Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 02:00 WIB

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal

Minggu, 28 Juni 2026 01:00 WIB

Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia

Sabtu, 27 Juni 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
  • Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis
  • Siap-siap Begadang! Ini Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI
  • Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha
  • Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kabupaten Bogor dan Kota Bandung Jadi Penyumbang Tertinggi Kasus TBC di Jabar

By Putra JuangSabtu, 3 Agustus 2024 11:03 WIB2 Mins Read
Pasien tuberkulosis. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menyatakan, Kabupaten Bogor dan Kota Bandung menjadi penyumbang tertinggi kasus Tuberkulosis (TBC) di tahun 2024.

Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, ada sebanyak 103.485 penderita TBC di semester pertama tahun 2024. Tercatat, Kabupaten Bogor mencapai 13.198 kasus dan Kota Bandung 8.672 kasus.

Kemudian, disusul Kota Bekasi 6.756 kasus, Kabupaten Bekasi 6.645 kasus, dan Kabupaten Bandung 6.049 kasus. Paling kecil ada di Kabupaten Pangandaran 481 kasus dan Kota Banjar 682 kasus.

“Data ini diketahui berdasarkan temuan dan laporan dari 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar, terhitung dari tiga bulan pertama dan kedua,” ucap Vini, Sabtu (3/8/2024).

Baca Juga:  Sekda Herman Sebut 2,3 Juta Warga Jabar Ingin Masuk Kepesertaan PBI-JKN

Dinkes Jabar menargetkan bisa melakukan skrining hingga ratusan ribu penderita di 2024. Sebab, pihaknya diberikan angka perkiraan dari pemerintah pusat untuk menemukan kasus TBC setiap tahunnya.

“Tahun ini kami diwajibkan melakukan kurang lebih pemeriksaan sekitar 200 ribuan penderitaan TBC. Dan sampai Juni itu kami menemukan kurang lebih 42 persen. Jadi sudah ada kurang lebih 103 ribu yang kami temukan, rata-rata usia dewasa,” katanya.

Menurutnya, jika kasus TBC semakin banyak ditemukan dan dilaporkan akan semakin bagus. Artinya, pemerintah bisa memutuskan rantai penularan.

Sehingga, Vini memastikan akan terus melakukan skrining ke masyarakat guna melakukan pengobatan dan mencegah terjadinya penularan.

Baca Juga:  Warga Bandung Bisa Melintas Tanpa Berhenti di Flyover Pasupati saat Malam Tahun Baru

Kondisi pelacakan ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana Dinkes Jabar hanya menunggu pasien TBC, sekarang bagi masyarakat yang mengalami batuk akan dilakukan skrining.

“Sekarang dalam situasi apapun kami akan lakukan skrining baik itu lewat portabel ataupun ketika ada yang batuk walaupun tidak ada yang mengeluh sakit ke arah TBC kami pasti skrining lewat pemeriksaan dahak ataupun dokter,” jelasnya.

Untuk data TBC anak, kata Vini, pihaknya menargetkan angka pelacakan kurang lebih sekitar 20 ribuan, dan itu sudah tercapai. Pada tahun 2023 Jabar menjadi penemu TBC terbanyak bahkan melebihi target dari pemerintah pusat.

“Karena yang seharusnya 100 persen, tapi kita ada di 117 persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Duh! Kelompok LGBT Sumbang Peningkatan Kasus HIV di Jabar Sepanjang 2024

Dalam menjalankan skrining di masyarakat, Vini mengaku tidak ada kesulitan. Hanya saja stigma di masyarakat mengenai TBC sulit dihilangkan.

“Jadi orang ketika sudah ditemikan lalu disuruh berobat itu biasanya gak mau karena sering mengaku saya tidak TBC. Apalagi pada anak TBC itu tidak ada demam, kelenjar getah bening, penurunan berat badan, sehingga banyak orang tua yang menanggap anaknya ini tidak TBC,” bebernya.

“Jadi sulitnya adalah mengonati ketika masyarkat tidak mau minum obat TBC atau yang kedua putus obat, nah ini yang paling bahaya karena bisa menyebabkan TBC MBR,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dinkes Jabar Jabar Kabupaten Bogor Kota Bandung TBC Tuberkulosis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.