Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri

Minggu, 8 November 2026 12:01 WIB

Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14

Minggu, 8 November 2026 11:56 WIB

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Minggu, 8 November 2026 11:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri
  • Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14
  • Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung
  • Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan
  • 10 Laga dalam 30 Hari! Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Lawan Java United
  • Harga Emas Antam Hari Ini Diam di Rp2,5 Juta, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
  • Tumbuh Jauh dari Azan, Bobotoh Cilik Ini Justru Khatam 30 Juz di Usia 9 Tahun
  • Bansos Salah Sasaran? Begini Cara Lapor Lewat Fitur Sanggah Aplikasi Kemensos!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Juara Dunia Dipaksa Minta Maaf?! Misteri Klarifikasi Desak Made Usai Bongkar Borok Pemerintah

By SusanaRabu, 8 Juli 2026 15:26 WIB7 Mins Read
Desak Made Rita Kusuma Dewi. Foto: Instagram @desakmaderita01.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena sukses mempersembahkan medali emas World Climbing Series Krakow 2026, tetapi juga lantaran klarifikasi yang ia sampaikan setelah pernyataannya mengenai minimnya dukungan pemerintah viral di media sosial.

Sebelumnya, atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia itu mengungkapkan bahwa keberangkatan tim menuju Krakow, Polandia, sempat menghadapi kendala karena tidak mendapat dukungan pemerintah. Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang diskusi di media sosial dan mendapat simpati luas dari masyarakat.

Namun beberapa hari kemudian, Desak menyampaikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa ucapannya tidak dimaksudkan sebagai kritik terhadap pihak tertentu. Meski demikian, klarifikasi tersebut justru memunculkan reaksi baru dari warganet yang mempertanyakan alasan di balik penyampaiannya.

Berawal dari Emas Bersejarah di Krakow

Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu atlet speed climbing terbaik dunia.

Pada World Climbing Series Krakow 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Krakow, Polandia, atlet asal Buleleng, Bali, itu sukses merebut medali emas nomor speed individu putri.

Kompetisi bergengsi tersebut mempertemukan para pemanjat tercepat dari berbagai negara seperti Polandia, Amerika Serikat, China, Ukraina, Spanyol, hingga Indonesia.

Di babak final yang menggunakan format four lane, Desak harus bersaing dengan tiga atlet papan atas dunia, yakni Natalia Kalucka, Aleksandra Miroslaw dari Polandia, serta Emma Hunt dari Amerika Serikat.

Meski mendapat tekanan dari publik tuan rumah, Desak tampil luar biasa.

Ia mencatatkan waktu 6,54 detik, menjadi yang tercepat sekaligus memastikan lagu Indonesia Raya berkumandang di Krakow.

Natalia Kalucka meraih medali perak dengan waktu 6,62 detik, sedangkan Emma Hunt membawa pulang perunggu.

Jalan Menuju Emas Tidak Mudah

Keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan.

Pada semifinal, Desak harus bersaing melawan Emma Hunt, Yuju Mou dari China, hingga Natalia Kalucka.

Ia tampil konsisten sejak babak kualifikasi, 16 besar, perempat final, hingga akhirnya memastikan tempat di partai puncak.

Sementara dua wakil Indonesia lainnya, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih, harus terhenti di babak perempat final.

Di sektor putra, Indonesia juga diperkuat Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.

Pernyataan Desak yang Menghebohkan

Di tengah euforia kemenangan, Desak justru melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian publik.

Dalam wawancara seusai pertandingan, ia mengungkap bahwa keberangkatan menuju Krakow sempat diwarnai berbagai kendala karena tidak adanya dukungan pemerintah.

“Terima kasih untuk tim saya, pelatih saya dan seluruh masyarakat Indonesia. Sebetulnya sebelum saya berangkat ke Krakow ada beberapa masalah karena pemerintah tidak mensupport kami. Dan sekarang saya berharap pemerintah selalu mendukung kami di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ujar Desak.

Pernyataan tersebut dengan cepat viral di berbagai platform media sosial.

Banyak masyarakat mempertanyakan bagaimana mungkin atlet yang membawa nama Indonesia di level dunia masih harus menghadapi persoalan dukungan menjelang kompetisi internasional.

Desak Made Akhirnya Buka Suara dan Klarifikasi

Beberapa hari setelah videonya menjadi viral, Desak menyampaikan klarifikasi melalui pernyataan resmi.

Ia menegaskan bahwa ucapannya tidak dimaksudkan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah ataupun pihak tertentu.

Menurut Desak, yang ingin ia sampaikan hanyalah gambaran mengenai tantangan yang dihadapi seorang atlet dalam perjalanan menuju kompetisi internasional.

“Melalui pernyataan tersebut, saya hanya ingin mengekspresikan determinasi dan resiliensi saya sebagai seorang atlet. Sebagai juara, saya percaya bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan semangat pantang menyerah dan dijadikan motivasi untuk terus memberikan penampilan terbaik,” ujar Desak.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah selama ini tetap memberikan dukungan kepada atlet nasional.

“Pemerintah tetap dan terus memberikan dukungan kepada kami sebagai atlet. Dukungan tersebut sangat berarti dalam perjalanan kami mengharumkan nama bangsa.”

Meski demikian, Desak mengakui bahwa dalam setiap penyelenggaraan ajang olahraga masih terdapat berbagai hal yang dapat menjadi bahan evaluasi bersama.

Ia berharap evaluasi tersebut menjadi bekal agar pembinaan olahraga Indonesia semakin baik di masa mendatang.

“Harapan saya, semoga semangat kolaborasi dan saling mendukung terus terjaga sehingga prestasi olahraga Indonesia dapat terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.”

Warganet Justru Curiga dengan Klarifikasi

Alih-alih meredakan perdebatan, klarifikasi Desak justru memunculkan reaksi baru di media sosial.

Kolom komentar akun Instagram @desakmaderita01 dipenuhi dukungan dari warganet.

Sebagian besar menilai Desak tidak perlu takut menyampaikan kritik apabila memang bertujuan membangun olahraga Indonesia.

Salah satu akun menulis:

“Gpp kak, kamu berhak mengkritik, kamu yang bawa nama harum Indonesia. Gesekan ini perlu terjadi biar introspeksi diri mereka. GASSS aja, terima kasih sudah membawa nama harum Indonesia,” tulis akun @khi*.

Komentar lain bahkan mempertanyakan apakah klarifikasi tersebut muncul karena adanya tekanan dari pihak tertentu.

“Semoga statement Kak Desak ini bukan karena ‘di-desak’ oleh pihak-pihak tertentu ya. All the best dan semoga terus berprestasi,” tulis akun @awa*.

Dukungan juga datang dari akun lain yang meminta Desak tetap fokus berprestasi.

“Pihak-pihak yang baperan enggak usah dianggap. Semangat terus Desak. Kamu yang mengharumkan nama Indonesia. Kami bangga sama kamu,” tulis akun @irm*.

Meski komentar tersebut ramai diperbincangkan, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa klarifikasi Desak dibuat karena adanya tekanan dari pihak mana pun. Dugaan tersebut murni merupakan opini sebagian warganet di media sosial.

Yenny Wahid Buka Suara, Benarkan Sempat Ada Ketidakpastian Dukungan

Di tengah polemik yang berkembang, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, akhirnya memberikan penjelasan terkait pernyataan Desak Made mengenai dukungan pemerintah menjelang keberangkatan ke World Climbing Series Krakow 2026.

Yenny mengungkapkan bahwa pada awalnya memang sempat terjadi ketidakpastian mengenai dukungan pemerintah untuk keberangkatan tim panjat tebing Indonesia ke Polandia. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai program olahraga nasional.

“Iya, jadi memang ini dampak dari pemotongan anggaran yang sampai 70 persen. Jadi semua jadi dikurangi budget-nya. Cuma kami sudah memperjuangkan, dan dari Kemenpora juga mencoba membantu semampunya mereka,” ujar Yenny.

Meski sempat diwarnai ketidakpastian, Yenny memastikan pemerintah akhirnya tetap memberikan dukungan sehingga tim Indonesia dapat berangkat mengikuti seri Krakow, termasuk agenda kejuaraan berikutnya di Chamonix, Prancis.

“Sehingga kemarin yang ke Krakow sama kejuaraan dunia di Chamonix ini masih akan didukung pemerintah,” katanya.

Namun, Yenny mengaku belum bisa memastikan bagaimana dukungan pemerintah untuk seri-seri Piala Dunia Panjat Tebing berikutnya. Pasalnya, hingga akhir kalender kompetisi 2026 masih terdapat sejumlah kejuaraan internasional yang akan diikuti atlet Indonesia.

“Situasinya memang seperti ini. Dukungan pemerintah masih menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Dukungan Baru Turun Menjelang Keberangkatan

Yenny kemudian membeberkan kronologi yang dialami tim nasional panjat tebing sebelum bertolak ke Krakow.

Menurutnya, pada awal proses persiapan, FPTI sempat menerima informasi bahwa pemerintah belum dapat memberikan dukungan untuk keberangkatan atlet.

Namun, situasi berubah beberapa saat sebelum rombongan berangkat ke Polandia.

“Kalau yang ke Krakow memang awal-awalnya sempat ada informasi pemerintah enggak bisa dukung. Tapi di akhir-akhir sebelum Desak berangkat, akhirnya keluar support itu,” ungkap Yenny.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat FPTI harus bekerja ekstra keras agar program pembinaan atlet tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.

Bahkan, menurutnya, federasi terpaksa melakukan berbagai penyesuaian terhadap sistem pemusatan latihan nasional (pelatnas).

“Kami bolak-balik dengan Kemenpora untuk memastikan pelatnas tetap jalan. Kami harus mencari format baru karena tidak bisa seperti dulu. Jadi memang pelatnasnya sekarang bisa dibilang pelatnas prihatin,” tutur Yenny.

Penjelasan Ketua Umum FPTI tersebut memperlihatkan bahwa kendala yang sempat disampaikan Desak Made berkaitan dengan proses kepastian dukungan menjelang keberangkatan, bukan berarti pemerintah sama sekali tidak memberikan bantuan.

Sosok Desak Made, Ikon Speed Climbing Indonesia

Lahir di Buleleng, Bali, pada 24 Januari 2001, Desak mulai mengenal panjat tebing sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Bakatnya berkembang pesat hingga menjadi salah satu atlet tercepat dunia pada nomor speed.

Sepanjang kariernya, Desak telah mengoleksi berbagai prestasi internasional, di antaranya:

  • Medali Emas World Climbing Series Krakow 2026
  • Medali Emas Piala Dunia IFSC Krakow 2025
  • Medali Emas Kejuaraan Dunia Bern 2023
  • Medali Emas Asian Games Hangzhou 2022
  • Medali Emas World Games Chengdu 2025
  • Medali Emas Kejuaraan Asia Meishan 2026
  • Medali Emas Asian Beach Games Sanya 2026
  • Sejumlah medali perak dan perunggu di berbagai seri Piala Dunia IFSC.

Deretan prestasi tersebut semakin menegaskan posisi Desak Made Rita Kusuma Dewi sebagai salah satu aset terbesar olahraga Indonesia di cabang panjat tebing.

Kini, di balik polemik yang berkembang, perhatian publik kembali tertuju pada harapan besar Desak: agar prestasi atlet Indonesia terus diiringi sistem pembinaan, dukungan, dan kolaborasi yang semakin kuat sehingga Merah Putih dapat terus berkibar di panggung olahraga dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Thom Haye

Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions

Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!

Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung

Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.