Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Krisis Fasilitas hingga Jadwal Super Padat, Kapten Persib: Kata Kuncinya Bertahan

Sabtu, 26 September 2026 16:58 WIB

Viral Kedok Terbongkar! Ngaku Tak Makan, Ceu Epon Tasikmalaya Borong Emas Puluhan Juta Kontan?

Sabtu, 26 September 2026 16:06 WIB

Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman

Sabtu, 26 September 2026 15:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Krisis Fasilitas hingga Jadwal Super Padat, Kapten Persib: Kata Kuncinya Bertahan
  • Viral Kedok Terbongkar! Ngaku Tak Makan, Ceu Epon Tasikmalaya Borong Emas Puluhan Juta Kontan?
  • Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman
  • Cucun Ahmad Syamsurijal Sambut Baik Alih Kelola Universitas Bandung, Targetkan Lulusan Siap Kerja
  • Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta
  • Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina
  • Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang Wukuf di Arafah, 600 Jamaah Haji Jabar Telantar di Makkah Akibat Ulah Syarikah

By Aga GustianaKamis, 5 Juni 2025 11:53 WIB3 Mins Read
Ratusan Jamaah Haji asal Jabar telantar di Misfalah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 600 jamaah haji asal Jawa Barat tertahan di kawasan Misfalah, Makkah, padahal waktu wukuf di Arafah sudah semakin dekat. Mereka seharusnya telah tiba di Padang Arafah untuk menjalankan puncak ibadah haji pada hari Arafah, Kamis (5/6/2025).

Namun, ketidakkonsistenan pihak syarikah (penyedia layanan haji) dalam memenuhi kewajibannya membuat keberangkatan tertunda.

Menurut Ketua Angkatan Petugas Haji Daerah (PHD) Jawa Barat, H. Lutfi Hermawansyah, hingga pukul 06.15 waktu setempat, ratusan jamaah masih berada di hotel mereka dan belum diberangkatkan. Jumlah tersebut terdiri dari 137 jamaah dari Kloter JKS 6 asal Sukabumi dan lebih dari 400 jamaah dari Kloter JKS 11 asal Bekasi.

“Seharusnya mereka sudah berada di Arafah karena ini adalah Hari Arafah. Tapi kenyataannya mereka masih tertahan di Misfalah karena syarikah tidak menjalankan komitmennya,” ungkap H. Lutfi.

Baca Juga:  Di Balik Angka Romantisme PPDB: Jalan Terjal Sekolah Swasta Jabar Menuju Kesetaraan Akses Pendidikan

Ia menjelaskan bahwa awal mula masalah ini berasal dari sikap egosentris sebagian syarikah. Sejak kedatangan jamaah di Makkah, beberapa syarikah hanya mau melayani jamaah yang masuk dalam kelompok mereka saja, tanpa memperhatikan distribusi atau persebaran jamaah yang telah ditempatkan di berbagai hotel.

Padahal, Kementerian Agama RI dan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) sebelumnya telah menyusun skema untuk mengantisipasi potensi kepadatan menjelang keberangkatan ke Arafah.

Salah satunya adalah dengan kesepakatan bahwa setiap syarikah wajib menjemput jamaah dari hotel-hotel tertentu, tanpa memandang syarikah asal jamaah tersebut, dan mengantarkannya ke tenda masing-masing di Arafah.

Sebagai contoh, syarikah RHL 250 yang menerbitkan 3.900 visa, diberi tanggung jawab untuk menarik jamaah dari empat hotel dengan jumlah sesuai, dan menampung mereka di tenda RHL 250. Namun, dalam praktiknya, ada syarikah seperti RHL 252 yang tidak mematuhi skema ini.

Baca Juga:  Perkuat Kerja Sama, Delegasi China Buka Peluang Transfer Teknologi Pertanian

“Syarikah RHL 252 seharusnya menarik 900 jamaah dari Hotel Royal di sektor 9, tapi hanya mengangkut kurang dari 300 orang. Lebih parah lagi, mereka tidak mau menerima jamaah yang sudah diangkut untuk masuk ke tendanya di Arafah,” jelas H. Lutfi.

Akibatnya, sejumlah jamaah Indonesia telantar tanpa kejelasan. Beruntung, semangat gotong royong antarjamaah sangat kuat. Jamaah yang sudah lebih dulu tiba di Arafah saling membantu dengan menyediakan ruang, menggeser tempat tidur, dan berbagi makanan kepada saudara sesama jamaah yang belum memiliki tempat.

Namun, krisis transportasi belum juga usai. Masih ada sekitar 600 jamaah yang belum diangkut ke Arafah tanpa alasan yang jelas. Mereka sebelumnya dijanjikan akan diberangkatkan sebelum waktu Subuh, namun hingga waktu wukuf semakin dekat, kepastian keberangkatan belum juga didapat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang PR, Minta Pembelajaran Diselesaikan di Sekolah

Melihat kondisi ini, Kementerian Agama RI akhirnya mengambil langkah cepat. Kepala Bidang Haji Provinsi Jawa Barat turun langsung ke lokasi dan memimpin upaya penjemputan jamaah dengan menyediakan 13 bus tambahan untuk mengangkut jamaah yang tertahan di Misfalah.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, agar para jamaah—khususnya dari Jawa Barat—dapat segera diberangkatkan ke Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf dengan tenang,” kata H. Lutfi yang juga menjabat Sekretaris PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar itu.

Situasi ini menjadi cerminan pentingnya sinergi dan komitmen semua pihak dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama saat puncak-puncak ibadah seperti wukuf di Arafah. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengevaluasi ulang kerja sama dengan syarikah yang dianggap lalai, demi memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah jamaah di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman

Cucun Ahmad Syamsurijal Sambut Baik Alih Kelola Universitas Bandung, Targetkan Lulusan Siap Kerja

Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.