prioritas Jadi Sumber Konflik

Kasus pertama yang memicu perhatian publik terjadi di dalam bus TransJakarta. Dalam sebuah video yang beredar luas, seorang penumpang perempuan tampak terlibat adu mulut dengan seorang ibu-ibu berbaju hijau.

Peristiwa itu bermula saat ibu tersebut meminta penumpang perempuan itu untuk menyerahkan kursi yang sedang ia duduki. Padahal, kursi yang ditempati bukan merupakan kursi prioritas. Penumpang perempuan tersebut bahkan telah menjelaskan bahwa dirinya sedang mengalami sakit kepala.

Namun penjelasan itu tidak diterima. Situasi justru memanas ketika ibu berbaju hijau tersebut terus melontarkan kata-kata kasar dan makian sepanjang perjalanan, hingga membuat suasana di dalam bus menjadi tidak kondusif.

Video tersebut kemudian viral setelah diunggah ulang oleh akun media sosial, salah satunya melalui Instagram @hanirajagukguk. Warganet pun langsung meramaikan kolom komentar dengan berbagai respons yang terbelah.

Baca Juga:  Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan

Sebagian netizen menilai penumpang perempuan berhak mempertahankan kursinya karena tidak berada di kursi prioritas. Namun sebagian lainnya menyoroti pentingnya etika dan empati di ruang publik, terutama saat menggunakan transportasi umum yang digunakan banyak orang dengan kondisi berbeda-beda.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Transjakarta turut angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Manajemen juga mengingatkan kembali aturan penggunaan kursi prioritas yang diperuntukkan bagi ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, serta penumpang dengan bayi atau balita.

Transjakarta juga mengimbau penumpang untuk segera melapor kepada petugas jika mengalami situasi tidak nyaman agar dapat segera ditangani di lapangan.

Emosi di Transportasi Umum hingga Eskalator

Salah satu momen yang ikut memperkuat tren ini adalah video viral seorang ibu-ibu berbaju hijau yang terekam beberapa kali terlibat adu mulut di ruang publik, mulai dari eskalator di pusat perbelanjaan hingga dalam bus TransJakarta.

Dalam salah satu insiden yang viral di akun Instagram @jakarta_siders, perempuan tersebut terlihat meluapkan emosinya kepada penumpang lain. Ia bahkan melontarkan tuduhan serius terhadap orang di sekitarnya, termasuk narasi yang menyebut keterkaitan dengan tokoh kriminal yang tidak memiliki bukti jelas.

Situasi itu membuat penumpang lain merasa terganggu hingga meminta agar situasi segera diredam. Namun video tersebut sudah terlanjur menyebar luas dan memicu perdebatan di media sosial.

Sebelumnya, di lokasi berbeda, perempuan yang sama juga viral karena terlibat konflik di eskalator mal dan menuding orang lain sebagai petugas tertentu tanpa dasar yang jelas.

Kala itu ia menuding perekam sebagai reserse. Ia menganggap perekam sudah keterlaluan kepada orang tua. Ia tak segan melabeli sang perekam sebagai maling.

“Kamu reserse muda sudah bersifat seperti ini, apalagi kalau kamu jadi tua. Nggak pantas reserse muda, nggap sopan. PTDH kamu ya, pecat tidak dengan hormat kode etik,” bebernya.

“Kau rekam omongan saya? Penampilan kayak gini buat apa ngelihatin barang saya? Matamu mata maling tahu nggak? Melihat barang, kalau perlu memegangi. Keluarkan busukmu, saya bukan kriminal, paham!,” lanjutnya.

Baca Juga:  Takdir Berkata Lain! Mainan Baru Datang saat Anak Sudah di Surga, Pesan Sang Ayah Bikin Nyesek

Usulan Gerbong Perempuan yang Viral dan Menuai Kritik

Selain itu, istilah “baju hijau” juga sempat dikaitkan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi yang dalam sebuah kesempatan mengenakan busana hijau saat menyampaikan usulan pemindahan posisi gerbong perempuan di kereta api agar ditempatkan di bagian tengah rangkaian.

“Ya, tadi kami sudah sempat menyampaikan ke PT KAI kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang. Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah untuk gerbongnya ya, supaya juga lebih tertib, lebih aman,” ujar Arifah Fauzi

Usulan tersebut kemudian menuai kritik publik hingga akhirnya klarifikasi dan permintaan maaf disampaikan melalui kanal resmi kementerian terkait.

Meski konteksnya berbeda, momen tersebut ikut masuk dalam rangkaian narasi viral “wanita baju hijau” di media sosial.

Viral di Gym, Perdebatan Etika Ruang Publik

Fenomena “wanita baju hijau” kembali mencuat ketika sebuah video viral memperlihatkan seorang perempuan menghentikan aktivitas di gym karena merasa terganggu oleh orang lain yang melintas di area pengambilan gambar.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @nyimaslalula, perempuan tersebut tampak emosi saat sedang bersiap melakukan latihan beban.

Ia kemudian melontarkan keluhan dengan nada tinggi karena merasa konsentrasinya terganggu.

“Gimana rasanya lagi mau attemp 115% ada orang lewat,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Video itu langsung menuai reaksi beragam dari netizen. Sebagian memahami bahwa latihan berat membutuhkan fokus tinggi, namun banyak juga yang menilai bahwa fasilitas gym adalah ruang publik yang digunakan bersama.

Kasus Tapir Mesuji: Viral Lain yang Ikut Terseret Narasi

Tak hanya insiden “anomali wanita baju hijau”, istilah “pria berbaju hijau” juga sempat mencuat dalam kasus berbeda yang terjadi di Lampung. Dalam peristiwa di kawasan Jalur Lintas Timur (Jalintim) Mesuji, seekor tapir dilaporkan menjadi korban pembunuhan yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat seekor tapir yang merupakan satwa dilindungi dalam kondisi tidak bernyawa. Peristiwa tersebut memicu kemarahan publik, terlebih karena aksi para pelaku direkam dan tersebar luas.

Baca Juga:  Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?

Salah satu sosok dalam video tersebut turut menjadi sorotan warganet karena mengenakan pakaian berwarna hijau. Meski tidak berkaitan dengan kasus TransJakarta, kesamaan warna pakaian ini kembali memperkuat narasi viral yang berkembang di media sosial.

Kasus tersebut memicu gelombang kecaman luas, terutama dari pegiat lingkungan dan warganet yang menyoroti pentingnya perlindungan satwa dilindungi serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran konservasi.

Meme “Wanita Baju Hijau” Jadi Tren Hiburan Netizen

Dari berbagai kejadian tersebut, netizen kemudian menggabungkan semuanya dalam bentuk meme dan kolase humor. Istilah “wanita baju hijau” pun berkembang menjadi simbol candaan viral di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana internet sering kali membentuk narasi baru dari potongan-potongan kejadian yang tidak saling berhubungan.

Meski bersifat hiburan, tren ini juga memunculkan diskusi tentang bagaimana cepatnya informasi dipersepsikan dan digeneralisasi oleh publik.

Komentar Warganet: Antara Hiburan dan Kritik

Fenomena ini turut memancing berbagai reaksi dari warganet. Diambil dari kolom komentar Instagram @bang.tawa, netizen memberikan tanggapan beragam, mulai dari candaan hingga sindiran.

“Hahahaha bisa pass gituu,” tulis akun @her***

“Saat nya KU AMAL KAN BAJU2 WARNA HIJAU KU,” tulis akun @dep***

“Coba boleh tuh di bawa ke pantai selatan,” tulis akun @ali***

Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar publik melihat fenomena ini sebagai hiburan ringan di media sosial.

Fenomena Viral yang Jadi Pengingat Etika Publik

Meski banyak dibalut humor dan meme, fenomena “wanita baju hijau” juga menjadi pengingat penting tentang etika di ruang publik. Setiap individu memiliki kebebasan berekspresi, namun tetap harus menjaga kenyamanan orang lain di sekitarnya.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah menggeneralisasi atau mengaitkan suatu warna pakaian dengan perilaku tertentu hanya berdasarkan kebetulan viral di internet.

Fenomena ini pada akhirnya memperlihatkan bagaimana media sosial dapat membentuk narasi besar dari hal-hal kecil yang terjadi secara acak dan bagaimana publik meresponsnya dengan cepat, kreatif, sekaligus kritis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

video viral indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pangling! Sara Wijayanto Makin Memesona Usai Cerai, Demian Masih Rajin Godain di Live TikTok

Harga Emas Antam Hari Ini Kompak Tertahan, 1 Gram Rp 2.572.000

Penyebab Bansos PKH dan BPNT Tak Kunjung Cair: Cek Peringkat Desil Anda Lewat HP dan Ini Cara Memperbaikinya

Peuyeum Bendul, kuliner khas Purwakarta.

Panduan Wisata Kuliner Purwakarta: Dari Olahan Peuyeum Manis Hingga Soto Gurih Khas Sadang

Anak Dijamin Happy! Ini 8 Tempat Wisata Liburan Keluarga Paling Hits di Bandung dan Bandung Barat

Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.