Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kembali ke Lapangan! Kapten Persib Marc Klok Siap Tampil Lawan Madura United

Rabu, 25 Februari 2026 17:53 WIB

Waktu Berbuka Hari Ini! Adzan Maghrib Kota Bandung 25 Februari 2026

Rabu, 25 Februari 2026 17:25 WIB

Jadwal Buka Puasa Bogor, Depok, dan Bekasi Hari Ini 25 Februari 2026: Cek Waktu Magrib Terbaru!

Rabu, 25 Februari 2026 16:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kembali ke Lapangan! Kapten Persib Marc Klok Siap Tampil Lawan Madura United
  • Waktu Berbuka Hari Ini! Adzan Maghrib Kota Bandung 25 Februari 2026
  • Jadwal Buka Puasa Bogor, Depok, dan Bekasi Hari Ini 25 Februari 2026: Cek Waktu Magrib Terbaru!
  • Kasus Bocah di Sukabumi: Polisi Dalami Kekerasan Sejak 2023 di Balik Alasan ‘Mendidik’ Sang Ibu Tiri
  • Bikin Gemas! Imam Cilik SD Pimpin Tarawih, Polosnya Saat Dimintai Tanda Tangan Jadi Viral
  • Cek Jadwal Buka Puasa Hari Ini 25 Februari 2026 untuk Wilayah Cirebon, Indramayu, dan Kuningan
  • Geger! Pengedar Sabu di Lembang Sembunyikan Narkoba dalam Cangkang Tutut
  • Prediksi Persib vs Madura United: Misi Maung Bandung Amankan Takhta di GBLA
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 25 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Bocah di Sukabumi: Polisi Dalami Kekerasan Sejak 2023 di Balik Alasan ‘Mendidik’ Sang Ibu Tiri

By Aga GustianaRabu, 25 Februari 2026 16:40 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tabir gelap kematian bocah lima tahun berinisial NS di Sukabumi mulai tersingkap. Tersangka utama yang merupakan ibu tiri korban, TR, mencoba membela diri di hadapan penyidik dengan alasan klasik: pendisiplinan anak. Namun, jajaran Polres Sukabumi tak lantas percaya begitu saja pada pengakuan sepihak tersebut.

Penyidik kini tengah berfokus mengumpulkan bukti kuat untuk mematahkan klaim tersangka. Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa motif penganiayaan yang dilakukan TR masih terus digali secara mendalam.

“Untuk motifnya sendiri masih kita dalami, karena ini sebagai orang tua ya, berdalih mendidik anaknya. Seperti itu,” ujar Samian saat memberikan keterangan di Mapolres Sukabumi, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:  Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Tak Kejar Pengakuan, Fokus Bukti Ilmiah

Salah satu poin krusial yang tengah diselidiki adalah dugaan keji di mana korban dipaksa meminum air panas sebelum meregang nyawa. Menanggapi isu tersebut, Samian menegaskan bahwa kepolisian tidak akan bergantung pada kata-kata tersangka.

Polres Sukabumi lebih memilih bersandar pada metode scientific crime investigation agar kasus ini terang benderang secara medis dan hukum.

“Itu masih didalami. Ya kalau yang kejadian terbaru ini masih didalami dan tentunya kita tidak mengejar pengakuan. Penyidik bekerja profesional dengan mengumpulkan alat bukti secara scientific crime investigation yang tentunya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Samian.

Baca Juga:  Pria di Sukabumi Diduga Cabuli Anak Kandung dengan Iming-iming Uang

Menanti Hasil Laboratorium Forensik

Saat ini, nasib hukum TR sangat bergantung pada hasil uji laboratorium. Tim ahli sedang melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam, mulai dari patologi anatomi hingga uji toksikologi, guna melihat efek fisik dan internal dari kekerasan yang dialami NS.

Masyarakat diminta bersabar karena proses ini memerlukan ketelitian tinggi dari tim forensik.

Baca Juga:  Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

“Dari hasil otopsi kita masih menunggu ya, hasil otopsi kita masih menunggu karena memang untuk pengecekan laboratorium itu butuh waktu. Sehingga memang kita sama-sama menunggu, sabar ya,” tambah Samian.

Proses di laboratorium forensik diperkirakan memakan waktu antara tujuh hingga empat belas hari. Nantinya, data medis tersebut akan dikonfrontasi dengan temuan lapangan mengenai riwayat kekerasan panjang—termasuk bekas luka fisik seperti cakaran dan tamparan—yang diduga sudah diterima korban sejak tahun 2023 silam.

“Kita masih mem-follow up untuk hasilnya ke laboratorium forensik,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

AKBP Samian bocah NS ibu tiri sukabumi penganiayaan anak Polres Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waktu Berbuka Hari Ini! Adzan Maghrib Kota Bandung 25 Februari 2026

Geger! Pengedar Sabu di Lembang Sembunyikan Narkoba dalam Cangkang Tutut

Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

Persis Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, BGN Sebut Mitra Strategis Terbaik

bank bjb Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon Kompetitif dan Berbasis ESG

Tak Sekadar Menabung, Ini Cara Terencana Wujudkan Impian Bersama bank bjb

Terpopuler
  • No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya
  • Viral Tanpa Sensor? Isu Video Teh Pucuk 17 Menit Terbongkar
  • Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?
  • Video Teh Pucuk Durasi 17 Menit Viral, Ternyata Begini Fakta di Baliknya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Masih Diburu Netizen, Awas Jebakan di Balik Narasi Viral
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.