Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 11:58 WIB

Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina

Sabtu, 26 September 2026 10:17 WIB

Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood

Sabtu, 26 September 2026 07:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta
  • Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina
  • Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks
  • Warga Bandung Merapat! Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipajang di PVJ, Ada Meet and Greet Legenda
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kabupaten Bogor dan Kota Bandung Jadi Penyumbang Tertinggi Kasus TBC di Jabar

By Putra JuangSabtu, 3 Agustus 2024 11:03 WIB2 Mins Read
Pasien tuberkulosis. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menyatakan, Kabupaten Bogor dan Kota Bandung menjadi penyumbang tertinggi kasus Tuberkulosis (TBC) di tahun 2024.

Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, ada sebanyak 103.485 penderita TBC di semester pertama tahun 2024. Tercatat, Kabupaten Bogor mencapai 13.198 kasus dan Kota Bandung 8.672 kasus.

Kemudian, disusul Kota Bekasi 6.756 kasus, Kabupaten Bekasi 6.645 kasus, dan Kabupaten Bandung 6.049 kasus. Paling kecil ada di Kabupaten Pangandaran 481 kasus dan Kota Banjar 682 kasus.

“Data ini diketahui berdasarkan temuan dan laporan dari 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar, terhitung dari tiga bulan pertama dan kedua,” ucap Vini, Sabtu (3/8/2024).

Baca Juga:  DSP Farm Enam Tahun Berturut-turut Jadi Pemasok Sapi Presiden

Dinkes Jabar menargetkan bisa melakukan skrining hingga ratusan ribu penderita di 2024. Sebab, pihaknya diberikan angka perkiraan dari pemerintah pusat untuk menemukan kasus TBC setiap tahunnya.

“Tahun ini kami diwajibkan melakukan kurang lebih pemeriksaan sekitar 200 ribuan penderitaan TBC. Dan sampai Juni itu kami menemukan kurang lebih 42 persen. Jadi sudah ada kurang lebih 103 ribu yang kami temukan, rata-rata usia dewasa,” katanya.

Menurutnya, jika kasus TBC semakin banyak ditemukan dan dilaporkan akan semakin bagus. Artinya, pemerintah bisa memutuskan rantai penularan.

Sehingga, Vini memastikan akan terus melakukan skrining ke masyarakat guna melakukan pengobatan dan mencegah terjadinya penularan.

Baca Juga:  Sarapan Pagi di Bandung? Ini 5 Tempat Lezat dan Terjangkau

Kondisi pelacakan ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana Dinkes Jabar hanya menunggu pasien TBC, sekarang bagi masyarakat yang mengalami batuk akan dilakukan skrining.

“Sekarang dalam situasi apapun kami akan lakukan skrining baik itu lewat portabel ataupun ketika ada yang batuk walaupun tidak ada yang mengeluh sakit ke arah TBC kami pasti skrining lewat pemeriksaan dahak ataupun dokter,” jelasnya.

Untuk data TBC anak, kata Vini, pihaknya menargetkan angka pelacakan kurang lebih sekitar 20 ribuan, dan itu sudah tercapai. Pada tahun 2023 Jabar menjadi penemu TBC terbanyak bahkan melebihi target dari pemerintah pusat.

“Karena yang seharusnya 100 persen, tapi kita ada di 117 persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Malam Ini! Simak Tata Cara, Amalan Sunnah, dan Tempat I’tikaf di Bandung

Dalam menjalankan skrining di masyarakat, Vini mengaku tidak ada kesulitan. Hanya saja stigma di masyarakat mengenai TBC sulit dihilangkan.

“Jadi orang ketika sudah ditemikan lalu disuruh berobat itu biasanya gak mau karena sering mengaku saya tidak TBC. Apalagi pada anak TBC itu tidak ada demam, kelenjar getah bening, penurunan berat badan, sehingga banyak orang tua yang menanggap anaknya ini tidak TBC,” bebernya.

“Jadi sulitnya adalah mengonati ketika masyarkat tidak mau minum obat TBC atau yang kedua putus obat, nah ini yang paling bahaya karena bisa menyebabkan TBC MBR,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dinkes Jabar Jabar Kabupaten Bogor Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.