Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK

Minggu, 1 November 2026 06:00 WIB

Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair

Minggu, 1 November 2026 02:00 WIB

Ujian Maraton Maung Bandung: 7 Laga Berat di 3 Kompetisi Mengintai Persib Sepanjang November 2026

Minggu, 1 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK
  • Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair
  • Ujian Maraton Maung Bandung: 7 Laga Berat di 3 Kompetisi Mengintai Persib Sepanjang November 2026
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

JK Ungkit Jasa Politik, Jokowi Respons Santai: Saya Orang Kampung

By Aga GustianaSelasa, 21 April 2026 11:30 WIB3 Mins Read
Presiden Joko Widodo. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan politik antara elit senior kembali memuncak. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mendadak membongkar memori lama tentang awal mula karier nasional Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung, JK menyebut dirinya adalah sosok kunci di balik lompatan besar Jokowi dari Solo menuju kursi RI-1.

Pernyataan “pedas” ini terlontar saat JK memberikan keterangan di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Awalnya, JK berniat mengklarifikasi tuduhan miring dari Rismon Sianipar soal pendanaan isu ijazah yang menyeret namanya. Namun, pembicaraan justru melebar ke soal jasa politik yang belum banyak diketahui publik secara detail.

Murka Dituduh Danai Isu Ijazah

JK tampak tak bisa menyembunyikan kekesalannya saat disebut-sebut ikut mendanai gerakan tertentu senilai miliaran rupiah. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanyalah upaya pengalihan isu yang menyeret banyak tokoh besar.

“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang,” ujar JK tegas.

Baca Juga:  Jokowi Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Nusantara IKN

“Jokowi Jadi Presiden Karena Saya”

Setelah menepis isu pendanaan, JK mulai mengulas sejarah. Ia mengingatkan publik bahwa dialah yang memboyong Jokowi keluar dari Solo untuk bertarung di Jakarta. JK mengklaim sebagai orang yang pertama kali menyodorkan nama Jokowi ke Megawati Soekarnoputri untuk Pilkada DKI.

Pernyataan paling telak muncul saat ia menyinggung posisi Jokowi di puncak kekuasaan.

“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” tegas JK tanpa ragu.

Menurut JK, saat pencalonan presiden tiba, Megawati sempat bimbang. Ketua Umum PDIP itu disebut-sebut baru mau merestui pencalonan Jokowi jika JK bersedia mendampingi sebagai Wakil Presiden untuk memberikan bimbingan pengalaman.

Baca Juga:  Timnas AMIN Sebut Kecenderungan Jokowi pada Paslon 02 Hal Wajar

“Nah dua tahun dia Gubernur, oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, ‘Eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini’, Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya,” kenang JK.

JK menambahkan bahwa saat itu dirinya sebenarnya sudah bersiap untuk pensiun dan menetap di Makassar. Namun, desakan Megawati demi masa depan kepemimpinan nasional membuatnya urung pulang kampung.

“‘Kenapa Bu saya mesti wakil?’, ‘karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia’. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang ‘jangan, Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf’. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?” cetus JK.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Keretakan, Jokowi Ungkap Alasan Pakai Kemeja Biru Khas Prabowo

Respons Rendah Hati dari Jokowi

Mendengar klaim “jasa besar” dari mantan wakilnya tersebut, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memberikan reaksi yang sangat kontras. Saat ditemui di kediamannya di Banjarsari, Surakarta, Senin (20/4/2026), Jokowi memilih gaya diplomasi merendah yang menjadi ciri khasnya.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” jawab Jokowi singkat dan tenang.

Mengenai kekhawatiran JK yang menyebut dirinya sempat dianggap kurang berpengalaman hingga bisa merusak negeri, Jokowi tidak mau berdebat secara terbuka. Ia menyerahkan seluruh rapor kepemimpinannya kepada publik.

“Yang menilai bukan saya,” pungkas pria asal Solo tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita terkini jokowi Jusuf Kalla politik Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.