Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Asia Afrika Bandung Simpan Jejak Sejarah Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 05:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status

Jumat, 12 Juni 2026 04:00 WIB

Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Link Video Beredar Tuai Kontroversi

Jumat, 12 Juni 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Asia Afrika Bandung Simpan Jejak Sejarah Dunia
  • Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status
  • Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Link Video Beredar Tuai Kontroversi
  • Ramai Diburu di TikTok dan X, Mengapa Netizen Harus Waspada dengan Isu Video Viral Cut Salwa?
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru 12 Juni 2026, Dapatkan Skin Senjata dan Bundel Langka Gratis
  • Hasil Semifinal Piala AFF U19: Kalah Tipis dari Australia, Indonesia Harus Puas Rebutan Tempat Ketiga
  • Saingi iPad Mini? Huawei Boyong MatePad Mini ke RI, Tablet Tipis 5,2 mm Bertabur Fitur Premium
  • Berburu Pilar Baru: Intip 7 Amunisi Gahar yang Masuk Radar Transfer Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 12 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

JK Ungkit Jasa Politik, Jokowi Respons Santai: Saya Orang Kampung

By Aga GustianaSelasa, 21 April 2026 11:30 WIB3 Mins Read
Presiden Joko Widodo. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan politik antara elit senior kembali memuncak. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mendadak membongkar memori lama tentang awal mula karier nasional Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung, JK menyebut dirinya adalah sosok kunci di balik lompatan besar Jokowi dari Solo menuju kursi RI-1.

Pernyataan “pedas” ini terlontar saat JK memberikan keterangan di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Awalnya, JK berniat mengklarifikasi tuduhan miring dari Rismon Sianipar soal pendanaan isu ijazah yang menyeret namanya. Namun, pembicaraan justru melebar ke soal jasa politik yang belum banyak diketahui publik secara detail.

Murka Dituduh Danai Isu Ijazah

JK tampak tak bisa menyembunyikan kekesalannya saat disebut-sebut ikut mendanai gerakan tertentu senilai miliaran rupiah. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanyalah upaya pengalihan isu yang menyeret banyak tokoh besar.

“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang,” ujar JK tegas.

Baca Juga:  Tak Ingin Terbawa Bola Panas, Jokowi Minta Kadin Selesaikan Permasalahan di Internal

“Jokowi Jadi Presiden Karena Saya”

Setelah menepis isu pendanaan, JK mulai mengulas sejarah. Ia mengingatkan publik bahwa dialah yang memboyong Jokowi keluar dari Solo untuk bertarung di Jakarta. JK mengklaim sebagai orang yang pertama kali menyodorkan nama Jokowi ke Megawati Soekarnoputri untuk Pilkada DKI.

Pernyataan paling telak muncul saat ia menyinggung posisi Jokowi di puncak kekuasaan.

“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” tegas JK tanpa ragu.

Menurut JK, saat pencalonan presiden tiba, Megawati sempat bimbang. Ketua Umum PDIP itu disebut-sebut baru mau merestui pencalonan Jokowi jika JK bersedia mendampingi sebagai Wakil Presiden untuk memberikan bimbingan pengalaman.

Baca Juga:  Jokowi Resmikan Jalan Tol Pamulang-Cinere-Raya Bogor dengan Total Investasi Rp 4 Triliun

“Nah dua tahun dia Gubernur, oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, ‘Eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini’, Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya,” kenang JK.

JK menambahkan bahwa saat itu dirinya sebenarnya sudah bersiap untuk pensiun dan menetap di Makassar. Namun, desakan Megawati demi masa depan kepemimpinan nasional membuatnya urung pulang kampung.

“‘Kenapa Bu saya mesti wakil?’, ‘karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia’. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang ‘jangan, Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf’. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?” cetus JK.

Baca Juga:  Link Video Teh Pucuk Viral dan KKN 17 Menit Muncul di Telegram, Fakta atau Sekadar Jebakan Clickbait?

Respons Rendah Hati dari Jokowi

Mendengar klaim “jasa besar” dari mantan wakilnya tersebut, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memberikan reaksi yang sangat kontras. Saat ditemui di kediamannya di Banjarsari, Surakarta, Senin (20/4/2026), Jokowi memilih gaya diplomasi merendah yang menjadi ciri khasnya.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” jawab Jokowi singkat dan tenang.

Mengenai kekhawatiran JK yang menyebut dirinya sempat dianggap kurang berpengalaman hingga bisa merusak negeri, Jokowi tidak mau berdebat secara terbuka. Ia menyerahkan seluruh rapor kepemimpinannya kepada publik.

“Yang menilai bukan saya,” pungkas pria asal Solo tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita terkini jokowi Jusuf Kalla Megawati Soekarnoputri politik Indonesia Sejarah Pilpres
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status

Dua Motor Tabrakan di Flyover Kiaracondong, Arus Lalu Lintas Jalan Ibrahim Adjie Lumpuh

Padam Listrik

Listrik Tiba-Tiba Padam di Banyak Kota Termasuk Bandung, ESDM Buka Suara

Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung

Gedung DPRD Jabar Dikepung Mahasiswa, Kebijakan Ekonomi hingga RUU Polri Jadi Sorotan Utama

ilustrasi gempa

Sesar Naik Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Ahli BRIN Ingatkan Potensi Gempa Darat Jawa

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.