Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!

Kamis, 30 Juli 2026 09:34 WIB

Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic

Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang Wukuf di Arafah, 600 Jamaah Haji Jabar Telantar di Makkah Akibat Ulah Syarikah

By Aga GustianaKamis, 5 Juni 2025 11:53 WIB3 Mins Read
Ratusan Jamaah Haji asal Jabar telantar di Misfalah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 600 jamaah haji asal Jawa Barat tertahan di kawasan Misfalah, Makkah, padahal waktu wukuf di Arafah sudah semakin dekat. Mereka seharusnya telah tiba di Padang Arafah untuk menjalankan puncak ibadah haji pada hari Arafah, Kamis (5/6/2025).

Namun, ketidakkonsistenan pihak syarikah (penyedia layanan haji) dalam memenuhi kewajibannya membuat keberangkatan tertunda.

Menurut Ketua Angkatan Petugas Haji Daerah (PHD) Jawa Barat, H. Lutfi Hermawansyah, hingga pukul 06.15 waktu setempat, ratusan jamaah masih berada di hotel mereka dan belum diberangkatkan. Jumlah tersebut terdiri dari 137 jamaah dari Kloter JKS 6 asal Sukabumi dan lebih dari 400 jamaah dari Kloter JKS 11 asal Bekasi.

“Seharusnya mereka sudah berada di Arafah karena ini adalah Hari Arafah. Tapi kenyataannya mereka masih tertahan di Misfalah karena syarikah tidak menjalankan komitmennya,” ungkap H. Lutfi.

Ia menjelaskan bahwa awal mula masalah ini berasal dari sikap egosentris sebagian syarikah. Sejak kedatangan jamaah di Makkah, beberapa syarikah hanya mau melayani jamaah yang masuk dalam kelompok mereka saja, tanpa memperhatikan distribusi atau persebaran jamaah yang telah ditempatkan di berbagai hotel.

Padahal, Kementerian Agama RI dan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) sebelumnya telah menyusun skema untuk mengantisipasi potensi kepadatan menjelang keberangkatan ke Arafah.

Salah satunya adalah dengan kesepakatan bahwa setiap syarikah wajib menjemput jamaah dari hotel-hotel tertentu, tanpa memandang syarikah asal jamaah tersebut, dan mengantarkannya ke tenda masing-masing di Arafah.

Sebagai contoh, syarikah RHL 250 yang menerbitkan 3.900 visa, diberi tanggung jawab untuk menarik jamaah dari empat hotel dengan jumlah sesuai, dan menampung mereka di tenda RHL 250. Namun, dalam praktiknya, ada syarikah seperti RHL 252 yang tidak mematuhi skema ini.

“Syarikah RHL 252 seharusnya menarik 900 jamaah dari Hotel Royal di sektor 9, tapi hanya mengangkut kurang dari 300 orang. Lebih parah lagi, mereka tidak mau menerima jamaah yang sudah diangkut untuk masuk ke tendanya di Arafah,” jelas H. Lutfi.

Akibatnya, sejumlah jamaah Indonesia telantar tanpa kejelasan. Beruntung, semangat gotong royong antarjamaah sangat kuat. Jamaah yang sudah lebih dulu tiba di Arafah saling membantu dengan menyediakan ruang, menggeser tempat tidur, dan berbagi makanan kepada saudara sesama jamaah yang belum memiliki tempat.

Namun, krisis transportasi belum juga usai. Masih ada sekitar 600 jamaah yang belum diangkut ke Arafah tanpa alasan yang jelas. Mereka sebelumnya dijanjikan akan diberangkatkan sebelum waktu Subuh, namun hingga waktu wukuf semakin dekat, kepastian keberangkatan belum juga didapat.

Melihat kondisi ini, Kementerian Agama RI akhirnya mengambil langkah cepat. Kepala Bidang Haji Provinsi Jawa Barat turun langsung ke lokasi dan memimpin upaya penjemputan jamaah dengan menyediakan 13 bus tambahan untuk mengangkut jamaah yang tertahan di Misfalah.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, agar para jamaah—khususnya dari Jawa Barat—dapat segera diberangkatkan ke Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf dengan tenang,” kata H. Lutfi yang juga menjabat Sekretaris PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar itu.

Situasi ini menjadi cerminan pentingnya sinergi dan komitmen semua pihak dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama saat puncak-puncak ibadah seperti wukuf di Arafah. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengevaluasi ulang kerja sama dengan syarikah yang dianggap lalai, demi memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah jamaah di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jamaah haji jawa barat misfalah Syarikah wukuf di arafah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.