Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

Rabu, 12 Agustus 2026 11:36 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Rabu, 12 Agustus 2026 11:00 WIB

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Rabu, 12 Agustus 2026 10:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
  • VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?
  • Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat
  • Karier Paul Pogba di Ujung Tanduk: Kembali Dihantam Cedera, AS Monaco Bersiap Putus Kontrak!
  • Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC
  • Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg
  • PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Neni Nur Hayati vs Diskominfo Makin Panas, DPRD Jabar Turun Tangan

By SusanaSenin, 4 Agustus 2025 16:45 WIB3 Mins Read
DPRD Jabar. Foto: bukamata.id/ Rizal Fadillah.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik antara aktivis perempuan dan Direktur Eksekutif DEEP, Neni Nur Hayati, dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, belum menemui titik akhir.

Meski Komisi I DPRD Jabar telah memfasilitasi pertemuan dan membuka ruang dialog, Neni menyatakan kemungkinan kasus ini akan dilanjutkan ke jalur hukum.

Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati, menegaskan bahwa DPRD telah berupaya maksimal memediasi agar polemik ini tak berlarut-larut.

“Kami menyayangkan kasus ini berlangsung begitu lama. Harapan kami, selama bisa diselesaikan secara baik, sebaiknya tidak lanjut ke meja hijau. Tapi, tentu semua kembali ke hak Bu Neni,” ujar Rahmat di Gedung DPRD Jabar, Senin (4/8/2025).

Menurut Rahmat, DPRD hanya bersifat memberi saran dan tidak memiliki wewenang eksekutif. Ia juga menyentil respons Diskominfo Jabar yang dinilai tidak tegas meminta maaf secara terbuka.

“Kami melihat Diskominfo hanya fokus pada take down konten dan menjawab somasi, tanpa menyatakan permintaan maaf secara eksplisit,” ujarnya.

Diskominfo Klaim Sudah Ambil Langkah

Sementara itu, Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti permintaan somasi dari kuasa hukum Neni dengan menurunkan unggahan yang mencantumkan wajahnya dan memberikan surat jawaban resmi.

“Prinsipnya, kami tidak anti kritik. Justru kami mengapresiasi masukan dari masyarakat. Namun soal permintaan maaf terbuka, kami telah menjawab sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Adi.

Ia menambahkan bahwa tidak ada penggunaan anggaran APBD untuk membayar buzzer, seperti yang dituduhkan oleh sebagian pihak di media sosial.

Terkait serangan digital yang dialami Neni, termasuk doxing dan intimidasi online, Adi menyatakan itu di luar kendali Diskominfo. Meski begitu, ia menekankan bahwa literasi digital terus digalakkan melalui program seperti IKP Talks.

Neni Nur Hayati: Tidak Ada Permintaan Maaf Terbuka, Kasus Bisa Naik ke Meja Hukum

Merespons hasil pertemuan dengan DPRD Jabar, Neni Nur Hayati menyampaikan apresiasi terhadap Komisi I DPRD yang telah membuka ruang dialog. Namun, ia menyayangkan sikap Diskominfo yang enggan menyatakan permintaan maaf secara terbuka.

“Kalau saja permohonan maaf itu disampaikan, kasus ini mungkin selesai hari ini juga. Tapi karena tidak ada, kami akan mendiskusikan langkah hukum selanjutnya dengan tim kuasa hukum,” kata Neni.

Ia juga menyebut bahwa kasus ini akan dibahas terlebih dahulu dalam Rakornas PP Muhammadiyah, sebelum diputuskan apakah akan dilanjutkan ke jalur hukum. Neni menyoroti bahwa kasus ini menyentuh isu serius seperti kebebasan berekspresi, keamanan digital warga, dan kekerasan berbasis gender online (KBGO).

“Saya menilai sikap Pemprov sangat disayangkan. Ini bukan soal saya saja, tapi tentang bagaimana Jawa Barat hari ini menghadapi digitalisasi yang brutal tanpa perlindungan bagi warganya,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Diskominfo Jabar doxing DPRD fasilitasi mediasi DPRD Jabar Neni Nur Hayati
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.