Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Pelecehan Santri Terungkap, Warga Bakar Material Ponpes di Soreang

By SusanaMinggu, 18 Mei 2025 18:00 WIB2 Mins Read
Kasus pelecehan terungkap, sejumlah warga Kampung Gunung Aseupan, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, melakukan aksi protes dengan membakar material di Pondok Pesantren Santri Sinatria pada Sabtu (17/5/2025). Foto: Instagram @infokabupatenbandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Viral di media sosial, sejumlah warga Kampung Gunung Aseupan, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, melakukan aksi protes dengan mendatangi Pondok Pesantren Santri Sinatria pada Sabtu (17/5/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam aksi tersebut, warga sempat melakukan perusakan dan membakar sejumlah material bangunan milik pesantren.

Kapolsek Soreang, Kompol Oeng Hoeruman, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk meredam situasi dan mencegah aksi massa berkembang menjadi anarkis.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan mengimbau warga agar tidak bertindak melampaui batas hukum,” ujar Kompol Oeng, dikutip dari Instagram @infokabupatenbandung, Minggu (18/5/2025).

Baca Juga:  Peringati Hari Santri, Bupati Bandung Hadiahkan Umroh dan Tabungan untuk Para Santri

Menurutnya, yang dibakar warga hanyalah pagar bambu yang sudah rusak serta beberapa kayu bangunan. Aksi lebih lanjut berhasil dicegah sebelum bangunan utama ponpes turut menjadi sasaran.

“Kami pastikan tidak ada bagian bangunan utama yang dirusak. Petugas cepat meredam aksi agar tidak membahayakan penghuni pesantren, karena di dalam masih ada para pengurus dan santri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Longsor Terjadi di Jalur Ciwidey-Soreang, Lukai Seorang Warga

Kompol Oeng juga menambahkan bahwa pelaku utama yang menjadi pemicu kemarahan warga telah diamankan pihak berwajib. Hal ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang terjadi di lingkungan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, pimpinan Pondok Pesantren Pesantren Santri Sinatria di Soreang, Kabupaten Bandung, berinisial RR, dilaporkan telah mencabuli lebih dari lima santriwati yang berusia antara 14 hingga 19 tahun sejak tahun 2023.

Baca Juga:  Bang Jago di Soreang Todongkan Sajam ke Pemulung, Polisi Turun Tangan

Dari informasi yang dihimpun, modus yang digunakan pelaku disebut sangat sistematis dan terencana.

RR diduga memanipulasi ajaran agama dengan memelintir kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam ceramahnya, untuk membungkam pertanyaan atau keraguan dari para korban terhadap tindakan tidak senonoh yang dilakukan.

Aksi pencabulan disebut berlangsung berulang kali di beberapa lokasi, mulai dari kobong (asrama), rumah pribadi pelaku, hingga saung di lingkungan pesantren.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pelecehan Pesantren Soreang warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.