Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!

Minggu, 12 April 2026 02:00 WIB

Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!

Minggu, 12 April 2026 01:00 WIB

Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak

Sabtu, 11 April 2026 18:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak
  • Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten
  • Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 di Dapur, Benarkah Fakta atau Cuma Editan?
  • Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Bocah di Sukabumi: Polisi Dalami Kekerasan Sejak 2023 di Balik Alasan ‘Mendidik’ Sang Ibu Tiri

By Aga GustianaRabu, 25 Februari 2026 16:40 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tabir gelap kematian bocah lima tahun berinisial NS di Sukabumi mulai tersingkap. Tersangka utama yang merupakan ibu tiri korban, TR, mencoba membela diri di hadapan penyidik dengan alasan klasik: pendisiplinan anak. Namun, jajaran Polres Sukabumi tak lantas percaya begitu saja pada pengakuan sepihak tersebut.

Penyidik kini tengah berfokus mengumpulkan bukti kuat untuk mematahkan klaim tersangka. Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa motif penganiayaan yang dilakukan TR masih terus digali secara mendalam.

“Untuk motifnya sendiri masih kita dalami, karena ini sebagai orang tua ya, berdalih mendidik anaknya. Seperti itu,” ujar Samian saat memberikan keterangan di Mapolres Sukabumi, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:  Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Tak Kejar Pengakuan, Fokus Bukti Ilmiah

Salah satu poin krusial yang tengah diselidiki adalah dugaan keji di mana korban dipaksa meminum air panas sebelum meregang nyawa. Menanggapi isu tersebut, Samian menegaskan bahwa kepolisian tidak akan bergantung pada kata-kata tersangka.

Polres Sukabumi lebih memilih bersandar pada metode scientific crime investigation agar kasus ini terang benderang secara medis dan hukum.

“Itu masih didalami. Ya kalau yang kejadian terbaru ini masih didalami dan tentunya kita tidak mengejar pengakuan. Penyidik bekerja profesional dengan mengumpulkan alat bukti secara scientific crime investigation yang tentunya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Samian.

Baca Juga:  Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

Menanti Hasil Laboratorium Forensik

Saat ini, nasib hukum TR sangat bergantung pada hasil uji laboratorium. Tim ahli sedang melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam, mulai dari patologi anatomi hingga uji toksikologi, guna melihat efek fisik dan internal dari kekerasan yang dialami NS.

Masyarakat diminta bersabar karena proses ini memerlukan ketelitian tinggi dari tim forensik.

Baca Juga:  Polisi Buka Fakta Mengejutkan: NS Sudah Alami Kekerasan Sejak 2023, Ibu Tiri TR Jadi Tersangka

“Dari hasil otopsi kita masih menunggu ya, hasil otopsi kita masih menunggu karena memang untuk pengecekan laboratorium itu butuh waktu. Sehingga memang kita sama-sama menunggu, sabar ya,” tambah Samian.

Proses di laboratorium forensik diperkirakan memakan waktu antara tujuh hingga empat belas hari. Nantinya, data medis tersebut akan dikonfrontasi dengan temuan lapangan mengenai riwayat kekerasan panjang—termasuk bekas luka fisik seperti cakaran dan tamparan—yang diduga sudah diterima korban sejak tahun 2023 silam.

“Kita masih mem-follow up untuk hasilnya ke laboratorium forensik,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

AKBP Samian bocah NS ibu tiri sukabumi penganiayaan anak Polres Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

program MBG

Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.