bukamata.id – Sebuah laporan menyayat hati sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Seorang ibu asal Cimahi tak kuasa menahan air mata saat menceritakan nasib tragis putri kecilnya yang baru menginjak usia 3 tahun, yang diduga menjadi korban tindakan asusila oleh seorang pria berinisial W.
Sambil terisak, ibu tersebut mengungkapkan bahwa sang buah hati terus-menerus mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian sensitifnya.
“Pak Dedi abdi gaduh murangkalih usia 3 taun, ieu kanyerian wae akibat kalakuan si baji* eta nu ngarana Wahyudin orang Cihanjuang,” ucap ibu tersebut dengan nada penuh amarah dan kesedihan.
Ikhtiar Medis yang Belum Membuahkan Hasil
Ibu korban mengaku sudah mengupayakan segala cara agar putrinya bisa pulih. Namun, hingga saat ini kondisi sang anak masih sangat memprihatinkan. Ia menceritakan bagaimana perjuangannya membawa sang putri ke fasilitas kesehatan, namun pendarahan yang dialami korban tak kunjung berhenti.
“Abi geus ikhtiar kaditu kadieu Pak Dedi, budak kanyerian wae ieu, geus ka rumah sakit enggeus abi teh, teu eren-eren ieu ngadarah,” ungkapnya lirih.
Karena pelaku masih bebas berkeliaran, ia akhirnya menaruh harapan terakhirnya kepada Kang Dedi Mulyadi untuk membantu mencari keadilan dan memastikan pelaku segera diringkus.
Respon Cepat dan Langkah Tegas KDM
Mendengar aduan yang begitu memilukan, Kang Dedi Mulyadi langsung bergerak cepat. Melalui unggahan di media sosialnya, KDM menegaskan bahwa dirinya sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa balita malang tersebut.
“Saya pasti memahami, mengalami trauma psikologi yang dialami oleh anak perempuannya, masih di bawah umur, diduga mungkin dilakukan oleh seseorang, melakukan upaya paksa pencabulan atau pelecehan,” tegas KDM melalui akun Instagram resminya.
Tidak hanya memberikan dukungan moril, KDM langsung menginstruksikan tim Provinsi Jawa Barat, termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) serta tim hukum, untuk mendampingi keluarga korban.
“Dan selanjutnya tim Provinsi Jawa Barat segera hari ini didampingi oleh pengacara, Kepala Dinas Perlindungan Ibu dan Anak akan datang ke rumah ibu untuk segera membawa ibu untuk lapor ke Polres,” lanjutnya.
KDM berkomitmen bahwa kasus ini tidak akan berhenti di laporan kepolisian saja. Ia memastikan korban akan mendapatkan pemulihan trauma secara mendalam dengan bantuan ahli.
“Selanjutnya kami akan melakukan pengawalan, pendampingan, termasuk memberikan terapi psikologi pada anak ibu yang pasti mengalami trauma,” pungkas KDM.
Kini, publik menunggu langkah nyata kepolisian untuk segera mengamankan terduga pelaku agar kasus serupa tidak kembali terulang dan keadilan bagi bocah 3 tahun tersebut dapat segera ditegakkan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










