Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 23:21 WIB

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Selasa, 4 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija

Selasa, 4 Agustus 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
  • Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

By SusanaRabu, 25 Februari 2026 12:34 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kematian tragis bocah berinisial NS (13) alias Nizam di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, kini semakin memanas. Ibu kandung almarhum, Lisnawati, secara resmi melaporkan mantan suaminya, AS, ke Polres Sukabumi pada Selasa, 24 Februari 2026.

Didampingi kuasa hukum Krisna Murti dan Mira Widyawati, Lisnawati menuduh AS lalai dan membiarkan anaknya meninggal dunia. Kuasa hukum mengungkap bukti percakapan chat yang menghebohkan pada 17 Februari 2026, dua hari sebelum Nizam meninggal. Dalam chat, AS menyebut Nizam sakit paru-paru dan menolak membawa anaknya ke rumah sakit.

“Klien kami tanya, ‘Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?’. Dijawab, ‘Ya biarkan saja, kalau dia meninggal tinggal dikuburkan di pemakaman keluarga’. Ini sangat menyayat hati,” jelas Mira Widyawati di Mapolres Sukabumi.

Krisna Murti menambahkan, alasan AS tidak membawa Nizam ke rumah sakit karena kesibukan, bahkan meminta Lisnawati untuk “mengikhlaskan” bila terjadi hal buruk pada anaknya.

Dugaan Pembunuhan oleh Ibu Tiri

Selain ayah kandung, tim kuasa hukum juga melaporkan ibu tiri Nizam, TR, atas dugaan pembunuhan berencana. Sementara AS dilaporkan terkait kelalaian, pembiaran, dan penelantaran anak sesuai Pasal 76B juncto Pasal 77B.

Trauma Kekerasan dan 4 Tahun Terpisah

Lisnawati tidak bertemu Nizam selama empat tahun karena trauma akibat KDRT dari AS. Saat masih hamil, Lisnawati mengalami kekerasan berat, termasuk rambut dipotong dengan golok. AS juga menghalangi pertemuan antara ibu dan anak, bahkan membohongi Nizam dengan menyatakan ibunya sudah meninggal.

Kondisi Korban yang Kontras

Pihak kuasa hukum menekankan perbedaan kondisi Nizam saat bersama ibu kandung dan ayahnya. Hingga usia tujuh tahun, Nizam sehat dan bahagia bersama Lisnawati. Namun, kondisi itu berbalik saat diasuh AS, hingga akhirnya ditemukan meninggal dengan luka trauma di tubuhnya.

Polisi telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan memeriksa setidaknya 16 saksi, menjadikan kasus Nizam sebagai salah satu yang paling menyedihkan dan memicu perhatian publik di Sukabumi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kasus anak Sukabumi kasus bocah meninggal Sukabumi kelalaian ayah Nizam 13 tahun pembunuhan ibu tiri Polres Sukabumi trauma KDRT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jabar Peringkat Pertama Nasional Kasus PHK Sepanjang Januari-Juni 2026

Mencekam! Geng Motor Bersenpi dan Sajam Teror Warga Garut, Videonya Viral di Medsos

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.